
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Sandra menatap wajah El yang tengah tertidur pulas akibat percintaan panas mereka kemarin itu tersenyum senang.
Rasanya ia tak tega untuk membangunkan suami tampannya itu, apalagi saat ini El sedang tak menggunakan pakaian. Dengan puas Sandra bisa melihat dada bidang dan perut sixpack milik El.
Namun rasa tak teganya harus segera ia buang. Ia harus membangunkan El sekarang, karena ada sesuatu yang ingin ia lakukan bersama dengan El.
Setelah puas memandangi wajah tampan suaminya, Sandra memberanikan diri untuk mengelus lembut rahang tegas milik El.
Ia tersenyum tatkala El menggeram nyaman, dan semakin menempelkan tubuhnya pada Sandra dan menyembunyikan wajah El pada ceruk leher Sandra.
Sandra terkikik geli dengan aksi manja suaminya itu, hampir enam tahun mereka bersama, baru kali ini melihat sifat manja suaminya.
"Putri jangan ganggu..." bisiknya dengan suara khas bangun tidur yang berat.
Mendengar nama wanita lain di sebut membuat ego Sandra tersentil seketika, senyum yang tadi mengembang dan begitu tulus tergantikan oleh senyum canggung dan terlihat begitu bodoh.
"El bangun..." ucap Sandra sembari menepuk-nepuk punggung suaminya itu pelan.
Ia tak akan sakit hati untuk sekarang, ia tak akan merusak suasana hatinya yang bagus untuk saat ini hanya gara-gara Putri.
Mungkin El saat ini memang dekat dengan Putri, sering menghabiskan malam bersama. Tapi jika El sudah mengetahui faktanya darinya sudah pasti, fokus El hanya pada Sandra.
"El bangun...." ucap Sandra membangunkan El untuk yang kesekian kalinya. .
"Hmmm...." pria itu menggeram dan menjauhkan dirinya dari Sandra dengan mata yang membulat terkejut.
"Kenapa kau ada di sini ?" tanya El menyelidik.
Sandra tersenyum malu-malu, dan memainkan bulu-bulu halus yang terdapat pada dada El dengan jari telunjuknya.
"Kamu lupa ? Kemarin kita kan berhubungan..." jelas Sandra. "Kamu bilang, kamu rela gak pergi ke Las Vegas hanya untuk bermalam dengan ku," sambungnya lagi dengan wajah memerah malu.
Kemarin malam El benar-benar membuat Sandra terbang melayang ke langit ketujuh setelah mendengar godaan El untuknya.
Padahal sudah beberapa kali Sandra menolak berhubungan intim dengan El, karena ia takut jika kantong janinnya ini akan gugur. Tapi semalam rupanya Sandra benar-benar dibuat melayang dengan ucapan manis El dan akhirnya mereka melakukannya.
"Bukan cuma itu, kamu juga memujiku cantik dan memiliki badan yang bagus. Kamu mengatakan bahwa hanya aku yang bisa membuat mu keluar berkali-kali," sambung Sandra malu-malu. Meskipun ia kesal karena saat berhubungan El selalu saja menyebut nama Putri.
El memejamkan matanya, saat memori otaknya kembali berputar. Ia mengingat dengan jelas apa yang terjadi semalam.
Pria itu mabuk dan seperti mengira jika Sandra adalah Putri. Jadi tanpa ia sadari ia berhubungan dengan Sandra tapi ia membayangkan jika yang berada di bawahnya adalah Putri.
"Hah..." El menghela nafas panjang, lalu menatap Sandra singkat. "Ya, aku ingat semuanya," sambung El sembari berdiri dari tidurnya untuk menuju kamar mandi.
Wajah Sandra semakin memerah mendengar ucapan suaminya. Ia berdiri, lalu mengikuti suaminya yang sudah masuk ke kamar mandi terlebih dahulu.
Lalu...
__ADS_1
Ceklek...
Sandra menutup pintu kamar mandi dengan kencang membuat El berjengit kaget. Pria itu menatap tak suka ke arah Sandra.
"Keluarlah! Aku ingin mandi dan bekerja. Jika kamu memintaku untuk melakukan itu, aku akan menolak!" ucap El tegas membaca pikiran kotor istrinya.
Sandra tertawa pelan, lalu berjalan menuju suaminya yang berada di wastafel sembari mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya.
"Apa itu ?" tanya El penasaran menatap benda pajang dan tipis di tangan Sandra.
"Sayang, ini namanya tespack. Alat pendeteksi kehamilan. Sekarang aku akan mengambil air urine ku dan menaruhnya pada gelas ini lalu memasukan testpack ini kedalamnya. Kita akan melihat bersama-sama apakah aku hamil atau tidak....."
...o0o...
Putri kini berada di dalam kamarnya, jam menunjukkan pukul 8 pagi. Dan ia masih belum mandi untuk menyiapkan sarapan El dan juga Sandra.
