
"Enggak mungkin.." Gisel sangat shock.
Dia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan mulai menangis terisak. Tangisannya terdengar sangat memilukan di telinga beberapa orang.
Sementara Aish memutar bola matanya tidak perduli.
"Setiap perbuatan pasti akan mendapatkan balasannya, dan ini berlaku untuk semua orang." Gumam Aish mengejek dengan suara yang sengaja dibesar-besarkan.
Sebagian orang juga setuju dengan apa yang Aish katakan tapi mereka tidak bisa memberikan komentar apapun karena situasi saat ini sangat menegangkan.
__ADS_1
"Sekolah kita digosipkan sekolah lain? Baguslah. Dengan begini pelaku-pelaku perzinahan ini bisa dikeluarkan dari sekolah kita." Kata Dira enteng semakin membuat suasana di dalam ruangan menjadi tegang.
Gisel menggigit bibirnya sakit. Dia tahu bila pada akhirnya dia akan dikeluarkan di sekolah ini tapi untuk menghadapinya secara langsung, dia tidak pernah memiliki keberanian yang cukup besar. Bahkan walaupun dia menolak pergi dari sekolah ini, dia tidak akan pernah sanggup menghadapi omongan dari anak-anak di sekolah.
"Untuk hukuman Gisel dan Iyon, kami belum bisa memutuskan karena kepala sekolah telah berpesan untuk mengambil keputusan sendiri. Sedangkan untuk Aish dan Dira, kalian terlalu berani mencemarkan nama baik sekolah, jika tidak ditangani dengan baik sebelumnya mungkin kalian akan dikenai undang-undang ITE. Kalian berdua terancam dikeluarkan dari sekolah, tapi karena sekolah telah berbaik hati, kami memutuskan untuk memberikan kalian skorsing selama 3 hari dan tidak boleh masuk ke sekolah sebelum masa skorsing kalian selesai." Kata Pak Roni menjelaskan hukuman apa yang diterima Aish dan Dira.
"Pak Roni, ini tidak adil. Kesalahan mereka berdua sangat fatal karena melibatkan sekolah kita. Jika kita hanya memberikan mereka skorsing biasa, maka kejadian ini mungkin akan terulang kembali karena mereka meremehkan hukuman ringan yang kita berikan." Bu Dewi melayangkan protes.
Hukuman ini terlalu kecil untuk Aish, anak kurang ajar yang telah menjadi duri di dalam pernikahan sepupunya. Tanpa anak ini, mungkin kehidupan sepupunya akan damai tanpa perlu mendengarkan omongan dari orang-orang di luar sana yang suka bergosip. Dan tanpa anak ini, keponakannya Aira pasti akan memiliki hari-hari yang tenang di sekolah ini. Benar, anak ini adalah momok yang harus segera disingkirkan.
__ADS_1
"Ini adalah keputusan final kepala sekolah, kita tidak bisa mengganggu gugat nya." Kata Pak Roni tidak puas dengan sikap rekan barunya di BK.
Bu Dewi melihat peringatan samar dari bola mata Pak Roni. Dia sangat malu dan buru-buru menganggukkan kepalanya lalu pura-pura melihat ke meja untuk merapikan tumpukan kertas di atas meja.
"Mengerti, Pak." Kata Bu Dewi menahan ketidakpuasannya.
Keputusan telah dibuat jadi Aish dan semua orang yang terlibat diizinkan keluar dari ruang BK. Untuk Gisel dan Iyon yang ketahuan melakukan hubungan terlarang memiliki kemungkinan besar dikeluarkan dari sekolah. Tapi Pak Roni dan yang lainnya tidak mengatakan apa-apa kepada mereka berdua, Pak Roni hanya mengirimkan sebuah surat terlipat dari kepala sekolah ke tangan Gisel dan Iyon. Yah, ini mungkin surat cinta terakhir sekolah ini ke mereka berdua.
"Aish, Aish!" Panggil Iyon buru-buru mengejar Aish.
__ADS_1