
...Ya Allah, saat aku kehilangan harapan dan rencana, tolong ingatkan aku bahwa cinta-Mu jauh lebih besar daripada kekecewaanku, dan rencana yang Engkau siapkan untuk hidupku jauh lebih baik daripada impianku....
...Ali bin Abi Thalib...
...🌺🌺🌺...
"Aisha...kamu...kamu sangat mengecewakan Ayah, Aish!" Ujar Ayah kecewa.
__ADS_1
Ayah kecewa, tapi bagaimana dengan Aish yang telah mendapatkan perlakuan tidak adil selama tinggal di rumah ini?
Miris, lagi-lagi ini membuat hati Aish kembali tersayat. Namun walaupun begitu di bibir merah nan ranumnya dia masih bisa menarik garis senyuman tipis, tampak menyedihkan.
"Kecewa, akulah yang sepatutnya kecewa di sini. Kamu adalah Ayah ku tapi selalu menyampingkan keberadaan ku. Dimana kasih sayang yang harusnya aku terima sebagai seorang anak? Aku tidak mendapatkannya. Bahkan disaat orang-orang menyalah pahami ku sebagai orang yang bersalah, mengapa Ayah tidak berdiri di depan ku untuk membantah semua yang mereka katakan? Tidak, Ayah tidak hanya tidak melakukannya tapi malah bersikap abai terhadapnya. Dan aku sungguh kecewa karena Ayah ku adalah kamu. Sejak aku tahu alasan mengapa Mamaku meninggal, aku sudah sangat kecewa. Ayah menikahi Mamaku hanya untuk mengirimnya ke tempat kehancuran dan setelah aku lahir pun Ayah tidak memperhatikan keberadaan ku dengan serius. Di mata Ayah selalu ada Aira! Aira! Dan Aira! Ayah membanggakannya dimana-mana dan menjatuhkan dimana-mana! Aku... bukankah aku juga anak Ayah? Tapi kenapa perlakuan yang ku dapatkan berbeda dengan anak haram itu? Dan bukankah seharusnya Ayah merasa bersalah untuk Mamaku? Jika Ayah besar-besaran merasa bersalah kepadanya maka mungkin Ayah akan lebih memperhatikan ku. Namun faktanya tidak, Ayah sama sekali tidak melakukan itu! Ayah tidak pernah menganggap ku ada dan hanya ada anak haram itu di mata Ayah! Dan setelah semua... sekarang Ayah mengatakan bahwa aku adalah anak yang sangat mengecewakan Ayah?"
"Ayah..." Kedua mata sendunya menatap Ayah terluka.
__ADS_1
Ini sudah berakhir. Dia akhirnya mengungkapkan apa yang dia rasakan saat ini.
"Ketahuilah bahwa kamu adalah Ayah yang sangat mengecewakan ku di dunia ini. Kamu-"
"Tutup mulutmu!" Bentak salah satu Paman tidak tahan lagi melihat sikap sombong Aish.
Volume suaranya sangat keras dan mengagetkan semua orang yang ada di ruangan ini. Aish sendiri langsung bungkam karena terlalu kaget. Dia tidak berani mengatakan sepatah pun kata dari dalam mulutnya.
__ADS_1
"Kamu masih anak-anak tapi sudah berani menghakimi kehidupan orang tuamu? Aisha Rumaisha, siapa yang mengajarkan kamu untuk bersikap kurang ajar di depan orang tuamu? Kamu berani mempertanyakan kedua orang tuamu dengan nada suara sombong ini maka biarkan aku mengatakan semuanya kepadamu. Apa kamu pikir hidup dan tinggal di sini bukanlah jasa orang tuamu? Apa kamu pikir dengan kemampuan otakmu, kamu bisa masuk ke sekolah yang sama dengan Aira? Dan apa kamu pikir masih pantas mendapatkan perlakuan baik dari kami di saat kamu sendiri tidak memperlakukan kami dengan baik? Aisha Rumaisha, kamu harus tahu betul berapa nilai dirimu sendiri di rumah ini. Kamu pemalas, suka membuat masalah, dan menyinggung orang tua. Maka bagaimana mungkin kami masih memperlakukan kamu dengan baik? Apa, cemburu kepada Aira? Tolong jangan bandingkan dirimu dengannya karena kamu jauh lebih rendah dari dirinya. Kamu tidak layak berada di posisi yang sama dengan adikmu."