
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
"Hoek....hoek....hoek...."
Putri memuntahkan semua isi perutnya sembari menangis. Wanita benar-benar sudah tampak mengerikan sekarang. Baju yang basah, rambut yang juga sangat acak-acakan.
"Hiks....hiks...pusing..." lirihnya merasakan kepalanya berdenyut dengan hebat.
Ada apa dengan dirinya ini, segera ia membuka seluruh pakaiannya, dan segera membersihkan dirinya.
Setelahnya dengan berjalan terpincang-pincang, ia mengambil bathrobenya lalu berjalan menuju meja riasnya untuk mengolesi tubuhnya dengan minyak kayu putih yang sengaja ia bawa dari Indonesia.
"Sepertinya aku sedikit masuk angin karena berenang lebih dari 3 kali selama seminggu," ucapnya sembari menyesali perbuatannya yang selalu saja tergoda oleh tawaran El untuk berenang bersama pria itu.
Tak mau mengambil pusing, Putri meraih remote AC dan mematikan pendingin ruangan itu. Lalu segera merebahkan tubuhnya di ranjang empuknya.
"Haruskan aku memakai baju ?" gumamnya saat menyadari dirinya masih menggunakan bathrobe.
Lalu ia kembali teringat dengan kebiasaan El, pria itu sering sekali datang ke kamarnya dan meminta jatahnya. "Ah iya, bagaimana jika El datang ?" tanyanya pada dirinya sendiri.
Ia bangkir dari tidurnya untuk menuju lemari pakaiannya. "Lebih baik aku menggunakan gaun tidur sa–"
Sial! Putri melupakan suatu hal, wanita itu berjalan kembali ke ranjang dengan lemah. "Dia bersama istri sahnya..." gumamnya lirih.
Ia merebahkan kembali tubuhnya, bersama dengan air mata yang mengalir lagi. Ia mengelus lembut perutnya saat merasakan mual lagi.
Tapi ia seperti tak ingin memuntahkan isi perutnya, hanya merasa mual saja.
Dan saat ia ingin memejamkan matanya, ponselnya berdering nyaring, ia meraba nakas yang berada di samping tempat tidurnya untuk mengambil ponselnya.
"Nathan," gumam Putri saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya. "Kenapa dia meneleponku malam-malam begini ?"
Tak mau membuat Nathan menunggu lama, segera ia menggeser tombol hijau pada layar ponselnya.
"Halo, Nath!" sapa Putri.
"Put, besok adalah hari ulang tahun kakek dari Leonello. Aku sangat berharap kamu di ajak untuk kesana."
"Sepertinya tidak Nath, itu kan acara keluarga. Mana mungkin wanita pemuas ***** seperti ku di ajak untuk pergi ke acara yang bersifat kekeluargaan seperti itu." Putri tersenyum menyedihkan mendengar ucapannya sendiri.
Wanita pemuas ***** ? Mungkin memang itu nama yang pantas untuk dirinya.
"Hei, kenapa kau terdengar sedih ? Ceritakan padamu semua masalahmu. Aku akan membantumu..."
Putri menghapus air mata yang menetes pada wajahnya dan menarik ingusnya.
"Ahh, tidak ada. Aku hanya, hanya–"
"Hanya apa ? Katakan!" desak Nathan.
"Tadi aku melihat Sandra dan El sedang bercinta dan mereka saling mengagumi satu sama lain."
__ADS_1
Terjadi keheningan beberapa detik, Nathan tampak mencerna apa yang saat ini Putri ucapkan.
"Aku tahu ini salah, tapi ak–"
"Put.... ingat batasanmu!"
Putri menghela nafas panjang dan menganggukkan kepalanya mengerti, air matanya tak henti-hentinya menetes pada wajahnya.
Dengan kasar ia mengusap matanya, sembari menahan tangisannya agar tidak terdengar oleh Nathan.
"Kau mencintai seseorang yang telah membuat ayahmu mati ?"
Putri menggeleng keras mendengar pertanyaan Nathan.
"Itu tidak akan terjadi lagi Nath. Percaya padaku. Dan kau tenang saja, sebentar lagi aku akan memberikan saham itu padamu. Tunggu beberapa saat lagi, aku akan memintanya pada El."
Tut...
Wanita cantik itu mematikan teleponnya sepihak, dan membanting ponselnya dengan keras di atas ranjang.
Tubuhnya luruh di lantai bersamaan dengan suara tangisan yang terdengar begitu menyakitkan.
...o0o...
Pagi ini Sandra dan juga El tengah bersiap untuk menuju rumah dari kakek El yang berada di Las Vegas.
Mereka berdua berjalan beriringan untuk menuju lift, namun saat akan memasuki lift, pintu kamar Putri terbuka lebar.
Wanita itu berjalan keluar, berniat untuk memakan sarapan. Tapi sialnya dia harus bertemu dengan sepasang suami-isteri yang tampak begitu serasi itu.
"Loh Put," ucap Sandra cukup kencang sembari menunjuk muka pucat Putri. "Rambut berantakan, muka pucat, mata sembab. Apa-apaan kamu ini!" teriaknya.
Putri yang di teriaki begitu hanya bisa mengedipkan matanya beberapa kali. "Ada apa ? Kenapa wanita ini begitu heboh ?" batinnya bingung.
"Sana cepat mandi! Kemarin malam kan aku sudah memberitahu jika ada acara keluarga! Kenapa masih berpakaian seperti gembel kamu!" bentaknya lagi.
"Jangan bentak Putri!" titah El melirik Sandra tajam. Dan di balas tatapan tidak terima oleh wanita itu.
Lalu matanya berubah lembut saat melihat kearah Putri. "Dua puluh menit untuk kamu mandi dan bersiap-siap."
Setelah mengatakan itu El segera berjalan kembali menuju lift, meninggalkan Sandra yang masih menatap tajam Putri.
"Kamu itu buang-buang waktu aja! Cepat sana mandi!" titahnya.
Putri tersenyum memperlihatkan giginya pada Sandra dengan tangan yang menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Maaf nyonya, saya kira saya tidak di ajak. Kalau begitu saya akan bersiap-siap 10 menit!" jawabnya cepat.
"Ya sudah sana!"
...o0o...
Di karena satu dan lain hal, keluarga kecil El pergi ke Las Vegas tidak menggunakan helicopter, tapi hanya menggunakan mobil Limousine.
Dan itu cukup membuat mood El menjadi buruk sekarang, karena jarak dari New York ke Las Vegas jika menggunakan mobil sekitar satu jam.
Jika ia naik helicopter mungkin hanya memerlukan waktu 20 menit saja. Sungguh membuang-buang waktu.
Belum juga setiap 15 menit sekali Putri minta di turunkan ke rest area terdekat karena kantung kemihnya terasa penuh dan harus di keluarkan.
__ADS_1
Seperti saat ini, El dan Sandra dengan malas menunggu Putri di dalam mobil yang sedang ijin buang air kecil itu.
"Ah, itu dia Putri," cicit Sandra saat melihat Putri sudah mendekat ke arah mobil mereka.
Wanita itu membuka pintu mobil dan segera masuk lalu duduk di sebelah Fred seperti posisi awalnya.
"Maafkan saya sekali lagi, tuan, nyonya..." cicit Putri merasa bersalah.
"Kamu itu terus-terusan pipis, kita cape tahu yang nunggu! Ini bosnya saya atau kamu ? Jadi kenapa saya yang harus nunggu?" ketus Sandra.
Putri terdiam membisu, ia menundukkan kepalanya dalam
Dia pun juga tidak tahu, apa yang membuatnya menjadi beser begini. Sedikit-sedikit buang air terus, bukan hari ini saja, tapi sudah berminggu-minggu Putri selalu ingin buang air kecil terus.
"Tidak ada yang lebih penting dari kesehatan mu, jika ingin buang air kecil tinggal bilang saja," lerai El.
Sandra menatap suaminya tak percaya, apa yang tadi El bilang ? Tidak ada yang lebih penting dari kesehatan Putri ? Sudah gila kah laki-laki ini.
Sementara Putri di kursinya sebisa mungkin tidak tersenyum saat mendengar pembelaan dari El.
Ia melirik Fred yang sepertinya melirik juga ke arahnya. Lalu tatapan Putri beralih pada mulut Fred yang berbicara tanpa suara.
Pria itu mengatakan, "jangan besar kepala, kau hanya ja****la***ng, tuan." Itulah yang di ucapkan Fred untuk Putri.
Putri mengalihkan pandangannya ke jendela mobil, menatap kendaraan motor berlalu lalang, daripada harus menatap wajah Fred.
"Apa maksudmu, El ?" tanya Sandra bingung. "Tidak ada yang lebih penting dari kesehatannya ?" tanyanya lagi.
"Ya, jika wanita itu jatuh sakit. Maka aku juga yang akan repot mencari asisten baru untukmu" jawab El yang membuat senyum Sandra merekah, ia memeluk lengan suaminya dan menyandarkan kepalanya pada bahu El.
Berbeda dengan Putri yang kini tersenyum miring di belakang tubuh tuan dan nyonya. "Bagus jika kau menggantikanku jadi aku bisa bebas darimu," batinnya.
"Aku kangen kakek, aku kangen paman dan bibi, aku juga kangen ayah angkatmu Daddy Jeff," ucap Sandra sembari tersenyum.
Ia selalu mengingat kebaikan-kebaikan dari keluarga El yang selalu mendorong El untuk segera menikahinya.
Dan keluarga El juga selalu mensupport usaha milik keluarganya. Itu nilai plus yang membuat Sandra jatuh cinta pada El dan semakin tidak bisa jika di suruh melepaskan El.
"Ya aku juga merindukan mereka, apalagi Daddy Jeff. Sudah berbulan-bulan aku tidak bertemu dengannya," jawab El.
Mendengar perbincangan Sandra dan El membuat Putri meningkat sesuatu. "Daddy Jeffery ?" batinnya.
Matanya membulat sempurna saat sudah mengingat dengan sempurna siapa lelaki itu. Jeff sudah menganggap Putri sebagai anaknya, dan Putri juga sudah menganggap Jeff adalah Daddynya sendiri.
Dulu Putri sering sekali menginap di rumah El saat mereka masih bersama-sama di Indonesia. Jadi sudah sangat wajar jika Jeff begitu menyayangi Putri, begitupun sebaliknya.
"Sial! Tidak mungkin Dad Jeff melupakan wajahku. Sekali lihat saja dia akan tahu aku adalah Putri. Jika aku bertemu dengannya apa yang akan dia lakukan padaku ?"
"El pasti sudah mengatakan pada Dad Jeff mengenai masalah mereka putus. Dan sudah pasti ia akan membenciku!!! Mati sudah riwayat ku saat bertemu dengannya nanti!!!" batin Putri ketakutan.
...o0o ...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
__ADS_1
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA