
Terd
Terd
Terd
Ada telpon masuk dari Iyon. Aish tidak mau menjawabnya dan hanya mengirim pesan jika dia akan segera datang ke kafe.
30 menit kemudian dia masuk ke dalam kafe yang didominasi oleh rumah kaca. Seperti namanya, kafe Mawar China, kafe ini dikelilingi oleh bunga mawar China yang tumbuh dengan baik dan subur. Membuat para pelanggan nyaman dan betah untuk tinggal lama di dalamnya.
"Sayang, di sini!" Teriakan manis Iyon menarik perhatian beberapa orang.
Mereka melihat Iyon yang tampak konyol sebelum beralih melihat Aish, gadis cantik menawan yang kini tengah berdiri di depan pintu masuk dengan ekspresi jengkel di wajahnya.
"Kamu ngapain sih pakek teriak-teriak segala?!" Aish duduk di kursinya.
Iyon menggaruk kepalanya malu.
"Maaf, sayang. Habisnya aku seneng banget bisa kencan lagi sama kamu." Katanya sambil cengengesan.
"Kamu mau pesan apa?" Iyon mengambil buku menu.
Aish menopang dagunya dengan tangan kanan,"Seperti biasa." Jawabnya sambil membawa pandangannya melihat ke arah jalan.
Di luar sana panas sangat terik sehingga beberapa orang memutuskan untuk beristirahat di pinggir jalan atau sekedar mampir di toko-toko pinggir jalan untuk berteduh.
Semua itu terlihat membosankan dan monoton, Aish tidak memiliki kesan apapun. Akan tetapi kelopak matanya tiba-tiba berkibar dengan sinar aneh di matanya.
__ADS_1
Di luar sana, dia melihat laki-laki jangkung nan tampan keluar dari sebuah mobil Van hitam. Tubuhnya yang tinggi dipadukan dengan pakaian muslim laki-laki entah mengapa terlihat sangat menarik perhatian Aish. Apalagi laki-laki tampan itu sepertinya orang yang mudah tersenyum karena saat dia berpapasan dengan orang asing, wajahnya yang tampan dengan mudahnya membentuk garis senyuman hangat.
Dug
Dug
Dug
Jantung Aish berdebar kencang. Darahnya berdesir menyapu kehangatan yang dirasakan oleh hatinya. Dia terpesona, perasaan ini terasa lebih nyata dan manis daripada saat dia bertemu dengan Iyon ataupun laki-laki lainnya.
"Aneh," Tangan kiri terangkat menyentuh pipinya yang tiba-tiba terasa panas.
"Mengapa aku tiba-tiba merasa malu dan... bahagia?" Gumamnya bertanya-tanya.
Dia malu melihat laki-laki itu tapi dia sungguh tidak tahan untuk memalingkan wajahnya. Dia memiliki perasaan seolah laki-laki itu juga melihatnya padahal faktanya itu hanya ilusi nya saja.
"Apa aku jatuh cinta-" Kata-katanya langsung tersendat saat melihat ada seorang gadis cantik dengan pakaian syar'i yang tiba-tiba muncul dan berdiri di sisi laki-laki itu.
Laki-laki tampan itu masih memiliki senyuman di wajahnya namun gadis cantik itu terlihat sangat pemalu. Dia tersenyum dengan kepala tertunduk, menyembunyikan rona merah di wajahnya.
"Oh... apakah itu adiknya?" Bisiknya berharap untuk membohongi diri sendiri.
Dia tidak bodoh untuk tidak bisa menilai interaksi mereka berdua. Anak kecil pun tahu jika hubungan mereka bukanlah sebatas Kakak dan adik.
"Hatiku tidak nyaman." Kelopak matanya turun, tampak layu dan tidak bersemangat.
"Apa-apaan, aku baru saja berharap dan dalam sekejap langsung dipatahkan." Katanya lemah.
__ADS_1
Dia tiba-tiba merasa lucu ketika memikirkan laki-laki lain dihadapan pacarnya sendiri. Pacar?
Matanya melirik Iyon, dalam penilaiannya Iyon sebenarnya cukup tampan hanya saja tidak setampan laki-laki tadi. Dan Iyon juga masih remaja, masih labil dan tidak dewasa.
Jadi, hubungan mereka saat ini sebenarnya masih memiliki banyak kekurangan.
"Kamu lagi mikirin apa, sayang?" Iyon merasakan tatapan Aish.
Aish tersenyum tipis, dia menggelengkan kepalanya seraya menegakkan punggungnya. Kedua bola matanya menyapu jalanan lagi, mencari-cari keberadaan laki-laki itu tapi hasilnya mengecewakan, tidak ada lagi.
"Sayang, habis ini kita pergi jalan-jalan, yah. Aku dengar ada tempat hiburan bagus yang baru buka di sini."
Aish menundukkan kepalanya tidak tertarik,"Hem."
Lagipula dia tidak ingin langsung pulang dan berhadapan dengan murka Ayah.
...🌪️🌪️🌪️...
Sorenya Aish dan Iyon pergi ke tempat hiburan yang baru di kota mereka. Ini adalah club' malam kelas atas dan cukup menguras kantong. Akan tetapi karena tempat hiburan ini baru dibuka bulan ini, maka khusus bulan ini setiap tamu akan diberi diskon 50% yang sangat membantu kantong.
"Tempatnya bagus, layak untuk kantong yang tebal." Seru Iyon antusias.
Dia melihat ke arah kiri dan kanan dengan antusias yang tinggi. Tempat ini sangat ramai dan ada juga beberapa kenalan mereka di sini. Salah satunya adalah Gisel.
Gisel melambaikan tangannya ke arah mereka berdua, menunjuk tempat yang kosong di sampingnya sambil mengangkat gelas.
"Gabung sama Gisel?" Tanya Iyon.
__ADS_1
"Terserah." Jawab Aish tidak perduli.
Mereka lalu menghampiri Gisel yang sudah siap dengan dua minuman di atas meja. Aish mengernyit, bukankah ini terlalu kebetulan Gisel telah menyiapkan minuman untuk mereka?