
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
"Hah...." Putri menghempaskan tubuhnya di atas kasur. Tubuhnya benar-benar terasa lelah, apalagi ia juga tidak tidur semalaman.
Ia meraih ponsel, lalu menatap foto adiknya yang sengaja dia jadikan foto wallpaper ponsel nya. Putri tersenyum senang, hanya melihat itu.
"Aku merindukanmu, dik..." gumamnya.
Bukankah lebih baik, jika ia menelfon adiknya saja ? Dan bertanya tentang bagaimana kehidupan adiknya itu selama beberapa ia tak menelfon ?
Ide yang bagus...
Namun saat akan memencet tombol panggil pada nomer adiknya, ada panggilan masuk dengan nomor asing ke ponselnya.
"Siapa ?" tanyanya bingung. Pasalnya tidak ada yang tahu nomer Putri yang di sini. Hanya sebagai orang saja.
Kring....kring....kring...
Panggilan masuk itu datang untuk ke yang tiga kalinya, dan karena penasaran akhirnya Putri menerima panggilan telfon dari nomor yang tak di kenal itu.
"Ha–halo ?" tanyanya.
"Put jangan gugup, ini aku Nathan!"
Putri menghempaskan nafas lega saat tahu siapa orang yang menelfonnya ini. Karena sudah beberapa hari sejak mereka bertemu kemarin, Nathan sama sekali tidak menghubunginya sama sekali.
"Nath! Aku pikir kau tidak akan menghubungi ku!"
Terdengar suara gelak tawa di ujung telfon, sepertinya Nathan tengah meledeknya.
"Kenapa ? Kau merindukanku ? Aku tahu jika aku tampan, tapi aku tidak bisa bermain-main dengan wanita kesayangan Leonello sekarang..".
Putri mendengus sebal mendengar jawaban Nathan, "percaya diri sekali pria ini..." batinnya. Namun Putri tak akan menganggapi godaan Nathan, ia akan menceritakan apa yang telah ia lakukan kemarin.
Wanita itu bercerita pada Nathan, bagaimana rencananya gagalnya yang ingin membunuh Nathan, karena emisinya sesaat.
"Kau gila Put! Tolong jangan sembrono! Leonello bukanlah lelaki biasa! Jika kau membunuhnya bukan hanya kau yang akan mati, tapi seluruh keluargamu sampai ke akar-akarnya akan di bantai semua oleh keluarga De Luca. Jangan lupakan siapa Leonello itu."
Putri menggigit bibir bawahnya takut mendengar penjelasan Nathan yang memang semuanya itu adalah fakta.
"Kau tahu Nath, aku melakukan hanya karena emosi sesaat. Dulu aku berfikir jika El mencintaiku tulus, tapi ternyata hanya ingin membalaskan dendam."
"Aku tahu, tapi dengarlah. Jika kau ingin membalas dendam jangan melakukan tindakan yang bodoh. Saat ini semua tahu, dan Leonello juga tidak dapat menyembunyikan fakta jika kau adalah wanita favoritnya. Bahkan istrinya saja tahu jika kau wanitanya sekarang," Nathan mencoba menjelaskan pada Putri.
Sekali lagi, Putri membenarkan ucapan Nathan. Meskipun ia juga tidak tahu, kenapa El tampak tergila-gila dengan tubuhnya.
"Lalu apa yang harus kulakukan untuk membalas dendam ?"
"Sebaiknya kita bertemu dan aku akan menjelaskannya padamu."
Putri menggelengkan kepalanya cepat menjawab pertanyaan Nathan di ujung telfon. "Tidak bisa, El saat ini sedang libur bekerja. Ia akan seharian di rumah."
__ADS_1
"Baiklah, jika begitu dengarkan aku baik-baik!"
Putri menganggukkan kepalanya semangat, tanpa menjawab ucapan Nathan.
"Saat ini kau adalah wanita milik El. Yang harus kau lakukan adalah menuruti semua keinginan pria itu tanpa penolakan. Buat El semakin tergila-gila padamu. Berlakulah manis dan rebut hati El sepenuhnya."
"Jika kau sudah mendapatkan sepenuhnya hati El, apapun yang kau minta pasti akan terkabulkan. Dan setelah itu kau bisa meminta setengah saham yang El punya pada perusahaan De Luca."
Nathan mengantungkan ucapannya, menunggu respon Putri.
"Setelah aku mendapatkan saham itu, apa yang akan kita lakukan setelahnya ?"
"Membuat El menjadi budakmu, dan membuat pria itu hancur secara perlahan..."
Tok...tok...tok...
"Baiklah, kita akan membicarakan ini nanti. Ada seseorang yang mengetuk pintu kamarku!" ucap Putri dan tanpa menunggu ucapan Nathan ia segera mematikan ponselnya.
Tok... tok...tok....
Segera ia menuruni ranjangnya dan berjalan menuju pintu, untuk melihat siapa yang menganggu dirinya.
"Ada apa ?" tanya Putri dengan malas saat melihat maid yang membuat dirinya terjebak di kamar mandi dengan El ada di depan kamarnya.
