WANITA RAHASIA CEO

WANITA RAHASIA CEO
CHAPTER 76 - IBLIS ?


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


Dinda termenung di atas ranjangnya, ia berbaring dengan tubuh lemas dan tanpa semangat hidup.


Sudah 2 Minggu sejak kematian Ibundanya, kini ia kembali menjadi gadis yang muram dan penyendiri.


Sudah selama itu pula Dinda tidak bersekolah dan tidak berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya. Bahkan untuk makan saja, asisten rumah tangganya yang membawanya ke kamar.


"Mommy....."


"Mommy..." lirik Dinda memeluk photo ayah dan ibunya yang berada dalam pigura. Air matanya mengalir tanpa ia sadari.


"Kenapa dunia begitu tidak adil ?"


Baru setengah tahun Ayahnya meninggalkannya untuk selama-lamanya, kini sang Ibunda ikut menyusul menuju surga.


Haruskah Dinda ikut pergi ke surga juga ? Atau mungkin Dinda harus menjadi korban pe***mer**ko***sa***an seperti ibunya dulu biar gila dan mati di tabrak mobil?


Tangis Dinda kembali pecah, kali ini benar-benar kencang, tak seperti tadi yang menangis tanda suara.


"Kakak....."


"Kakak....."


Ting....


Bunyi ponsel milik Dinda berbunyi, menandakan ada pesan masuk. Segera wanita cantik dengan tampilan yang berantakan itu beranjak dari tidurnya untuk berjalan mengambil ponselnya yang dia letakkan di samping televisi.


Ia tersenyum kecil saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Putri–ternyata sang kakak yang mengiriminya pesan.


Kak Sabrina Putri


Dua Minggu lagi kakak


pulang ke Indonesia.


Setelah itu kakak berjanji


akan mengajakmu untuk


berlibur berdua.


Jangan bersedih terus


kalau kamu gak mau sekolah,


gak papa. Berhenti dulu saja


satu tahun


Jangan terlalu lama bersedih


Kakak kirimkan kamu uang


10 juta.


Habiskan!!!!!!


Dinda tertawa kecil melihat pesan dari sang kakak. Senyumnya tak luntur meskipun ia sudah membaca keseluruhan isi pesan itu. Tapi makin bertambah lebar.

__ADS_1


Apalagi membaca bait pertama pesan itu sungguh membuat dirinya bahagia. "Kakak akan pulang dua minggu lagi!" gumamnya senang.


Dinda menghapus wajahnya kasar dan segera mengambil ATM yang ada dalam tasnya. "Baiklah ayo kita berbelanja! Aku akan menghabiskan uang kakak!" ucapnya dengan riang.


Gadis remaja yang belum bisa mengatur emosinya itu sungguh membuat Putri merasa ketakutan. Karena tindakan emosional Dinda yang berubah-ubah atau biasa di sebut labil itu membuat gadis remaja itu tak memikirkan sesuatu hal dengan matang.


Contohnya tadi saat gadis itu memikirkan untuk jadi korban pe**me***r**ko**saan. Sungguh tak logis bukan ?


"Aku tidak boleh mati dulu, aku ingin hidup berdua dengan kakak selamanya! Meskipun kakak ke luar negeri aku akan ikut!"


"Hanya tinggal menunggu 2 Minggu lagi untuk bertemu dengan kakak!" ucap Dinda dengan senang.


Sungguh perubahan emosi yang cepat.


...o0o...


Detik demi detik berlalu, menit demi menit sudah mereka lewati dengan tegang. Terutama satu perempuan yang sedari tadi melihat kearah jam dinding.


Saat ini Nathan tengah serius membaca keseluruhan isi perjanjian antara El dan juga Putri. Namun dahinya mengkerut tak suka dengan apa yang ia baca.


"Apa ini Put ?" tunjuknya tepat di salah satu kalimat yang ada di dalam selembar kertas itu dengan emosi yang hampir meledak.


Melihat urat-urat pada leher Nathan nampak menonjol, membuat Putri bingung. Ash dan juga Putri bersamaan membaca tepat di kalimat yang di tunjuk oleh Nathan.


"Apa yang salah Nath ?" tanya Putri, baru akan mengatakan hal lain, tiba-tiba Ash memotong ucapannya.


"Astaga hanya 14% saham ?" ucap Ash terkejut.


