Wanita Surga Bidadari Dunia

Wanita Surga Bidadari Dunia
Bab 6.1


__ADS_3

...فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ...


...Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar. ...


...(Q.S Ar-rum : 60)...


...🌪️🌪️🌪️...


"Minggir! Jangan deket-deket sama gue!" Bentak Aish tidak mau didekati.


Dengan langkah sempoyongan dia menjaga jarak dari laki-laki bertatto itu. Namun, semua upayanya sia-sia karena laki-laki bertatto sama sekali tidak membiarkannya pergi.


Apalagi Aish adalah gadis yang cantik dan menawan, dengan bentuk tubuh semampai bak tubuh model busana majalah, pandangan seseorang sangat sulit teralihkan ketika melihat Aish.


Aish cantik, kulitnya sangat putih seperti seorang gadis yang suka mandi susu dan melakukan perawatan mahal. Ketika sedang gerah atau kepanasan, kulit putihnya langsung memerah di bawah cahaya lampu jalanan. Pemandangan menggoda ini tidak mudah untuk dilewati oleh beberapa orang yang tidak bisa menahan hasrat, terutama laki-laki bertatto menjengkelkan yang terus saja membututi kemanapun Aish melangkah pergi.


Aish dalam kondisi tidak sadarkan diri karena mabuk, ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh laki-laki bertatto itu lewati.

__ADS_1


"Jangan galak-galak, lho. Nanti kalau udah dipeluk Abang pasti langsung nagih minta dipeluk lagi." Goda laki-laki bertatto itu mengabaikan kemarahan Aish.


Aish semakin jengkel dengan laki-laki bertatto ini. Memang tubuhnya tinggi, tapi perutnya buncit dan agak berisi. Lengan kanan dan lengan kiri laki-laki itu dipenuhi banyak gambar tatto, bahkan batang lehernya yang berminyak pun tidak luput dari tatto.


Aish melihatnya dengan ngeri jadi dia ingin segera melarikan diri. Namun, lengannya tiba-tiba dicengkeram dengan kuat oleh laki-laki bertatto itu.


"Lepas, brengsek! Kalau lo mau cewek buat bersenang-senang, bukan gue orangnya! Gue adalah cewek baik-baik!" Raung Aish ketakutan bercampur marah.


"Cewek baik-baik? Mana ada cewek baik-baik masuk ke kawasan ini. Kamu kira Abang, begok? Udahlah yah, kamu juga lagi mabuk dan pasti kedinginan. Jadi daripada marah-marah di sini lebih baik kamu ikut Abang aja ke tempat lain." Laki-laki bertatto itu mencoba menyeret tangan Aish masuk ke dalam gang redup tapi Aish berusaha melepaskan diri.


Dia menyesal, amat sangat menyesal datang ke tempat ini. Jika dia tahu hidupnya akan hancur di tempat ini, lebih baik dia menerima semua kemarahan orang-orang di rumah.


Akhirnya, satu-satunya yang terlintas di dalam kepalanya adalah meminta pertolongan kepada Allah, kepada Dzat yang telah lama dia lupakan dan tidak sembah.


Karena percuma saja berteriak meminta tolong dikawasan bebas ini. Tidak akan ada yang mau menolongnya. Daripada menolong, mereka justru lebih senang menonton kehancuran Aish di tempat ini.


"Tolong aku ya, Allah...tolong aku..." Dia memohon sambil meraih apapun yang bisa diraih tangannya agar bisa menahan langkah laki-laki bertatto itu menyeretnya.

__ADS_1


Sampai dia melihat sebuah tangan terulur kepadanya, walaupun samar, Aish tahu dia harus meraih tangan itu sebelum dia kehilangan kesempatan.


Grab


Sebuah sentuhan hangat mengaliri jiwa kesepiannya, mengirimkan arus hangat yang belum pernah Aish rasakan dalam hidup ini.


Pemilik tangan itu menggenggam tangannya dengan erat, lalu sedetik kemudian tubuh Aish tersentak masuk ke dalam pelukan seseorang.


"La tahzan, innallaha ma'ana, wahai Aisha Rumaisha. Allah akan selalu bersama Hamba-Nya yang berserah diri ." Bisiknya tepat di depan telinga Aish.


Aish linglung. Suara ini, suara yang telah menghipnotis dirinya di setiap waktu sepertiga malam tiba-tiba muncul di dalam pendengarannya. Apakah ini hanyalah ilusinya saja?


Karena mustahil rasanya laki-laki sebaik habib Khalid dan sealim habib Khalid datang ke tempat ini. Tapi, mengapa suaranya terdengar sangat nyata?


Adapun pelukan ini?


Rasanya hangat dan sangat nyaman. Berada sedekat ini Aish bisa menghirup wangi tubuh laki-laki kuat ini. Mendekapnya hangat dan menghirup dengan rakus wangi tubuhnya dapat membuat Aish tanpa sadar merasa aman.

__ADS_1


"Aku adalah orang yang pertama menemukannya jadi malam ini dia harus ikut bersamaku." Bentak laki-laki bertatto itu ingin mengambil Aish dari tangan laki-laki itu tapi segera dihentikan dengan beberapa pukulan 'santai'.


"Sialan!" Ringis nya kesakitan sambil memegang lengan yang dipikul laki-laki itu.


__ADS_2