WANITA RAHASIA CEO

WANITA RAHASIA CEO
CHAPTER 46 - PENJELASAN


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


Sesuai ucapan Nathan dan juga asistennya, kini mereka bertiga termasuk Putri sudah masuk ke dalam ruangan VVIP yang berada tepat di sebelah kanan ruangan Sandra.


Ash memilih ruangan itu, agar jika Sandra sudah selesai berbincang dan ingin pulang, Putri bisa langsung keluar dari ruangan itu dan beralasan. "Maaf, saya salah masuk kamar."


Beralih dari itu, dengan seksama Putri mendengar penjelasan Nathan yang membuatnya jadi berfikir ke belakang.


"Oke, jadi seperti ini." Nathan menatap mata Putri dalam lalu menghembuskan nafas panjang. "Aku akan menjelaskan ini perlahan, dan aku berharap kamu dapat mendengar ini baik-baik, dan memahaminya perlahan," sambung Nathan mencoba mendekati duduk Putri.


Putri menganggukkan kepalanya mantap, setelah semua bukti foto dan juga video Ayahnya bersama dengan Ayah Nathan dan juga Nathan. Putri yakin jika memang Ayahnya dan Ayah Nathan memiliki hubungan pertemanan, atau mungkin saja melebih.


Ayahnya termasuk orang yang cuek dan juga dingin. Tapi Putri bisa melihat Ayahnya itu bercanda gurau dan tertawa bersama keluarga Nathan, sudah sangat cukup menjelaskan bagaimana kedekatan mereka.


"Baiklah, Mr. Nathan katakan padaku tentang apa yang terjadi!" desak Putri tak sabaran. Ia merasa jika dirinya harus tahu tentang apa yang terjadi pada hidupnya yang aneh ini.


Nathan menganggukkan kepalanya dan mulai berbicara. Sementara Ash berada di depan pintu untuk berjaga-jaga.


"Kejadian ini bermula hampir 30 tahun yang lalu. Saat Ayah mu belum memiliki mu, dia hanya hidup berdua dengan istrinya yang tak lain adalah ibumu. Dan sebelum Ayahmu menikah, beliau sudah bekerja hampir 7 tahun bersama dengan Ayahku."


"Ini bermula ketika Ayahku yang bernama Vixton akan menjalin kerjasama dengan Ayah dari Leonello yang bernama Regan. Dan tentu saja pertemuan mereka di hadiri oleh ayahmu yang merupakan sekretaris ayahku waktu itu."


Nathan menatap Putri yang masih mendengarkan ceritanya. "Kau mengerti kan, Put ?" tanya Nathan dan Putri menganggukkan kepalanya cepat. "Lanjutkan!" titah Putri.


Laki-laki berjas mahal itu menganggukan kepalanya cepat lalu menghidupkan kembali ponselnya dan menunjukkan sebuah foto berwarna hitam dan putih.


Setelah itu ia memberikan ponselnya pada Putri. "Bisa kau lihat sendiri, di sana ada ayahmu, ayahku, dan juga ayah Leonello yang sedang menadatangani sebuah dokumen," jelas Nathan. Putri menerima foto itu dan melihat jelas, bahwa ada yang dikatakan Nathan adalah sebuah kebenaran.


"Mereka tampak seperti teman akrab, lalu apa yang membuat El sampai harus membunuh ayahku ?" tanya Putri dengan dada yang terasa sesak.


Nathan mengambil ponselnya dari Putri dan mulai kembali bercerita. "Sebelum itu, perlu kau ketahui jika dulu perusahaan milik Ayahku, Vixton dulu adalah perusahaan yang belum cukup terkenal. Tapi sudah memiliki banyak cabang."


"Maksud dari kurang terkenal itu adalah tidak seterkenal perusahaan keluarga milik de Luca yang memang sudah berdiri dari kakek buyut Leonello. Karena itulah Ayahku, Vixton meminta bantuan yang berubah kerjasama agar bisa menaikan sedikit perusahaannya."


"Dan benar saja, berkat bantuan Regan, perusahaan Ayahku mulai di kenal orang dan menghasilkan omzet yang lebih besar dari pada perusahaan milik Regan, ayah Leonello itu."


Ahh, Putri nampaknya sudah mengerti arah pembicaraan ini. "Lalu apa Ayah El yang berencana membuat bangkrut perusahaan Ayahmu dan juga membunuh Ayahku karena dendam ?" tanyanya.


Nathan menggelengkan kepalanya cepat. "Bukan Regan yang membunuh Ayah kita, tapi Leonardo yang membunuhnya."


