
...اَتَأْمُرُوْنَ النَّا سَ بِا لْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ اَنْفُسَكُمْ وَاَ نْتُمْ تَتْلُوْنَ الْكِتٰبَ ۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ...
..."Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab? Tidakkah kamu mengerti?"...
...(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 44)...
...🌪️🌪️🌪️...
Sekarang di sinilah Aish dan Dira. Berdiri di depan guru-guru BK di ruang BK bersama dengan Gisel, Iyon, dan Aira. Para guru-guru BK memandang mereka dengan ekspresi yang rumit namun aura suram begitu hidup di dalam ruangan ini. Aish atau siapapun di ruangan ini tidak akan bodoh. Mereka sangat menyadari bila kesuraman di ruangan ini terjadi karena kejadian yang terjadi baru ini. Terutama untuk Aish sendiri. Dia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan hukuman dari sekolah karena imbas dari rencananya sendiri.
"Siapa yang menyebarkan foto-foto dan video ini?" Tanya Pak Roni, orang yang tadi berteriak di dalam kelas saat pertunjukan terjadi.
Gisel dan Iyon segera menunduk malu dihadapan para guru BK ketika mengungkit masalah foto ataupun video yang tersebar. Untuk Iyon sendiri harga dirinya hari ini telah diinjak-injak oleh banyak orang belum lagi dia putus dengan Aish. Jujur saja, dia tidak bisa menerima semua ini dan menyalahi Gisel karena telah menjebaknya selingkuhan waktu itu.
Jika Gisel tidak merayunya, maka semua ini tidak akan pernah terjadi.
"Aku."
__ADS_1
"Saya, Pak."
Aish dan Dira menjawab bersamaan. Mereka saling memandang, sedetik kemudian mereka kompak membuang muka terlihat bermusuhan.
Pak Roni tiba-tiba menjadi sakit kepala melihat mereka berdua.
"Jujur saja, jangan saling melindungi. Katakan siapa yang menyebarkan foto-foto dan video itu." Tanya Pak Roni sekali lagi dengan nada sabar yang langka.
Aish dan Dira masih kukuh menjawab.
"Aku yang menyebarkan foto-foto itu, Pak." Kata Aish.
Pak Roni mengernyit. Dia melihat guru-guru yang lain dengan pandangan yang sama kemudian beralih melihat kedua pelaku yang tampak bekerjasama tapi nyatanya tidak.
"Kalian berdua yang melakukannya? Jadi kalian bekerjasama menyebarkannya?" Tanya Bu Dewi, salah satu guru BK di sekolah ini.
Aish dan Dira sekali lagi kompak menjawab.
__ADS_1
"Tidak."
"Tidak."
Aish dan Dira kembali saling menatap, lalu Aish mendengus dingin dan memalingkan wajahnya dari Dira.
Bu Dewi mengira jika Aish dan Dira sedang mempermainkan mereka semua. Jadi nada bicaranya tidak lagi lembut dan mulai agak judes. Ngomong-ngomong, Bu Dewi belum tahu siapa Dira dan latar belakang keluarganya yang dibicarakan banyak guru. Ah, mungkin lebih tepatnya Bu Dewi tahu tapi tidak pernah mengira jika anak kaya raya yang dibicarakan banyak guru ternyata sedang berdiri di depannya.
"Kalian tidak bekerjasama tapi secara kebetulan mengirim semua foto-foto dan video diwaktu yang bersamaan?" Bu Dewi bertanya judes.
Aish balik menjawab tidak kalah judesnya.
"Iya, Bu." Dia memang bukan gadis penyabar.
Brak!
Bu Dewi menggebrak mejanya marah dan mengejutkan seisi ruangan.
__ADS_1
"Apa kalian mempermainkan kami semua, hah?!" Bu Dewi memiliki keyakinan bila Aish maupun Dira bekerjasama untuk mempermalukan Gisel dan Iyon.
Dan yang paling membuat Bu Dewi tidak puas adalah Aish menyeret-nyeret nama Aira di dalam masalah ini. Aira, siswi kesayangan sekaligus keponakannya yang terkasih adalah orang yang paling tidak bersalah di sini.