Wanita Surga Bidadari Dunia

Wanita Surga Bidadari Dunia
Bab 7.7


__ADS_3

Sungguh sangat palsu memiliki pacar dan sahabat yang busuk hatinya.


"Dan ketiga, kalian tidak boleh termakan oleh kelembutan Aira dan embel-embel cadarnya. Dia memang menggunakan cadar tapi sikap dan sifatnya sangat jauh dari cerminan cadar itu sendiri. Dia selama ini tahu hubungan terlarang pasangan sejoli itu tapi berpura-pura tidak tahu. Di samping itu, dia juga memanfaatkan berbagai macam situasi untuk memojokkan Aish di sekolah. Berpura-pura tidak bersalah menjadi korban, ketahuilah, kalian semua ditipu oleh wajah palsunya. Permusuhan Aish kepada Aira menurutku wajar-wajar saja karena Aira adalah anak simpanan yang pernah disembunyikan Ayah Aish bertahun-tahun yang lalu. Dia adalah hasil hubungan terlarang Ayah Aish dan sahabat Mama Aish. Dan kalian juga harus tahu, alasan kenapa Mama Aish meninggal adalah karena dia jatuh depresi setelah menemukan hubungan gelap Ayah Aish dan sahabatnya sendiri. Ini sangat memalukan bukan? Jadi, menurutku perilaku palsunya ink sangat menurun dari Ibunya yang tidak tahu malu!"


Aish bingung. Dia melihat Dira bingung dengan hati bertanya-tanya. Bagaimana Dira mengetahuinya dan sejak kapan Dira mengetahuinya?


Pasalnya tidak ada satupun orang yang tahu tentang masa lalunya di sekolah ini-- tidak, dia yakin tidak ada yang mengetahuinya.


"Apa?"


"Jadi Aira adalah hasil gelap Ayah Aish?"


"Keterlaluan! Bagaimana bisa mereka mengkhianati Mama Aish dan bahkan mendorongnya sampai depresi?!" Mereka terjebak di antara percaya dan tidak percaya.

__ADS_1


Aira terlalu bagus untuk disebut sebagai gadis palsu dan bermuka dua sedangkan cerita Dira terdengar masuk akal di kepala mereka. Ketidaksenangan Aish terhadap Aira, cerita ini membawanya terdengar masuk akal. Dan yah, bila memang benar begitu maka keluarga itu sudah sangat keterlaluan.


"Enggak...enggak, ini tidak seperti yang kalian pikirkan!" Aira mulai menangis terisak tampak sangat menyedihkan.


Tangisannya mengundang simpati karena penampilannya yang lemah.


"Oh ya, jika aku bilang Pamanku adalah dokter yang merawat Mama Aish saat itu, bagaimana? Dia punya semua data-data Mama Aish di tahun-tahun itu jadi kamu tidak bisa membantahnya." Jadi inilah alasannya.


"Aish kasian banget..." Yang lain mulai berbicara.


"Gak kebayang gimana hancurnya perasaan kita saat mengetahui orang yang kita sayang ternyata dikhianati oleh orang yang kita sayang pula." Mereka cukup bersimpati untuk kisah menyedihkan yang Aish lalui.


"Aish, apakah benar apa yang Dira katakan?" Tanya anak-anak kelas.

__ADS_1


Aish bungkam tidak mau berbicara. Rasanya semua ini salah karena dia tidak ingin hasil ini.


"Kak Aish, Kak Aish tolong katakan sesuatu..." Isak Aira seolah ingin meminta perlindungan kepada 'Kakaknya'.


Aish meliriknya. Dia tidak mau berbicara dan ingin pergi dari sini. Namun, sebelum dia bisa pergi suara marah guru BK mengagetkan semua orang.


"APA-APAAN INI! KENAPA SEMUA ORANG MEMBAWA PONSEL KE SEKOLAH!" Teriakan guru BK sontak mengagetkan semua orang.


mereka panik dan buru-buru mengamankan ponsel mereka ke dalam tempat-tempat yang aman. Namun semua penyelamatan mereka sia-sia karena anak-anak OSIS telah bergerak cepat merebut ponsel mereka dan memasukkannya ke dalam bak sampah untuk dihancurkan.


Semua orang di kelas Aish langsung meratapi kepergian ponsel kesayangan mereka dan menyesal karena telah memainkannya di sekolah.


"Semua orang yang bermasalah hari ini ikut saya ke ruang BK. SE-KA-RANG!" Tekan guru BK sebelum meninggalkan kelas Aish.

__ADS_1


__ADS_2