Wanita Surga Bidadari Dunia

Wanita Surga Bidadari Dunia
Bab 8.2


__ADS_3

Dan yang paling membuat Bu Dewi tidak puas adalah Aish menyeret-nyeret nama Aira di dalam masalah ini. Aira, siswi kesayangan sekaligus keponakannya yang terkasih adalah orang yang paling tidak bersalah di sini.


Dia cantik, cerdas dan pintar, dia disukai para guru. Di tambah lagi dia adalah gadis yang berpakaian tertutup dan bercadar, citranya di hati Bu Dewi sudah seperti bidadari dunia yang suci saja.


"Kok Ibu bilang gitu sih? Siapa yang mempermainkan Ibu di sini?! Jelas-jelas aku dan dia tidak berteman, tidak hanya tidak berteman tapi kami juga saling memusuhi, jadi dimana logikanya aku dan dia melakukan kerjasama?" Bantah Aish nyolot.


Nada Aish terdengar kurang ajar di telinga para guru terutama untuk Bu Dewi sendiri yang tidak menyukai Aish.


"Oh ya siapa yang tahu kalian bermusuhan di depan tapi berteman di belakang. Toh, yang menjalaninya juga kalian berdua." Kata Bu Dewi masih jutek.

__ADS_1


Dia menatap Aish dengan kedua mata melotot.


Kali ini bukan Aish yang berbicara tapi Dira lah yang berbicara. Dia tidak tahan dengan nada jutek Bu Dewi yang terlalu memojokkan Aish- oh, maksudnya dia tidak tahan dengan nada jutek Bu Dewi memojokkan mereka berdua.


"Bu guru kebanyakan nonton drama Korea deh, makanya segala sesuatu di drama kan. Bu, hidup itu tidak seindah drama Korea jadi jangan terlalu baperan. Dan Ibu juga harus tahu jika saya dan Aish bukanlah orang yang akrab apalagi sampai berteman. Kami bahkan bisa disebut sebagai orang yang bermusuhan di sekolah ini. Dan satu lagi, mengenai kebetulan tersebarnya foto-foto dan video itu saya memang sengaja melakukannya di waktu yang bersamaan dengan Aish. Ini adalah masalah pengkhianatan teman dan perselingkuhan pacar di sekolah kita, dasarnya kalau disebarkan pasti akan menjadi topik hangat di sekolah tercinta kita. Lagipula siapa yang mau coba satu sekolah sama pelaku perzinahan, cih, sekolah kita bukannya tambah bersih tapi malah tambah kotor. Emang Ibu mau ya sekolah kita jadi kotor?" Ucap Dira dengan nada mencemooh yang tidak disamarkan sama sekali.


Tapi bagi Bu Dewi yang baru saja masuk mengajar di sekolah ini tidak bisa menerima sikap kurang ajar Dira dan Aish. Dia merasa harga dirinya telah diinjak-injak!


"Apa kamu bilang? Kamu bilang saya orang yang sok drama-"

__ADS_1


"Sudah-sudah, jangan berdebat lagi!" Pak Roni akhirnya berbicara.


Bu Dewi langsung menutup mulutnya dengan enggan karena Pak Roni sudah membuka mulut. Pasalnya dia di sini hanya guru honorer dan baru bertugas dari dua bulan yang lalu. Jadi bisa dikatakan dia hanyalah junior saat ini dan belum memiliki kewenangan yang jelas bila menyangkut hubungan senioritas.


"Aish, Dira, Bapak gak tahu kalian melakukannya secara bekerja sama atau tidak tapi kalian berdua harus tahu jika dampak yang kalian sebabkan telah menyebar hampir ke seluruh sekolah di kota ini. Sekolah kita dibicarakan dimana-mana dengan kesan buruk, masalah ini telah membuat nama baik sekolah kita tercoreng." Kata Pak Roni dengan ekspresi muram di wajahnya.


Aish cukup terkejut di dalam hatinya. Dia tidak menyangka jika dampaknya akan sebesar ini. Tapi dia sama sekali tidak menyesali perbuatannya karena dengan begini dia ingin menunjukkan kepada Gisel dan Iyon jika dia masih baik-baik saja tanpa mereka berdua.


"Enggak mungkin.." Gisel sangat shock.

__ADS_1


__ADS_2