WANITA RAHASIA CEO

WANITA RAHASIA CEO
CHAPTER 56 - JANJI DENGAN AYAH EL


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


Nathan kini berada di mobil mewahnya untuk menuju mansion miliknya. Pria tampan itu terlihat tengah bingung memikirkan sesuatu sejak tadi pagi.


Melalui kaca spion yang berada di depan kemudi, asistennya Ash menatap tuannya bingung. Pasalnya tak biasanya Nathan pendiam seperti ini.


"Ada apa tuan ?" tanya Ash.


Nathan mengedipkan matanya beberapa kali, lamunannya buyar seketika saat suara Ash menginterupsinya.


Pria itu menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaannya tangan kanannya itu. "Ah, tidak. Aku hanya sedang memikirkan Putri."


Ash mengerti sekarang, Putri ya ? Jujur saja wanita cantik itu juga akhir-akhir ini memenuhi isi kepalanya.


Sungguh tak terduga menemukan Putri, anak dari tangan kanan Vixton.


"Saya juga seringkali memikirkan Putri, tuan..." ucap Ash.


"Apa yang kau pikirkan tentangnya ?"


"Wanita itu terlalu naif, hanya sekali bertemu kita dan melihat bukti-bukti yang kita berikan kepadanya. Dia sudah percaya dengan apa yang kita ucapkan," jawab Ash, Nathan menganggukkan kepalanya setuju. Ia mengalihkan pandangannya ke arah jalanan.


Benar apa yang dikatakan oleh Ash, wanita itu benar-benar naif. "Tapi bukankah ucapan kita tak semuanya berbohong ? Benarkan jika El yang membunuh ayah Putri. Meskipun tidak secara langsung..." jawabnya sembari tersenyum miring.


Ash menganggukkan kepalanya cepat untuk untuk menjawab pertanyaannya Nathan. "Ya tuan, kita hanya sedikit membumbui masakan agar lebih sedap jika dimakan."


"Saya juga dengar dari mata-mata kita yang berada di mansion El. Dia mengatakan selama sebulan terakhir El sudah terang-terangan bermesraan dengan Putri. Saya yakin El sudah masuk dalam perangkap kita..." sambung Ash.


"Tinggal sedikit lagi, dan kita akan mendapatkan saham itu!"


...o0o...


Mereka makan hidangan itu sembari bersenda gurau. Apalagi Sandra dan Thomas–paman El mereka berdua memang terlihat cukup dekat.


Sedangkan El hanya fokus pada perbincangannya dengan sang kakek dan sesekali menjawab pertanyaan Thomas jika di tanya saja. Selebihnya ia tidak ingin ikut bergabung dengan obrolan istrinya itu.


Lalu Risa yang hanya diam dan sesekali tersenyum pada El dan Sandra jika mata mereka saling berpapasan.


"Aku tidak menyangka jika kau semakin hebat, cucuku!" ucap Theo menatap El dengan sayang.


El tersenyum singkat dan menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan sang kakek. "Itu semua berkata doa dan ajaran dari kakek, Daddy Jeffery, dan uncle Thomas," jawabnya.


Mendengar namanya di sebut, Thomas tang sedari tadi tak melepas tatapannya dari Sandra kini menatap ponakannya.


"Meskipun begitu, itu semua adalah kemampuan El. Jika kita mengajarkan mu semua hal, tapi kau tidak bisa maka akan tetap stuck perusahaan itu. Lagipula aku hanya mengajarkan sedikit ilmu bisnis kepadamu." Terlihat Thomas benar-benar membanggakan sang keponakan.


Sandra tersenyum dan mengelus lembut tangan Thomas yang berada di atas meja. "Jangan merendah begitu uncle, El sukses juga berkat ilmu yang uncle berikan," ucap Sandra yang kini memuji Thomas.


"Bukankah begitu aunty ?" tanya Sandra menatap sang bibi yangs sedari tadi hanya menunduk dan mengaduk-aduk makanannya tanpa minat.

__ADS_1


Risa segera menegakkan kepalanya dan menatap Sandra. Ia tersenyum manis seraya menganggukkan kepalanya cepat. "Iya, kau hebat sayang..." cicitnya.


"Sudah-sudah jangan berdebat, ayo kita lanjut makan..." lerai Theo–kakek El.


...o0o...


Matahari telah berganti dengan bulan. Itu berarti sudah 3 jam acara keluarga untuk memperingati ulang tahun Theo berlangsung.


Mungkin sudah ratusan kali Putri menggerakkan kakinya kekiri dan kekanan untuk menghilangkan kram yang setiap satu jam sekali datang pada kakinya.


Ia melirik Fred yang berdiri di sebelahnya, tidak ada tanda-tanda laki-laki itu merasakan kram atau pegal. Selama 3 jam mereka di sini, Fred sama sekali tidak menggerakkan kakinya.


"Kapan ini akan selesai ?" batinnya kesal. "Jika memang acara ini berlangsung lama, tidak bisakah mereka memberikan ruang sendiri untuk para asistennya?" sambungnya kesal.


Hingga beberapa saat kemudian, terdengar suara langkah kaki mendekat kearahnya.


Secara reflek Putri membalikkan badannya dan menatap penuh keterkejutan kepada pria itu. "Daddy Jeff???" batinnya.


Sementara pria yang ditata Putri itu juga menampilkan wajah terkejutnya. Selama beberapa detik ia menghentikan langkah kakinya dan hanya fokus pada Putri.


Tanpa sadar tangannya menunjuk ke arah Putri. "Ka–kamu...." ucapnya.


