
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
...WARNING.......
...21+ ONLY 🙏🙏🙏...
...o0o...
"Aku tidak marah sayang, karena aku mencintaimu. Aku tidak mau kehilangan kamu...." Sandra menjeda kalimatnya, ia berkali-kali menarik nafas saat dadanya terasa sesak.
"Aku tahu mungkin karena tubuhku tidak membuatmu berselera. Tapi aku mohon jangan ceraikan aku, karena meskipun aku jelek dan juga membuat mu tidak bisa mendapatkan kenikmatan aku bersumpah akan setia seumur hidup denganmu !"
El mengeram marah dan juga tidak terima dengan ucapan Sandra. Menghina Sandra berarti menghina dirinya karena Sandra adalah istrinya.
"Kamu cantik San, dan tubuh mu juga sangat menarik. Jangan pernah kamu sekali saja merendahkan dirimu karena itu sangat membuatku marah. Kamu adalah istriku, menghina mu berarti menghina diriku! jelas El marah. "Aku tidak mungkin salah dalam memilih istri, Sandra!" sambungnya.
Sandra kembali mengusap kasar air matanya yang terus saja mengalir deras pada wajahnya, ia menatap El dengan penuh kekecewaan.
Perlahan Sandra melepaskan pegangannya pada bahu polos El.
"Lalu kenapa kamu seperti ini, sayang ?" tanyanya dengan sesegukan.
El diam di tempat tak menjawab pertanyaan Sandra setelah wanita itu menanyainya beberapa menit yang lalu.
Suara tawa yang terdengar menyedihkan menggema di ruangan itu. Sandra tertawa melihat ketidakberdayaan suaminya menjawab pertanyaannya.
"Sebegitu hina-nya aku ?" tanya Sandra yang sudah berhenti tertawa, menatap El sendu.
"Sekarang katakan apa yang kau mau," ucap El mengalihkan pembicaraan.
"Anak!" jawab Sandra cepat.
Sedetik kemudian, El menggendong tubuh Sandra ala bridal style dan membawa tubuh itu untuk di bantingnya di atas ranjang.
Mereka berdua saling menyatukan benda kenyal mereka, saling bertukar saliva dengan sangat menggebu-gebu.
Tentu saja tangan El tak tinggal diam, tangan pria itu sudah menyelusuri titik-titik tubuh Sandra yang sudah sangat El hafal bagian sensitifnya.
Suara kenikmatan keluar dari mulut Sandra, wanita itu tampak tak berdaya dengan sentuhan manis yang El berikan kepadanya.
__ADS_1
El melepaskan handuk kecil yang merupakan satu-satunya kain yang membalut tubuhnya ke sembarang arah.
Dengan tak berperasaan El menggesek intinya pada milik Sandra tanpa ada niat di mas*uki ke dalamnya.
Sandra menggeram marah dan tak terima, suara desahannya juga sudah terdengar sangat keras.
Dengan segera ia membalikan tubuhnya dan mulai memasukkan bagian inti El padanya dengan perlahan.
Mereka saling menyahut nama mereka masing-masing dengan keras. Suara tamparan itu membuat mereka semakin bernafsu.
Setelah mencapai puncaknya, Sandra dan El meneriaki nama masing-masing dengan deru nafas yang saling bersahutan.
Tubuh Sandra yang melemas tertidur di atas tubuh El karena kelelahan. Dengan segera El memposisikan Sandra untuk berbaring di sebelahnya karena dirinya juga merasa juga
kelelahan.
Setelah hampir satu jam beristirahat, El nampak siap kembali. Ia melirik Sandra yang sudah tertidur pulas, dengan inisiatif El mengecup bahu terbuka Sandra, mengkode wanita itu untuk melanjutkan permainannya.
"Apasih sayang...sudah besok lagi!" jawab Sandra sembari memejamkan matanya.
"Satu kali lagi terus aku tak akan meminta lagi! Aku mohon..." mohon El pada Sandra namun wanita itu lagi-lagi menolaknya.
"Aku capek sayang, besok lagi!"
"Tapi kita baru melakukan satu kali. Aku mohon...."
"Tidak!"
Sandra membuka matanya dan menatap nyalang El. Ia sungguh kesal dengan suaminya itu, apa tidak bisakah pria itu puas hanya satu kali permainan ?
"Tidak! Besok saja!" jawabnya sewot dan kembali tidur.
El menghela nafas dan menjambak rambutnya frustasi. "Bagaimana pun ini harus di tuntaskan! Daripada aku pusing dan tidak bisa bekerja besok pagi!" batin El.
...o0o...
Ceklek....
Pintu kamar itu terbuka, keadaan kamar itu terlihat gelap gurita. Dengan perlahan pria itu memasuki kamar dan tak lupa untuk mengunci pintu kembali.
Ia bergerak berjalan untuk menghidupkan saklar lampu.
Lampu kini telah menyala, bisa El lihat Putri tengah tidur dengan pulas menggunakan gaun tidur tipis berbahan satin warna merah.
Jakun El bergerak naik turun. Lihat kan, bahkan tanpa pemanasan tubuh kecil miliknya di bawah sudah siap untuk mengeksekusi Putri.
Dengan perlahan El menarik selimut Putri dan membuangnya asal. Jantungnya berdegup kencang seperti seseorang yang tengah mencuri sesuatu.
__ADS_1
Pria itu duduk di tepi ranjang yang dekat sekali dengan Putri dan menciumi seluruh wajah wanita itu dengan sayang.
Tangannya menyentuh dua benda kenyal yang ada pada tubuh Putri, memainkannya seperti seseorang yang sangat gemas dengan benda itu.
"Eughh...." lenguh Putri tanpa sadar, tapi wanita itu masih terus saja tertidur.
Tidak puas hanya dengan tangan, kini El menggunakan benda lunak yang tak memiliki tulang yang ada pada mulutnya untuk bermain dengan bola kenyal itu.
Lagi-lagi Putri tak merespon apapun, hanya terdengar suara lenguhan yang cukup keras. Setelah itu tidak ada suara lagi.
Tangan El bergerak menuju pusat tubuh Putri, di pegang dengan lembut dan memainkan itu dengan perlahan.
Merasa sudah cukup, El memposisikan dirinya di atas tubuh Putri dan segera menyatukan intinya dalam tubuh Putri tanpa basa-basi.
Seketika Putri bangun dan dengan mata yang melotot. "AARGHGHHHH....HMMMMM..." mulutnya yang berteriak di bekap dengan tangan El.
Mata Putri mengeluarkan air mata saat El mulai menggerakkan tubuhnya.
Tak ada ******* yang keluar dari mulut Putri, sungguh wanita cantik itu terlihat sangat syok dengan perlakuan yang El berikan padanya.
Berbeda dengan El yang terus menerus bergerak dengan kasar dan mendesah karena kenikmatan yang ia dapatkan.
El melakukan berkali-kali hingga pukul 3 pagi, dan Putri juga sudah tidur karena kelelahan.
Cup....
El mencium lembut kening Putri. Lalu bergerak untuk merapikan kembali pakaiannya dan berniat untuk keluar dari kamar Putri.
Namun sebelum itu, ia mengeluarkan kotak perhiasan dari saku celananya dan mengeluarkan gelang cantik nan mahal itu.
Ia meletakan kotak perhiasan itu di atas nakas dan memakaikan gelang itu di pergelangan tangan kiri Putri.
"Semoga kau suka," gumamnya sembari mengecup punggung tangan Putri.
...o0o...
...o0o...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
__ADS_1
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA