
Aish merapatkan mulutnya berusaha menahan tawanya agar tidak lepas. Siapa bilang dia tidak berselera makan?
Hei, ini adalah piring keduanya pagi ini, okay?
Dia tidak melanjutkan makan lagi bukan karena kehilangan selera makan tapi karena perutnya sudah penuh! Dia sudah terlalu kenyang!
Aku harus pergi ke kelas sebelum mereka lebih mengasihani ku lagi. Batin Aish melarikan diri.
Yang paling dia benci dalam hidup ini adalah rasa kasihan. Dia benci ketika melihat seseorang mengasihaninya, seolah-olah dia tidak ada bedanya dengan pengemis di luar sana yang patut dikasihani. Cih, menjijikkan.
Tapi untuk kasus ini dia mungkin masih bisa menahannya untuk merangsang simpati orang lain. Karena dia sungguh mengharapkan bila Gisel kehilangan wajahnya di sekolah ini.
...🌪️🌪️🌪️...
Satu sekolah langsung gempar saat melihat foto-foto Iyon dan Gisel masuk ke dalam motel tersebar di mading mading sekolah. Tidak hanya di mading sekolah saja, tapi foto mereka juga tersebar di forum sekolah dengan beberapa tambahan gambar yang belum pernah Aish ambil sebelumnya.
__ADS_1
Aish bisa mengerti mengapa foto-foto mereka tersebar di forum sekolah tapi dia tidak mengerti darimana foto-foto lainnya berasal.
Saat itu Aish hanya mengambil foto mereka di siang hari jadi yang Aish simpan hanya foto-foto mereka sesaat akan masuk ke dalam kamar motel. Dan foto-foto yang menyebar di forum sekolah dan santer dibicarakan adalah foto Iyon maupun Gisel baru keluar dari motel.
Rambut mereka berdua terlihat basah dengan rona kemerahan di wajah masing-masing. Lalu ada juga bercak-bercak merah samar di leher Gisel yang tertangkap kamera, membuatnya terlihat sangat bermoral dan pada saat yang sama menggoda.
Topik ini langsung menjadi pembicaraan dimana-mana. Nama Aish yang dirugikan santer disebut-sebut karena memiliki pacar yang tidak setia dan sahabat yang berhati hitam. Beberapa orang ikut prihatin, dan beberapa lagi agak merasa senang untuk kejatuhan Aish. Tapi sebagian besar orang hanya bersikap sebagai pengamat saja karena kasus ini cukup menjadi hiburan diwaktu membosankan mereka.
"Eh, itu Aish!"
"Jangan menatapku seperti itu karena aku baik-baik saja." Kata Aish santai sambil melewati teman-teman kelasnya dan duduk di bangku sendiri.
"Aish, laki-laki tidak hanya Iyon saja jadi jangan terlalu terpaku kepadanya. Dan di masa depan nanti, berhati-hati lah saat mencari teman agar mereka tidak menusuk kamu lagi." Seorang ketua kelas memberanikan diri berbicara dengan Aish.
Aish tercengang. Dia menatap ketua kelasnya aneh sebelum menganggukkan kepalanya patuh. Sejujurnya daripada ketua kelasnya disebut aneh, Aish justru yang lebih pantas disebut aneh karena reaksinya yang tidak biasanya.
__ADS_1
Dia tidak terlalu akrab dengan teman kelasnya.
"Aish!" Iyon tiba-tiba masuk ke kelas Aish dan segera menjadi bahan perhatian semua orang.
Tidak hanya teman-teman kelas Aish yang menatapnya dengan ekspresi menatap badut jalanan, tapi juga anak-anak dari kelas lain.
Aish meliriknya sekilas sebelum fokus menatap layar ponselnya menatap keseruan forum sekolah.
"Kamu masih memiliki keberanian mencari ku? Aku pikir kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi sejak kamu mengkhianati aku." Kata Aish santai.
Kata-katanya jelas mendapat dukungan dari teman-teman kelasnya.
"Itu gak seperti yang kamu pikirkan. Semua foto-foto itu palsu!" Teriak Iyon membela diri.
"Palsu?" Gumam Aish mengejek.
__ADS_1