
Dia bukanlah gadis yang baik, dia juga tidak menggunakan jilbab panjangnya yang menutupi kepala juga rambut panjangnya. Dia tidak menggunakan pakaian besar yang orang-orang sebut sebagai gamis. Dia tidak memakainya.
Lantas, dengan semua kekurangan ini dia pasti belum pantas bersanding dengan habib Khalid, benarkan?
Mereka tidak akan bersama walaupun habib Khalid belum memiliki pacar karena dia tidak bisa memenuhi kriteria yang habib Khalid inginkan.
Tapi apa?
Aish tidak bisa menggunakan jilbab dan gamis karena dia merasa terkekang. Dia dibatasi dan pasti rasanya tidak nyaman juga panas. Dia tidak suka berpakaian tertutup!
"Aku sudah kalah sebelum mulai berperang." Gumamnya dalam suasana hati yang buruk.
"Maafkan aku, semuanya. Aku harus undur diri dulu karena ada sesuatu yang harus aku lakukan diluar." Habib Khalid tiba-tiba berdiri dari duduknya yang diikuti oleh semua orang termasuk Aira.
"Apa urusan habib Thalib sangat mendesak? Kenapa tidak diam dulu di sini sebentar saja karena acara ulang tahunku akan segera dimulai." Aira dengan panik mencoba menahan habib Khalid.
Dia sangat berharap habib Khalid mau menerima undangannya karena habib Khalid adalah laki-laki pertama yang membuatnya langsung jatuh hati. Selain darinya, Aira hanya menganggap mereka sebagai orang asing.
__ADS_1
Tapi hadapannya tidak terjadi karena habib Thalib dengan lugas meminta pulang.
"Ini sangat mendesak jadi aku tidak bisa berlama-lama di sini lagi." Jawabnya dengan nada yang sangat sopan sementara pandangannya secara singkat menyapu keberadaan seseorang di balik pintu masuk ruang tamu.
Aira meremat kedua tangannya enggan, tapi masih menganggukkan kepalanya mengerti.
"Tolong hati-hati di jalan, habib."
Habib Khalid hanya menganggukkan kepalanya sebagai respon. Setelah itu dia mengucapkan salam perpisahan kepada mereka dan keluar dari rumah dengan langkah berat yang pasti.
Aira tersenyum malu sambil menundukkan kepalanya.
"Habib Thalib adalah laki-laki yang baik." Jawabnya malu yang langsung disambut suara gelak tawa semua orang.
"Nenek dan Kakek mengenal keluarganya. Jika Aira mau, Nenek dan Kakek bisa membicarakan masalah ini dengan mereka." Kata Nenek membuat Aira sangat terkejut sekaligus senang.
"Sungguh, Nek?!" Seru Aira spontan sambil mengangkat kepalanya menatap Nenek.
__ADS_1
Nenek tersenyum,"Sungguh. Bila Aira menginginkannya maka Nenek dan Kakek bisa membicarakannya. Asalkan Aira memenuhi satu syarat,"
Aira mengepalkan kedua tangannya kuat,"Syaratnya apa, Nek?" Bisik Aira sangat malu.
"Aira harus menyelesaikan sekolah Aira dulu baru bisa membicarakan masalah serius ini!" Kata Kakek memuaskan keingintahuan cucunya.
Aira menganggukkan kepalanya antusias berjanji untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan menyelesaikan sekolah dengan nilai tinggi.
"Aira tidak perlu khawatir habib Thalib berpindah ke lain hati karena Aira sendiri adalah gadis yang cantik dan memiliki akhlak yang baik. Habib Thalib pasti tidak akan mau melepaskan Aira untuk laki-laki lain." Kata salah satu Bibi semakin menyenangkan hati Aira.
Aira mengangguk malu tapi hatinya sangat percaya diri dengan apa yang keluarganya katakan. Dia pasti bisa memiliki habib Khalid karena dia adalah gadis yang baik dan tertutup.
Apalagi dia cantik walaupun tidak secantik Aish, tapi dengan semua kelebihannya ini habib Khalid tidak akan menolak menikahinya kelak.
Lagipula dirinya tidak bisa dibandingkan dengan Aish. Aish memang cantik tapi dia memiliki banyak kekurangan, di samping itu, Aish juga gadis yang liar jadi mana mungkin habib Khalid tertarik pada gadis yang miskin akhlak?
Aira pasti memenangkan semua pertempuran ini.
__ADS_1