Wanita Surga Bidadari Dunia

Wanita Surga Bidadari Dunia
Bab 9.7


__ADS_3

Buk!


Buk!


Buk!


"Aish! Keluar sekarang! Jangan berpura-pura tidur untuk bersembunyi di dalam kamar mu!" Teriak Ayah sambil menggedor-gedor pintu kamar Aish kasar.

__ADS_1


Teriakan murka Ayah ditambah dengan suara gedoran pintu yang memekakkan telinga membangunkan paksa Aish dari tidur lelapnya. Dia beringsut menarik bantal guling di dalam pelukannya untuk mencari kenyamanan. Dia terlalu mengantuk sehingga tidak bisa berpikir jernih bila ada sesuatu yang salah telah menantinya di luar sana.


"Aisha Rumaisha! Ayah bilang keluar sekarang!" Ayah berteriak lebih keras dari sebelumnya.


"Aku enggak lapar, kalian makan saja duluan." Aish mengigau dalam tidurnya.


Telinganya memang menangkap suara keributan di luar sana tapi terdengar samar karena dia juga dalam posisi tidur atau setengah tidur. Keadaan ini membuatnya tidak bisa membedakan mana dunia mimpi dan mana dunia nyata.

__ADS_1


Apa yang Bibi katakan memang masuk akal. Tidak ada yang benar-benar tahu apakah Aish sedang tertidur di dalam atau justru bersembunyi dari mereka semua. Sebab bila Aish benar-benar tertidur dia pasti akan langsung terbangun ketika mendengar suara teriakan semua orang. Tapi faktanya sangat mencurigakan karena Aish tidak kunjung membuka pintu setelah berteriak lama. Jadi alasan apalagi yang lebih masuk akal kenapa Aish tidak mau keluar kecuali karena dia ingin bersembunyi dari semua orang.


"Benar, Kak. Jika kita tidak memberikannya pelajaran hari ini, maka dia mungkin akan kembali berulah lagi lain kali. Aira terlalu lugu dan polos jadi dia tidak bisa melawan setiap penindasan yang dia terima dari Aish. Tapi cukup kali ini, Kak! Aku enggak mau Aira terluka lagi. Hari ini dia bisa selamat karena ada banyak orang yang menolongnya, tapi bagaimana dengan besok, Kak? Entah trik apa lagi yang akan dia mainkan kepada Aira dan pada saat itu terjadi apakah Aira masih bisa menyelamatkan diri atau diselamatkan oleh orang lain? Bagaimana kalau tidak ada yang membantu Aira? Atau bagaimana jika Aira tidak bisa membela dirinya saat Aish memainkan triknya lagi? Pada saat itu, penyesalan tidak akan berguna dan menyelesaikan apapun!" Saudara Ayah yang lain menggeram kesal dan tampak sangat marah.


Wajah mereka semua memerah karena terbakar amarah. Dada maupun tubuh mereka rasanya seolah tersulut api, sangat panas dan ingin segera dilampiaskan.


Mereka semua sangat marah dan murka ketika mendapatkan telepon dari salah satu guru Aira di sekolah. Guru itu mengabari mereka bila terjadi sebuah kecelakaan kepada Aira saat pesta berlangsung. Dia tiba-tiba jatuh lemas dan menggeliat-liat di atas lantai tampak sangat kepanasan. Mereka dan semua orang yang ada di pesta tidak mengerti kenapa Aira bisa seperti ini karena sebelumnya dia baik-baik saja.

__ADS_1


Dan setelah dibawa ke rumah sakit barulah mereka tahu akar permasalahannya. Ternyata Aira diberikan obat terlarang oleh seseorang sehingga mendapatkan reaksi seperti itu. Dosisnya cukup besar untuk usia Aira yang belum menyentuh kata dewasa dan tentu saja dampaknya terhadap Aira tidak perlu ditanyakan lagi.


Masalah ini membuat semua orang di rumah terpukul. Merasa kasihan juga sedih untuk Aira karena dipermalukan sedemikian rupa dihadapan banyak orang. Dan betapa terkejutnya mereka ketika mengetahui bila dalang obat terlarang tersebut ternyata berasal dari Aish. Jawaban ini mereka dapatkan dari rekaman cctv di pesta. Kebetulan polisi juga ikut campur dalam masalah ini dan ikut membantu mereka untuk membongkar siapa dalang di balik kejadian ini.


__ADS_2