Putri yang melihat ekspresi terkejut dari Ash malah semakin bingung, di depannya Nathan makan tersulut emosi, kedua tangannya terkepal kuat.


"Kenapa hanya 14% Put ? Saham Nathan 38%, aku kan minta kepadamu untuk meminta setengah!" Nathan berdiri dari duduknya dan menatap nyalang Putri.


"14% itu sudah sangat banyak Nath! Bahkan kakeknya saja tidak sampai 10%. Aku mohon jangan tamak," jawab Putri dengan santai.


Nathan menjambak rambutnya frustasi, lalu melempar botol minum yang terbuat dari kaca yang berada di atas meja itu dengan keras. Pertanda ia benar-benar marah.


Pyarrrrrr......


Tapi El sangat bermurah hati padanya memberikannya 14% saham, katanya agar posisinya lebih kuat di bandingkan dengan pemilik saham dari pengusaha yang bukan berasal dari keluarga de Luca.


Jadi jika Putri memiliki saham itu, berarti posisinya sama dengan keluarga de Luca.


"Terima kasih ku ucapkan padamu tuan, El...." batinnya senang.


Kembali pada Nathan, kini Putri harus berpura-pura terlibat sedih dan juga merasa bersalah.


"Ma–maafkan aku Nath, sebenarnya aku ingin meminta setengah saham yang di miliki Nathan. Tapi a–aku takut ketahuan oleh keluarganya...." ucap Putri terbata-bata, wanita itu memainkan jari-jarinya untuk menghilangkan rasa gugupnya. "Jika aku langsung meminta setengah maka keluarga de Luca akan semakin membenciku dan akan mengusirku. Jadi daripada tidak mendapatkan apa-apa lebih baik aku memilih 14% saham itu, lagipula kan itu lebih besar dari saham kakenya.." sambung Putri.


Nathan menghela nafas panjang lalu merebahkan tubuhnya pada sofa secara kasar, ia melihat ke arah tangan kanannya. "Bagaimana ?" tanyanya.


Ash yang di tatap begitu segera membuka suaranya. "Jadi begini nona, saham yang anda miliki ini sebenarnya sudah sangat besar. Tapi tidak bisa untuk meruntuhkan perusahaan El." Ash tersenyum singkat kearah Putri yang kini menatapnya.


"Maksudnya ?"


"Jadi begini, saham Leonello sebesar 24% saat ini, lalu Thomas 14 %, istrinya 7% dan kakek tua itu 11 % jadi jika di total semuanya 56%. Berarti saham yang di pegang oleh bukan keluarga de Luca termasuk saham milik nona Putri secara keseluruhan adalah 44% . Jadi meskipun kita membayar seluruh para pengusaha itu untuk menyerahkan saham milik mereka pada kita, tetap saja kita akan kalah. Karena saham keluarga de Luca totalnya 56, sedangkan milik para pengusaha yang investasi di sana hanya 44%. Jika nona Putri waktu itu meminta setengah persen, tentu saja kita akan menang dengan telak. Dan akan mudah mengambil alih perusahaan de Luca," jelas Ash panjang lebar.


Sontak Putri menganggukkan kepalanya mengerti. Jadi itu alasan mereka mengotot terus ingin meminta setengah dari saham El.


Benar-benar licik dan pintar.....


"Jadi bagaimana ? Mau atau tidak ?" tanya Putri sekali lagi.


Ash dan Nathan saling berpandangan, berbeda dengan Putri yang menatap jam dinding di hadapannya dengan senyum miring.


Perlahan Putri bangkit dari duduknya, seraya mengambil perlahan dokumen itu tanpa ketahuan oleh ketiga pria itu.


Secepat kilat Putri memasukkan dokumen itu kembali pada tas-nya. Tak perduli jika kertas itu kini tertekuk dan tak rapi lagi.

__ADS_1


"Ya sudah kalian pikirkan dulu, aku ingin ke toilet sebentar..." ijin Putri yang langsung di angguki oleh mereka semua.


Wanita cantik itu berjalan menuju toilet yang berada di samping ranjang. Segera ia memasuki ranjang dan melihat penampilannya di depan kaca.


Terdengar suara Nathan, Ash, serta seorang notaris itu berdebat dengan sedikit kencang. Tapi sama sekali Putri tak memperhatikan mereka.