"Kau masih saja memasang wajah masam kepadaku," jawab maid itu tak suka dengan ekspresi wajah yang Putri berikan.
Putri memutar bola matanya malas dan menatap maid itu tanpa minat. "Ada apa ?" tanyanya lagi.
Terdengar suara helaan nafas dari maid itu. "Tuan memintamu untuk membawakannya jus jeruk ke kolam renang, tuan sedang berenang sekarang!" titahnya.
Wajah Putri yang semula masam kini tersenyum cerah mendengar ucapan maid itu, ia jadi teringat ucapan Nathan yang menyuruhnya untuk mengambil hari El.
Putri menjulurkan lidahnya ke arah maid itu, mengejek!
...o0o...
Putri berjalan dengan anggun, sembari membawa nampan yang berisikan segelas jus jeruk dengan susu favorit El menuju kolam renang.
Para bodyguard membukakan pintu kaca untuk Putri, dan wanita itu segera memasuki ruangan kolam renang itu.
Ia berjalan menuju tepi kolam renang, dan duduk di sana. Kedua kakinya masuk ke dalam kolam dan bermain-main dengan cara menghentak-hentakan kakinya.
"Tuan, ini minumannya," teriak Putri pada El yang sepertinya belum sadar akan kehadirannya.
El yang berada di pojok kolam renang, segera membalikkan badannya dan tersenyum kecil saat melihat wanitanya asik bermain-main dengan air.
Senyumannya semakin melebar saat menyadari Putri menggunakan celana jeans pendek dan baju putih yang me****ne***ra***wang.
Segera ia berenang menuju dimana wanitanya itu duduk, di tepi kolam dekat dengan hand railing, atau biasa di sebut pegangan tangan dalam kolam renang.
"Senang bermain air ?" tanya El yang tiba-tiba keluar dari pertengahan kaki kanan dan kaki kiri Putri.
Sementara Putri yang melihat El muncul secara tiba-tiba berada di tengah-tengah pahanya itu tentu saja terkejut. "Kau mengejutkan ku, tuan..." ucapnya sembari mengelus dadanya.
El tersenyum singkat lalu mengecup kedua buah paha Putri yang tak di tutup oleh kain itu gemas.
Cup...
Cup...
__ADS_1
"Seksi, Put..." gumam El pelan namun bisa terdengar oleh Putri.
Itu membuat Putri semakin yakin jika laki-laki di depannya ini sepertinya benar-benar menyukai tubuhnya.
"Teruskan berenang, tuan. Agar otot tubuh tuan semakin terbentuk." Putri tersenyum lalu menolehkan kepalanya ke samping mengambil segelas jus jeruk yang sudah ia buat dan menyodorkannya pada El. "Tapi sebelum itu minumlah jus jeruk ini, agar tuan semakin bertenaga."
Dengan senang hati El meminum jus jeruk itu, dengan mata yang masih menatap Putri. Setelahnya ia menaruh gelas itu di samping Putri dan menatap Putri dalam.
"Berenang lah bersamaku," ajak El.
Putri menggelengkan kepalanya cepat, ia mengerucutkan bibirnya sebal. "Bukankah tuan tahu jika saya tidak bisa berenang," ucapnya.
El tersenyum kecil, lalu menarik tangan Putri pelan, bermaksud agar wanita itu ikut turun ke kolam renang.
Tapi tentu saja Putri menolak, dan mempertahankan tubuhnya di atas.
"Tenang saja aku tidak akan membiarkan mu terluka, aku akan menjagamu di sini," ucapnya dan sekali lagi Putri menolak.
"Apa lagi ? Kau tak percaya kepadaku ?" tanya El bingung.
Putri menggelengkan kepalanya cepat, menatap El takut-takut. "Bu–bukan seperti itu, tuan.." jawabnya. "Lalu apa ?" tantang El.
Wanita itu membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah bodyguard yang kini juga menatap mereka berdua.
El mengikuti arah pandang Putri, dengan wajah bingungnya. "Ada apa ?" tanyanya.
"Saya di sini hanya asisten nyonya Sandra kan tuan. Jika sampai ada yang mengadukan saya berenang dengan tuan bisa-bisa saya di bunuh oleh nyonya Sandra. Sedangkan saya harus menghidupi keluarga kecil saya," cicitnya takut-takut.
Byurrr......
Dengan sekali hentakan, El menarik tubuh Putri dan membuat wanita itu kini sepenuhnya berada di kolam renang.
Dan El dengan setia memeluk tubuh Putri hingga membuat wanita itu tak merasakan takut lagi.
"Tidak ada satupun orang yang bisa membunuhmu! Tidak ada satupun orang yang bisa menjelekkan mu atau membicarakan mu dari belakang di mansion ini! Tidak ada satu orang pun yang mengadukan perbuatan kita pada Sandra!"
"Karena aku akan menjagamu dan membunuh siapa saja yang menyakitimu!" bisik El lembut tepat di telinga Putri.
...o0o...
AYO RENANG BARENG SORE-SORE 🥺🥰
PUTRI DI KOLAM RENANG...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
JANGAN LUPA KOMEN + LIKE + GIF NYA KAKAK 🤧🤧🥺
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA
__ADS_1