
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Sandra dan Putri makan dalam diam. Setelah pembicaraannya tadi, entah mengapa Putri merasakan perasaan lega yang luar biasa.
Sesuai ucapan dan permintaan Sandra, mulai saat ini Putri akan menjaga jaraknya dengan El. Dan ia berjanji tak akan mengecewakan Sandra.
Putri menaruh harapan besar pada Sandra, diam-diam ia melirik Sandra yang tengah asik bermain dengan ponselnya.
"Aku tak akan mengecewakan nyonya Sandra, lagipula aku juga tidak mau diperalat oleh El. Aku juga tak butuh uang haram yang diberikan El padaku," batinnya tersenyum manis.
"Kenapa kau tersenyum seperti orang gila begitu ?" tanya Sandra heran.
Lamunan Putri buyar seketika setelah mendengar ucapan Sandra, kini ia mefokuskan dirinya pada Sandra.
"Tidak ada nyonya, hanya saja saya teringat dengan adik saya," jawabnya berbohong, tak mungkin juga ia mengatakan yang sebenarnya pada Sandra.
Kepala Sandra menganggukkan kepalanya mengerti. "Saat ini kau tidak perlu khawatir mengenai keluargamu, karena aku yang akan membiayai hidup kalian bertiga!" jawabnya santai.
Mata Putri berbinar menatap Sandra, sungguh ia sangat senang dengan wanita itu. "Tentu nyonya, anda menang sangat dermawan!" jawab Putri cepat.
Sandra tersenyum kecil mendengar pujian yang dilontarkan padanya. "Asal kau tahu batasanmu!" peringat Sandra lagi.
Putri tersenyum kecil lalu menganggukkan kepalanya singkat. "Tentu saja nyonya, percayakan saja padaku. Jika tuan bermacam-macam saya akan segera memberitahu nyonya," jawab Putri yang membuat Sandra tampak puas.
"Kau memang pengertian," ucap Sandra senang, tanpa sadar menggenggam tangan Putri. "Apapun untuk anda, nyonya." Putri membalas genggaman tangan Sandra.
Mereka berdua terlihat sangat akur sekarang, tanpa di sadari jika ada seseorang yang merekam perbicangan mereka.
Orang itu tersenyum sinis menatap kedua wanita malang yang tidak berguna. "Yang satu wanita tua yang tak dianggap oleh suaminya, dan yang satu lagi wanita jal*****ng yang hanya dimanfaatkan tubuhnya," gumamnya menatap sinis kedua wanita itu.
"Hah...." orang yang berpakaian maid itu segera mematikan alat perekam suara, saat ada salah satu maid dalam kearahnya. "Kita lihat saja akhir dari drama ini...." batinnya sinis sembari melanjutkan pekerjaannya di dapur.
Sementara Putri dan juga Sandra mereka terus mengobrol mengenai kegiatan mereka pada hari ini. "Jadi begitu, hari ini kita akan ke yayasan milikku karena El sudah memanggil para awak media. Kita akan klarifikasi tentang dana sumbangan yayasan di sana."
"Kau akan berbicara banyak di sana, jadi aku harap kau benar-benar paham tentang masalah yang terjadi pada yayasanku itu," sambung Sandra serius.
Dengan segera Putri menganggukkan kepalanya cepat. "Saya mengerti nyonya, saat Fred menjemput saya kemarin, dia telah memberikan saya bahan bacaan mengenai masalah anda. Dan saya yakin, kita bisa memperbaiki nama baik anda!" jelas Putri.
__ADS_1
"Baiklah, sekarang kau siap-siap dan tunggu aku di mobil!" perintah Sandra, dengan cepat Putri berdiri dari kursinya untuk kembali masuk ke kamarnya, bersiap-siap.
Sandra juga ikut berdiri, namun ada seseorang yang menghalangi jalannya. Ia menatap malas wanita itu. "Ada apa Rexa ?" tanya Sandra pada maid yang mengurusi dirinya itu, atau bisa di bilang maid pribadi Sandra.
"Kenapa nyonya sangat dekat dengan dia ?" tanya Rexa yang seperti kesal melihat interaksi mereka.
Istri El itu tersenyum kecil lalu melanjutkan langkah kakinya menuju lift diikuti oleh Rexa yang masih penasaran, ingin mendengar jawaban Sandra.
"Jika aku tak berteman dengannya, aku akan mendapatkan 2 kesialan," jawab Sandra yang membuat Rexa bingung.
"Kesialan apa nyonya ?" tanya Rexa.
"Yang pertama aku selamanya tak akan memiliki anak dari suamiku, dan yang kedua aku kehilangan suamiku," jawab Sandra bersamaan dengan pintu lift yang terbuka. "Tidak perlu kau khawatirkan aku Rexa, dia berjanji tidak akan merebut El dari ku," sambungnya dengan senyum kecil menghiasi wajahnya yang tampak lesu.
...o0o...
Setelah hampir 3 jam El mengadakan rapat dengan para calon investornya, akhirnya sejak 5 menit yang lalu pekerjaan yang sangat ia tak sukai itu berakhir juga.
Kini ruangan rapat yang sangat luas itu hanya berisi El dan juga Fred saja. Jadi mereka berdua bebas melakukan apapun tanpa perlu menjaga image mereka.
"Hah..." El menghela nafas panjang, sembari merebahkan tubuhnya pada kepala kursi yang empuk itu.
Fred yang sedari tadi berada di samping bos-nya ikut tersenyum melihat keberhasilan tuannya itu.
Lalu pria itu juga tak memarahi salah satu staf di perusahaannya saat melakukan kesalahan. Biasanya El akan memecat langsung pekerjanya yang memiliki kesalahan, namun kali ini El memaafkannya dan meminta orang itu untuk tak mengulang kesalahannya lagi.
Fred tersenyum diam-diam, ia senang dengan berubah sikap El yang tampak tenang hari ini.
"Akhirnya mereka pergi, jadi aku tak perlu berpura-pura menjadi orang asing lagi," gumam El dengan mata terpejam.
Tangan kanan El itu menganggukkan kepalanya setuju. "Benar tuan, mereka sudah pergi. Dan kita berhasil mendapatkan investor lagi," ucap Fred senang.
Mendengar ucapan Fred membuat senyum kecil terbit pada wajah El. "Tentu saja, karena itu adalah aku," jawab El sombong.
Pria itu kembali membuka matanya dan berdiri dari duduknya. "Ayo kita lanjut bekerja," titah El.
Dengan segera Fred berjalan terlebih dahulu untuk membukakan pintu ruang rapat itu untuk El, dan kembali berjalan di belakang El.
"Apa tuan tidak ingin makan siang terlebih dahulu ?" tanya Fred bingung.
Saat ini jam menunjukkan pukul 11 siang, dan ini saatnya jam makan siang. Lalu kenapa El memintanya untuk melanjutkan pekerjaannya ?
"Tidak, aku tidak makan siang. Karena aku harus pulang cepat mulai sekarang," jawab El dengan senyum kecil, seorang wajah wanita menjerit namanya dengan keluh keringat membasahi tubuh mereka terlintas dalam benak El.
Kening Fred berkerut, ia nampak bingung dengan tuannya. "Kenapa tumben sekali tuan ?" Ada apa ?" tanya Fred heran.
__ADS_1
"Tidak ada apa-apa hanya aku harus memberi makan kucing peliharaan ku di rumah. Dan jika kau ingin makan siang, makan lah dan cepat kembali," jawab El lagi.
Fred menggelengkan kepalanya, ia menolak tawaran El. "Tidak tuan, saya ingin menemani Anda."
Tangan kanan El itu membukakan pintu ruang kerja El, setelah El masuk ke dalam ia segera menutup kembali pintu untuk memberikan El fokus dengan pekerjaannya.
Sementara dirinya masuk kedalam ruang kerja miliknya yang berada di depan ruang kerja tuannya.
Pria itu duduk di kursi kebesarannya dengan sebuah pertanyaan hinggap dalam pikirannya. "Kucing ?" gumamnya.
Fred menggigit bibir bawahnya, ia tampak berfikir siapkah 'kucing' yang dimaksud oleh tuannya.
Seketika wajah Putri terlintas di kepalanya. Fred menjentikkan jarinya di udara. "Rupanya tuan akan lama bermain-main dengan wanita itu," gumamnya.
"Hah...." Fred menghela nafas panjang. "Bagaimana pun, tak akan ku biarkan posisi nyonya Sandra tergantikan," sambungnya.
Tring....
Notifikasi ponsel milik Fred berbunyi, segera ia mengeluarkan ponsel miliknya dari dalam saku jasnya.
"IDENTITAS LENGKAP SABRINA PUTRI RICCI," gumam Fred membaca dokumen itu.
"Sepertinya anak buahku dengan cepat menemukan profil wanita itu," ucapnya senang.
Karena penasaran, ia menutup kembali laptopnya dan memfokuskan dirinya hanya pada ponselnya itu.
Fred membaca semua profil Putri yang tertera di dokumen itu. Namun saat melihat ada yang janggal dalam informasi itu, ia segera menghidupkan kembali laptopnya.
"Aku sepertinya tak asing dengan nama Ayah dari wanita itu," gumam Fred.
Laptop menyala, segera Fred membongkar semua file yang tersimpan, dan membuka dokumen rahasia perusahaan yang di buat pada puluhan tahun lalu, saat Ayah El menjadi Presdir di perusahaan ini.
"Edoardo Ricci ?"
Mata Fred membulat terkejut dengan penemuan yang ia dapatkan. "Aku harus menjaga rahasia ini, sepertinya tuan juga sudah mengetahui fakta ini," gumamnya.
"Lebih baik aku menjauh saja beberapa saat dari Putri. Jika wanita itu berulah, aku akan memberitahu Ayah angkat tuan," sambung Fred mantap.
...o0o ...
LIKE + KASIH GIFT DONG KAKAK 🥺
oh ya kayaknya Ratu mau ganti judul deh....
soalnya nanti takut gak nyambung sama sekuelnya. Jadi jangan kaget ya nanti kalo judulnya ganti 🤣🤣
__ADS_1