Kini Putri kembali fokus pada tampilannya di depan kaca. Dengan sengaja ia membuka 4 kancing bajunya, lalu membuka pengait pembungkus benda kenyal itu.


Lalu ia mengambil lipstik yang berada di tasnya yang menorehkan dengan kasar lipstik itu pada bibirnya. Hingga terkesan sudah di ci****u**m secara ganas oleh seseorang.


Tak lupa rambutnya ia buat acak-acakan, seperti sudah di jambak dengan kasar.


Untuk roknya sengaja ia sobek agar terlihat lebih menyakitkan.


"Sempurna...." ucap Putri melihat pantulan dirinya di cermin.


Brakkk.....


Tak lama setelah itu terdengar suara dobrakan yang sangat kencang di kamar hotelnya. Jantung Putri jadi deg-degan mungkin kah Leonello sudah datang ?


"DIMANA KAU MENYEMBUNYIKAN WANITAKU BAJINGAN!!!!" teriak Pria yang sudah sangat Putri kenal.


Mendengar suara El membuat Putri segera mencolok matanya menggunakan kuku tangannya hingga memerah dan menangis lalu segera keluar dari hotel itu.


Dan betapa terkejutnya Putri saat melihat El tangah memukuli Nathan dengan sangat membabi buta, dan Ash yang di bekukan oleh Fred, lalu sang notaris yang sudah di borgol oleh anak buah Leonello.


Bugh....


Bugh....


Bugh....


Tubuh Putri bergetar seketika, Nathan sudah tak sadarkan diri dengan darah yang membasahi seluruh wajahnya.


"El...." panggil Putri dengan suara pelan, sungguh hari ini Putri tak melihat Leonello yang dingin tapi Leonello yang tak berkeprimanusiaan. "Tuhan, apakah Nathan mati ? Apa aku sudah keterlaluan ?" batinnya melihat kejadian di depannya.


Sementara El yang sedang asik menghajar Nathan terdiam seketika saat namanya di panggil oleh wanitanya.


Ia segera berjalan menghampiri sang wanita lalu memeluk Putri dengan erat. Hatinya terasa sakit saat melihat pakaian Putri sudah compang-camping seperti ini. "Apa aku terlambat ?" batinnya.


"Kamu gak papa kan Put ? Kamu sudah di sentuh sama bajingan-bajingan itu ?" tanya El secara beruntun.


Tubuh Putri bergetar hebat, ia takut melihat El. Bahkan saat El memeluknya dia tak membalas pelukan lelaki itu.


Melihat Putri yang diam saja, membuat El semakin khawatir. Ia melepaskan pelukan itu dan menatap Putri dengan pedih. "Tenang sayang, sekarang kamu aman sama aku. Kamu bisa cerita kalau keadaanmu sudah lebih baik. Aku tahu kamu masih syok sekarang." El mengecup kening Putri lama. Memberikan wanita itu kenyamanan.


"Bawa ketiga sampah itu ke penjara bawah tanahku yang berada di mansion Las Vegas. Siksa mereka dengan kejam, tapi jangan sampai membunuhnya, karena aku sendiri yang akan membunuhnya!" titah El pada Fred dan kelima orang bodyguard yang di bawa oleh El.


"Dan Fred, belilah hotel ini atas namaku sekarang! Minta mereka untuk tidak masuk kedalam kamar hotel ini, sebelum orang kita membersihkan seluruh darah yang berceceran ini. Dan jika ada pegawai hotel yang tahu, segera tutup mulut mereka!" perintah El pada Fred.


Mendengar semua ucapan El yang memerintahnya, segera Fred menganggukkan kepalanya mengerti lalu membawa ketiga orang yang sudah tidak berdaya ini ke rooftop, karena helicopter mereka sudah siap membawa mangsa tuannya ini menuju Las Vegas.


"Tenanglah, kita pulang sekarang..." bisik El tepat di telinga Putri saat tidak ada lagi orang di ruangan itu.


"Leonello seorang iblis....."


...o0o ...


JANGAN LUPA LIKE+KOMEN+GIFTNYA KAKAK SAYANG 🥺🥺🥺


SEMOGA GAK BOSEN YA BACANYA 🤍


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...

__ADS_1


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰


TERIMA KASIH SEMUANYA


__ADS_2