Wanita Surga Bidadari Dunia

Wanita Surga Bidadari Dunia
Bab 7.6


__ADS_3

"Oh ya, lalu bagaimana caramu menjelaskan pertemuan mu dengan mereka berdua di kafe sore itu?" Dira tersenyum manis, tingkahnya menunjukkan seolah-olah masalah ini bukanlah masalah besar, tapi hanya masalah sepele, hem tidak berarti sama sekali.


Anehnya, para penonton memiliki sikap yang sangat baik. Mereka jarang berbicaralah dan lebih banyak menonton pertunjukan yang sangat membantu bagi Aish sendiri.


Tentu saja akan ada satu dua suara yang saling berbisik-bisik merendahkan atau menghina Gisel dan Iyon. Sejujurnya, tanpa kehadiran Aira semua rencana ini berjalan dengan lancar. Dia telah berhasil menghitamkan citra baik Gisel dan Iyon, menempatkan mereka pada posisi yang sangat sulit, dan mungkin... mereka akan dikeluarkan dari sekolah ini.


Tapi...gadis berwajah dua ini selalu memanfaatkan setiap peluang untuk melakukan pencitraan, cih!


"Kafe...kafe yang mana dan kapan aku bertemu mereka?" Aira bodohnya spontan menanyakan ini.


Sadar akan pertanyaan ini, Aira lantas merutuki dirinya sendiri karena asal bertanya.

__ADS_1


"Tidak, maksudku..." Dia ingin mengoreksi pertanyaannya tapi Dira tidak memberikannya kesempatan.


"Oh ya, jadi gadis bercadar yang ada di video ini bukan kamu, yah?" Kata Dira sambil menunjukkan layar ponselnya.


"Teman-teman, coba lihat forum sekolah. Aku telah mengupload video yang lain untuk kalian semua." Kata Dira mengejutkan semua orang.


"Video yang lain?!"


Mereka semua benar-benar terkejut dan tidak menyangka bila orang yang telah menyebarkan semua video ataupun foto-foto di forum adalah Dira, orang yang memiliki permusuhan dengan Aish di sekolah. Mereka heran memikirkannya.


Jika mereka semua saja heran maka Aish pun lebih heran lagi. Dia masih ingat dengan benar dan kepalanya pun tidak pernah terbentuk tembok atau benda keras lainnya. Benar, dia dan Dira selalu memiliki persimpangan pendapat, tidak pernah pernah memiliki satu pemikiran dalam hal apapun.

__ADS_1


Entah itu di sekolah ataupun di luar sekolah, mereka masih memiliki label musuh di kepala masing-masing. Yah, kecuali untuk kasus bolos sekolah di hari itu.


"Aira bilang gak pernah ketemu mereka tapi kok di video dia keliatan makan bareng sama mereka berdua." Celetuk teman kelasnya menarik fokus Aish.


Aish tersadar, buru-buru mengambil ponselnya dan melihat forum sekolah yang kembali ramai lagi. Di setiap unggahan akan mendapatkan banjir komentar dari anak-anak sekolah yang sangat langka.


"Ini..." Aira ingin membantah tapi Dira sekali lagi membungkam mulutnya.


"Hari itu aku ada di kafe yang sama dengan kalian bertiga. Aneh, aku sebenarnya tidak punya persinggungan apa-apa dengan kalian bertiga dan hanya iseng mengambil video kalian saja."


Dira awalnya tidak ingin melakukannya tapi saat melihat Aish sedang menangis di pinggir jalan, entah kenapa dia merasa kasihan dan dengan enggan mengambil video mereka bertiga. Kebetulan setelah dia mengambil video Aira langsung pergi dari kafe lewat pintu lain. Itulah alasan mengapa Aish tidak melihat keberadaannya.

__ADS_1


"Aneh saja rasanya. Tiba-tiba aku curiga dengan pertemuan kalian bertiga tanpa kehadiran Aish. Terutama untuk Iyon dan Gisel sendiri. Mereka adalah pacar dan sahabatnya tapi melakukan pertemuan tanpa kehadiran Aish sendiri. Aku curiga dan terus mengikuti mereka sampai masuk ke motel di pinggir kota. Dan kecurigaan ku semakin menjadi-jadi saat melihat mereka berdua masuk ke dalam kamar motel. Aku tidak percaya dan memutuskan untuk menunggu mereka keluar dari kamar motel. Dan hasilnya, beberapa jam kemudian mereka keluar dengan kondisi yang sangat berantakan. Sangat memalukan. Dengan aku menceritakan semua ini, aku ingin mengkonfirmasi kepada kalian semua bahwa pertama, aku adalah orang yang merekam dan menyebarkan video atas inisiatif ku sendiri. Kedua, Gisel dan Iyon telah bermain belakang selama ini, mereka tentu melakukannya karena sama-sama suka." Saat mengatakan ini Dira tidak bisa menahan perasaan jijik dihatinya.


__ADS_2