Wanita Surga Bidadari Dunia

Wanita Surga Bidadari Dunia
Bab 6.5


__ADS_3

"Kenapa aku tiba-tiba ada di kamarku?" Tanya Aish mulai merasakan sakit kepala yang berdenyut di kepalanya.


"Ouh, sial. Kepalaku sangat pusing!" Keluh Aish sambil memegang kepalanya.


Kemudian kilas ingatan semalam mulai membanjiri kepalanya satu persatu. Mengingatkan Aish mengenai kejadian semalam dimana dirinya hampir saja dihancurkan oleh seorang preman bertatto dengan lemak menjijikkan dimana-mana.


"Semalam aku pergi ke club'malam, minum dua atau tiga gelas dan keluar dari sana. Lalu di jalan aku bertemu dengan seorang preman menjijikkan. Dia memaksaku masuk ke dalam gang...tapi.. setelah itu seorang laki-laki menolongku. Dia menyelamatkan aku dari preman itu. Tapi aku tidak ingat siapa laki-laki itu dan bagaimana rupa wajahnya. Aku hanya ingat jika suara laki-laki itu sangat mirip dengan Kak Khalid dan aku ingat wangi tubuh laki-laki itu. Wanginya sangat menenangkan. Aku tidak pernah mencium wangi ini sebelumnya dari siapapun..." Terdiam, dia membawa pandangannya menatap gorden kamarnya yang menutupi cahaya matahari di luar.


"Apa iya, itu Kak Khalid?" Tanya Aish ragu.

__ADS_1


Dia merasa ragu karena itu adalah kawasan bebas dan orang normal pada umumnya lebih banyak menghindari jalan terkutuk itu.


"Tapi jika bukan Kak Khalid, kenapa aku bisa sampai di rumah ini? Orang itu pasti mengetahui alamat rumah ku dan mungkin saja dia mengenalku. Nah, tidak mustahil kan jika dia adalah Kak Khalid. Apalagi dia juga membisikkan ku sesuatu...la tahzan...ah, aku lupa! Sial, mabuk membuat kepala ku sangat pusing! Jika aku tahu akhirnya akan seperti ini lebih baik aku tidak perlu datang sama sekali ke sana. Namun, jika aku tidak datang maka aku juga akan merugi karena tidak bisa mendapatkan dekapan terhangat yang pernah aku rasakan di dunia ini. Benar, tamparan dari Nenek seharusnya memberikan ku keberuntungan bertemu penolongku. Tapi...akh, kepalaku benar-benar tidak bisa diajak kompromi!"


Aish mengeluh pusing dan tidak bisa melanjutkan tidur lagi karena kepalanya tetap saja sakit meskipun dia merebahkan diri. Kesal, dia lalu memutuskan untuk mandi dan membasahi kepalanya dengan air dingin agar pusingnya berkurang.


...🌪️🌪️🌪️...


Buku-buku dan cadarnya rusak, jadi Ayah dan Bunda membelikannya yang baru. Semua cadar dan burdah yang Bunda beli sangat sesuai dengan selera Aira, dia sangat puas. Sedangkan buku-bukunya yang rusak, walaupun tidak bisa terkumpul semuanya tapi Aira masih senang kok karena Ayah berjanji akan mencarinya secara perlahan.

__ADS_1


Maka pagi ini suasana hatinya sangat cerah. Memiliki barang baru dimana-mana, Aira merasa menjadi gadis yang paling beruntung di dunia ini. Apalagi saat dia memikirkan tentang habib Thalib, calon suaminya setelah lulus nanti. Hem, hatinya langsung berbunga-bunga dan bahagia!


"Aira hari ini ada les tambahan di sekolah?" Tanya Bunda lembut kepada putrinya.


Aira menggelengkan kepalanya dan berkata,"Hari ini sampai minggu ke depannya gak ada les tambahan lagi. Wali kelas Aira bilang kita sudah cukup mengambil les kemarin."


"Alhamdulillah ya, Nak. Kamu akhirnya bisa menghabiskan waktu lebih banyak lagi di rumah bersama kami." Kata Bunda ikut senang.


Apalagi ketika melihat senyum malu-malu putrinya yang sedang asik memikirkan seseorang, Bunda geli melihatnya.

__ADS_1


"Iya, Bun. Oh iya, Kak Aish semalam udah pulang ke rumah kan?"


__ADS_2