Entah mengapa perasaannya jadi tak menentu akhir-akhir ini. Dalam hatinya ia berdoa tidak terjadi sesuatu yang buruk.
"Hah..." Putri menghela nafas panjang, ia tidak ingin berlarut dalam pikiran buruknya. "Lebih baik aku mandi dan menyegarkan pikiranku!" sambungnya.
Dengan gontai wanita itu berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Tak perlu membutuhkan waktu lama untuk Putri, lima belas menit wanita itu sudah keluar dengan menggunakan bathrobe miliknya.
"Segar sekali," ucapnya mengalihkan pikiran buruknya.
Segera ia mengambil setelan baju di lemari dan memakainya.Lalu berjalan menuju meja riasnya untuk mempercantik wajahnya.
Serasa ia cukup puas dengan make-up simplenya, Putri berjalan untuk keluar dari kamarnya. Namun saat akan memutar kenop pintu, perasaannya semakin tidak enak.
Wanita cantik itu membalikkan badannya dan berjalan menuju nakas yang berada di samping ranjang.
Bisa-bisa ia mengganggu tidur adiknya, Putri mengurungkan niatnya, dan meletakkan ponsel itu kembali di atas nakas.
"Mungkin nanti malam saja aku menelpon Dinda, sekarang mungkin dia baru saja terlelap. Aku tidak ingin menggangunya."
Kring....kring... kring....
Bertepatan saat dirinya akan berdiri dari duduknya dan kembali berjalan keluar pintu, ponsel miliknya berdering nyaring.
Dug...dug...dug....
Jantung Putri berdetak lebih cepat dari sebelumnya, padahal ia tidak tahu siapa yang menelfon dan untuk apa si penelpon menelfonnya.
Dengan tangan gemetar, Putri mengangkat ponselnya dan melihat nama yang tertera di layarnya. "Dinda..." gumam Putri.
Berulangkali ia menelan salivanya sebelum akhirnya menerima panggilan telfon itu.
"Ya Din ?" tanyanya dengan suara bergetar. Ia sontak memejamkan matanya saat mendengar tangisan Dinda yang begitu menggebu-gebu.
Kakinya terasa lemas, Putri ambruk di ranjang saat mendengar tangisan Dinda.
"Kakak...hiks...hiks....hiks...tolong...."
"Ber–berhentilah menangis dan katakan ada apa..." sekuat tenaga Putri menormalkan suaranya agar tak terlihat bergetar.
"Mommy di tabrak sama mobil kak....hiks....hiks...hiks...Dinda sendirian kak..."
__ADS_1
Deg....
"Mommy udah gak ada kak....hiks...hiks...."
Putri memegang dadanya yang berdenyut nyeri, pandangannya mulai pudar akibat genangan air mata yang membasahi matanya.
"Mommy....hiks....hiks..."
"MOMMY!!!!!" teriak Putri kencang dengan emosinya.
Wanita itu menjambak rambutnya frustasi. Kenapa cobaan selalu mendatanginya ? Kenapa Tuhan tidak pernah bersikap adil padanya ? Kenapa harus selalu Putri yang di siksa oleh Tuhan ? Kenapa Tuhan membuat hidup Putri terlihat hina dan rendahan ?? Kenapa ?
Tangisannya pecah, Putri meraung-raung bak orang kesetanan.
Cahanya....
Pelitanya...
Tujuan hidupnya kini telah pergi meninggalkannya sendiri.
"Apa kau memang benar-benar ada Tuhan ? Kalau kau memang ada tunjukkan kuasa-Mu padaku....hiks....hiks....."
"Aku berjanji akan lebih patuh pada-Mu....kumohon kembalikan ibuku...."
Putri sudah tampak putus asa sekarang, pandangannya kosong dengan air mata yang terus mengalir pada wajahnya.
Penampilannya sudah sangat acak-acakan sekali.
Kring....kring....
Ponselnya kembali berdering nyaring, ia melihat tanpa minat pada ponselnya. Tak ada perubahan raut wajah pada wanita itu.
Tanpa minat ia menjawab panggilan telfon itu.
"Put, aku turun berbelasungkawa atas kepergian ibumu. Kamu jangan khawatir ya, semua akan aku urus mulai dari pemakaman hingga hal-hal kecil lain."
Putri tak menjawab telfon itu, tapi ia terus mendengarkan si penelpon.
"Aku akan mencari tahu siapa yang menabrak ibumu dengan gila itu. Menurut perkiraanku ini adalah orang suruhan Sandra ataupun Leonello. Kamu tetap harus waspada."
Mendengar nama kedua orang itu di sebut, emosi Putri menjadi naik seketika. "Manusia-manusia brengsek!" gumamnya tanpa sadar dengan tatapan mata kosong menatap dinding.
"Kamu tenanglah, asistenku Ash akan segera tiba di Indonesia. Dia akan menemani adikmu dan mengurus semua pemakaman ibumu."
"Terima kasih Nath! Hanya kamu yang baik padaku."
...o0o ...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
__ADS_1
TERIMA KASIH SEMUANYA