"Karena Regan sudah mati terlebih dahulu, oleh tangan Ayahmu," ucap Nathan yang membuat Putri syok.


"Ti–tidak mungkin....." jawabnya bergetar.


Flashback on.....


"Tuan, perusahaan Vixton kini sudah maju melebihi perusahaan kita," beritahu tangan kanan Regan.


Regan yang duduk di kursi kebesarannya itu menggeram frustasi. Sungguh tak seperti ini yang ia maksudkan.

__ADS_1


Ia menerima kontrak kerjasama dengan perusahaan kecil, agar citranya terlihat baik di mata masyarakat. Dan semakin memperkuat bukti jika keluarga de Luca merupakan seorang Billionaire yang dermawan dan tak pandang bulu.


Regan juga saat itu beranggapan jika perusahaan kecil Vixton itu tidak akan berkembang pesat, apalagi akan menyaingi perusahaannya. Itu sangat tidak mungkin.


Tapi ternyata perkiraannya salah, Vixton dan seluruh karyawannya telah bekerja keras hingga bisa duduk di posisi atas dan berhasil merobohkan tahta yang ia pegang selama bertahun-tahun menjadi pengusaha muda tersukses abad ini.


"Ini sama sekali tidak masuk ke dalam rencana ku!" ucapnya menatap sang sekretaris dengan tajam. "Segera siapkan meeting intern perusahaan kita, aku akan merubah isi perjanjian kerjasama itu," sambung Regan dengan senyum miringnya.


Sang tangan kanan menatap Regan heran. "Merubah bagaimana tuan ? Bukankah perjanjian itu sudah di perbarui dan di sepakati 5 bulan yang lalu ? Kita tidak bisa merubah itu tuan, lagipula saat pembaruan kontrak, tuan setuju-setuju saja dan tidak ingin merubah isi kontak itu," jelasnya heran.


Regan menatap sang asisten sembari menaikkan alisnya. "Jeff, ini adalah bisnis. Bermain kotor di sini bukanlah hal yang tabu..." jawab Regan cepat.


Jeffery, tangan kanan Regan menganggukkan kepalanya kecil. "Ba–baiklah tuan..."


"Lalu kenapa kau masih di sini ? Segera pergi dan umumkan rapat. Aku ingin segera mengubah perjanjiannya. Aku ingin mendapatkan keuntungan 70% lebih banyak daripada Vixton," ucapnya lagi.


...o0o...


Setelah beberapa bulan, setelah Regan mengganti isi kontrak itu dan membuat dirinya mendapatkan keuntungan lebih banyak 125% dari Vixton, membuat perusahaannya kembali bangkit.


Kini ia kembali menempati posisi teratas, pengusaha tersukses di seluruh Eropa. Mengalahkan Vixton yang merupakan musuhnya itu.


Dan beruntung Vixton masih belum sadar mengenai kecurangannya dalam berbisnis. Dan itu yang membuat Regan semakin senang.


Beberapa kali juga perusahaan Vixton mengirimkan karangan bunga papan untuk memberikan selamat kepada perusahaan Regan yang semakin berkembang maju. Meskipun perusahaannya yang kini merosot drastis.


...o0o...


Kini perusahaan Vixton berada di ambang ke bangkrutan. Ia sungguh tak menyangka jika perusahaan yang sempat maju dengan pesat tiba-tiba menurun dengan drastis.


Sebenarnya apa yang salah pada perusahaannya ini ?


Namun sama seperti Minggu sebelumnya, Ed hanya bisa membungkukkan kepalanya kepada Vixton sembari meminta maaf.


"Lagi, Ed ?" tanya Vixton dengan frustasi.


"Lebih parah tuan, Minggu ini tak ada pemasukan sama sekali yang masuk ke dalam perusahaan kita. 1 dollar pun saja tidak ada," jawab Ed cepat.


Namun pria itu berjalan mendekati Vixton yang tampak begitu frustasi sembari memberikan sebuah dokumen yang sedikit tebal.


"Apa ini, Ed ?"


"Itu adalah dokumen yang berisikan penjualan produk kerjasama kita bersama dengan Regan."


Vixton dengan cepat membuka dokumen itu, dan membalikkan beberapa lembar dokumen dengan cepat pula.


"Setiap bulan penjualan produk ini benar-benar sangat naik dengan pesat. Tapi kenapa tidak ada pemasukan yang masuk ke perusahaan kita sama sekali ?" tanyanya bingung menatap Ed.


Namun beberapa detik kemudian mereka saling pandang lama dan tersenyum miring.


"Apakah tuan berfikir sama seperti yang saya pikirkan ?" tanya Ed pada Vixton.


