Wanita Surga Bidadari Dunia

Wanita Surga Bidadari Dunia
Bab 10.7


__ADS_3

Aku sangat lelah dan mengantuk tapi aku sangat tidak terbiasa dengan tempat asing ini. Umi dan habib Ja'far, mereka memintaku untuk beristirahat di rumah sederhana ini. Aku dibawa ke sebuah kamar, jika dilihat dari desain dan tata letak barang-barang di dalam kamar, aku menduga bila kamar ini adalah milik seorang gadis, mungkin...putri pasangan suami-istri baik ini.


Mereka sangat baik, jujur aku sangat gugup berada di dekat mereka. Untuk sesaat aku bingung bagaimana merespon sikap hangat mereka karena aku bukan tipe gadis yang mudah bergaul. Tapi untungnya kebuntuan ku tidak menunggu waktu lama karena mereka mengerti aku kelelahan dan butuh istirahat. Mereka membawa ku ke sebuah kamar, sebelum pergi Umi sempat bertanya apa aku lapar atau apa aku ingin sesuatu dan aku dengan jujur menjawab "Tidak."


Dengan kondisi seperti ini aku tidak memiliki nafsu makan, jangankan melihatnya memikirkan makanan saja aku tidak. Dan aku rasa situasi ini umumnya akan dirasakan oleh semua orang yang sedang sedih.


"Allahuakbar~" Sayup, aku mendengar suara takbir.


Ini pasti suara imam dari masjid di pondok pesantren, tapi mengapa aku merasa..


"Suaranya sangat mirip dengan Kak Khalid." Gumam ku heran.

__ADS_1


Aku melepaskan tasku di atas ranjang dan berjalan mendekati jendela yang tertutup rapat gorden. Aku menarik kain gorden ke samping agar aku bisa melihat pemandangan di luar jendela.


Dan tahukah kalian hal pertama apa yang menyambut ku?


Yah, ini sangat gila karena di luar sangat gelap! Aku tidak bisa melihat apapun dan hanya bisa mendengar suara serangga remang-remang di luar sana.


"Hah...mengapa tempat ini sangat menakutkan!" Aku menarik gorden kembali ke tempatnya semula dengan ngeri.


Menghela nafas berat, tubuhku yang lemah akhirnya kehilangan tenaga. Aku sengaja menjatuhkan diri di atas ranjang, menatap langit-langit kamar dengan kedipan yang lambat.


Mengapa harus dimasukkan ke dalam tempat sok ketat ini?

__ADS_1


Mengapa mereka menyiksaku dengan cara seperti ini?!


Mereka ingin membuang ku maka katakan saja! Aku bisa pulang ke rumah keluarga Mama atau aku juga bisa hidup di luar sana dengan usahaku sendiri asalkan jangan dibuang ke tempat ini!


Tempat ini... tempat ini sangat tidak masuk akal! Aku tidak pantas masuk ke sini karena orang yang lebih pantas adalah Aira! Gadis bermuka dua yang dibangga-banggakan oleh semua orang!


Aku sangat muak!


"Lelah...aku sangat lelah." Menyentuh dadaku yang sakit,"Bila aku tahu hidupku akan sesakit ini, alangkah baiknya aku ikut Mama saja pergi ke dunia itu. Setidaknya aku memiliki Mama sebagai tempat bersandar dan mereka tidak akan pernah bisa menyakitiku sampai sesakit ini. Ma... Aish kangen, Mama.."


Berat, kelopak mataku terasa berkali-kali lipat beratnya. Tubuhku sepenuhnya menjadi rileks karena rasa kantuk- ah, mungkin lebih tepatnya tubuhku butuh istirahat untuk mengistirahatkan fisik maupun jiwaku yang sudah terlalu lelah menghadapi lusinan masalah dalam beberapa hari ini.

__ADS_1


Aku sungguh lelah dan tidur sebentar mungkin bisa meringankannya.


Yah, dan mataku akhirnya menjadi gelap.


__ADS_2