Fred yang sadar dengan sikap aneh Putri, yang sejak beberapa detik lalu membalikkan badannya. Ia pun ikut membalikan badannya dan menatap apa yang Putri lihat.


Dengan segera Fred membungkukkan badannya dan memberi salam secara resmi pada ayah dari tuannya itu.


"Selamat malam, tuan Jeffery!" sapa Fred cukup keras.


Mendengar nama Jeffery di sebut, keluarga De Luca segera mengalihkan pandangannya ke arah Fred.


Mereka tersenyum senang, melihat kehadiran Jeffery yang katanya tak bisa hadir itu.


Jeffery segera memutuskan pandangannya pada Putri dan berjalan menuju ayahnya dengan sengaja ia menabrak bahu Putri cukup keras.


Dan itu semua El dapat melihat, saat mata El bertemu dengan Daddy-nya, secara sengaja Jeffery memberikan tatapan mengerikan pada El.


"Selamat ulang tahun, Dad..." ucap Jeffery memeluk singkat Theo, dan mereka saling berpelukan singkat.


Jeffery duduk di salah satu kursi dengan mata yang menatap El penuh kesal. Sementara El hanya tersenyum miring menatap Daddy nya yang sepertinya akan meledak itu.


Lalu tatapan Jeff beralih pada Putri yang menundukkan kepalanya. "Aku benci akan pengkhianatan!" batin Jeff.


...o0o ...


Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi, dan acara keluarga de Luca. Dan mereka semua sudah akan pulang ke mansion mereka masing-masing.


Thomas dan juga istrinya kini saling berpelukan pada Sandra dan El singkat untuk berpamitan pulang.


"Uncle dan aunty pulang dulu ya. Kalian berdua hati-hati di jalan," pamit Thomas.


Sandra dan El menganggukkan kepalanya singkat. "Iya uncle, kita akan berhati-hati," jawab Sandra sembari tersenyum manis.


Karena gemas, Thomas mengacak rambut Sandra singkat dan berjalan memasuki mobilnya beriringan dengan Risa.


Setelahnya Sandra dan Fred memasuki mobil Limousine milik El, meningkatkan El dan Putri yang masih berdiri di luar mobil.


Namun saat El ingin memasuki mobil, ada suara seseorang yang memanggil namanya.

__ADS_1


Jeffery memanggilnya dan meminta El untuk berbicara sebentar dengannya. "Baiklah Dad, tunggu sebentar."


Tubuh Putri yang sedari tadi bergetar hebat karena ketakutan akibat tatapan laut yang diberikan Jeffery padanya hanya bisa menundukkan kepalanya saat Jeffery lagi-lagi ada di hadapannya.


"Kau masuk ke dalam mobil dulu!" titah El pada Putri.


Mendengar perintah El membuat seluruh tubuh Putri lega seketika. Secepat mungkin ia berjalan masuk ke dalam mobil, takut-takut jika namanya akan di panggil oleh Jeffery.


"Aku selamat....."


...o0o ...


"Ada apa Dad ?" tanya El santai.


Jeffery menatap putranya itu kesal, dengan dada yang naik turun menahan emosi. Jeffery menunjuk anaknya itu dengan jari telunjuknya.


"Apa-apaan kamu El!" teriak Jeffery kesal. "Bagaimana bisa kamu berhubungan lagi dengan wanita ular itu ?" tanyanya lagi.


El mengepalkan tangannya, ia tak suka jika Putri di hina seperti itu. "Maksudnya apa Dad ? Wanita ular ? Dia ad–"


"JANGAN MEMBANTAH DADDY!!!!" teriak Jeff nyalang.


Segera El mengalihkan pandangannya, dengan tangan yang masih terkepal kuat hingga urat-uratnya tangannya terlihat.


Jeffery berjalan mendekati sang anak, dan memegang bahu El cukup keras. "Kamu lupa apa yang dia lakukan padamu ? Kamu lupa siapa ayahnya ?"


El memejamkan matanya saat ingatannya kembali berputar pada masa-masa kelamnya. Yang sukses membuat hidupnya hancur.


"Gara-gara dia kamu sudah tidak bisa mengenal apa itu cinta. Gara-gara dia tuan Regan dan nyonya–" Jeff tidak bisa melanjutkan lagi kata-katanya.


Tanpa sadar ia menangis saat mengingat kejadian nyonya tertembak oleh salah satu anak buah Regan yang di bawa oleh Ed.


Melihat ayahnya menangis segera El memeluk tubuh sang ayah erat. "Kamu sudah punya Sandra, anakku. Janganlah kamu mengkhianatinya, hiduplah bahagia dengan Sandra tanpa ada bayang-bayang masa lalu."


El menganggukkan kepalanya mengerti, ia terus mendekap tubuh ayahnya erat. "Iya Dad, hanya karena kamulah aku sampai detik ini tidak menceritakan Sandra. Dan selamanya aku tidak akan menceritakan Sandra."


"Aku dengan wanita itu hanya bermain-main saja, Dad..." sambung El.


Jeffery melonggarkan pelukannya dan menatap mata sang anak dalam. "Berjanjilah untuk tidak menceraikan Sandra!"


"Aku berjanji!" jawab El tanpa jeda.


"Lalu bagaimana jika sampai wanita malam mu itu hamil ?" tanya Jeff yang penasaran dengan jawaban El.


Hening beberapa saat, El menatap sang ayah yang kini juga menantikan jawabannya.


"Aku akan mengugurkannya..."


...o0o ...


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.

__ADS_1


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰


TERIMA KASIH SEMUANYA


__ADS_2