"Tentu saja Ed, siapkan semuanya. Aku ingin dengan cepat meminta pertanggungjawaban Regan!" ucap Vixton dengan senyum miringnya.


...o0o...


Kini berita mengenai Regan yang telah berbuat curang sudah menyebar di seluruh benua Eropa ini.

__ADS_1


Tidak ada lagi Regan yang dermawan.


Tidak ada lagi Regan yang bijaksana.


Semua citra baik Regan telah rusak, dan itu semua karena Vixton dan juga Ed yang mengatakan kepada masyarakat melalui media surat kabar jika Regan telah berbuat curang dan hampir saja membuat perusahaan Vixton gulung tikar.


Kini Vixton dan Ed tengah memulai lagi bisnisnya dari awal, dengan susah payah. Tentu saja jika Vixton masih menaruh dendam yang sangat besar untuk Regan.


Pria tamak itu.


"Ini dunia bisnis, aku tidak ingin melepaskan Regan begitu saja. Aku ingin pria itu mendapatkan pelajaran yang setimpal dengan apa yang sudah ia perbuat."


Baca chapter 1 dan 2 untuk kelanjutannya...


Flashback off...


Putri menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang dia dengar. Ternyata Ayah El sama liciknya dengan anaknya.


"Dan sejak saat itu Ayahmu, istrinya dan juga kau yang mungkin berusia 6 tahun itu diasingkan ke Indonesia, agar keluarga de Luca tidak bisa membalaskan dendam pada Ed, ayahmu!" imbuh Nathan menutup ceritanya.


"Ini semua adalah salah ayah El sendiri, lalu kenapa dia merusak hidup keluarga kecilku!' gumam Putri mengepalkan tangannya menahan tangannya yang rasanya akan menghancurkan meja kaca di depannya ini.


Nathan menghela nafas panjang, sembari mengelus bahu Putri yang bergerak naik turun dengan lembut. "Ini semua adalah kesalahpahaman. Leonello mungkin saja di hasut oleh keluarganya untuk membalaskan dendam kepada Ayahku, dan inilah yang terjadi pria itu sukses membuat hancur keluarga kita berdua. Dan juga menghancurkan bisnis keluargaku hanya karena keegoisannya saja."


"Sungguh aku sangat membenci pria itu, aku menyesal telah berpacaran dengannya dulu. Aku menyesal telah mencintainya dulu. Aku menyesal telah menyayanginya dulu," ucap Putri frustasi. Runtuh sudah bertahannya. Kini ia menangis histeris mengingat sang ayah tercinta yang selalu bekerja keras untuk keluarganya.


Karena hanya karena kesalahpahaman, dan ini juga bukan salah ayahnya, pria baik itu harus menjadi korban kebrutalan El.


"Tenang saja Put, kita berdua akan bekerja sama untuk menghancurkan El. Aku juga sudah menaruh mata-mata di mansion yang kamu tinggali bersama El."


Putri menganggukkan kepalanya cepat, setuju dengan ucapan Nathan. Ia menatap pria itu penuh dengan harap. "Tolong bantu aku Nat, aku benar-benar sudah tidak kuat tinggal di penjara itu..."


Nathan menganggukkan kepalanya cepat, ia membawa Putri masuk kedalam pelukannya. Entah dorongan dari mana, tapi yang pasti ia ingin sekali menenangkan Putri.


"Pasti Put, pasti." Nathan melepaskan pelukannya dan menatap mata Putri dalam. "Bisa kau ceritakan awal mula bertemu dengan El, dan kenapa kau menjadi wanita favo–"


Ucapan Nathan terpotong saat pintu ruangan itu di buka dengan sedikit kasar oleh Ash. "Sandra telah keluar, tuan," lapornya.


Mendengar itu, Putri segera berdiri dari duduknya untuk berjalan keluar. Ia berpamitan pada Nathan dan memeluk pria itu singkat.


"Kita sudah bertukar nomor tadi, kita bisa mengatur waktu untuk bertemu lagi. Aku akan mengungkapkan kenapa bisa aku berpacaran dengan El dan mengapa kita putus. Setelah itu kau yang akan merencanakan pembalasan dendam ini."


...o0o ...


...WAJIB BACA 👇👇👇👇...


PS : Baca Bab 1 sama 2 yah biar paham sayang 😘😍


– Buat yang nanya apa ini bakal panjang ceritanya ? Jawabnya enggak. Ini ceritanya bakal pendek. Dan segera tamat, jadi jangan lupa dukungannya ya. 🥰🥰🥺🥺


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.

__ADS_1


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰


TERIMA KASIH SEMUANYA


__ADS_2