
"Itu gak seperti yang kamu pikirkan. Semua foto-foto itu palsu!" Teriak Iyon membela diri.
"Palsu?" Gumam Aish mengejek.
"Benar, Aish. Ada seseorang yang sengaja menjebak kita agar terpecah." Gisel juga ikut masuk ke dalam kelas Aish.
Dia awalnya merasa di atas angin karena dapat mengalahkan Aish. Tapi kemenangannya tidak bertahan lama saat dia melihat postingan di forum sekolah mengenai perselingkuhannya dengan Iyon di motel. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat foto-fotonya dengan Iyon di motel tersebar. Cerobohnya, dia sama sekali tidak menyadari bila ada seseorang yang mengambil gambarnya. Betapa malunya dia menjadi topik pembicaraan semua orang dan menjadi bahan tertawaan mereka. Dia tidak bisa mengangkat kepalanya lebih tinggi lagi karena takut bertatapan dengan ekspresi jijik mereka.
"Kamu bilang ini palsu." Kata Aish sambil melirik Iyon tanpa tertarik,"Dan kamu bilang ada seseorang yang menjebak kalian agar kita terpecah." Lanjut Aish melirik Gisel dengan ekspresi jijik yang tidak disembunyikan.
Bagaimana dia tidak menyadari bila selama ini ada hama yang terus menempeli nya kemana-mana.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan video ini? Apakah kalian bisa menjelaskannya?" Tanya Aish sambil memperlihatkan layar ponselnya untuk memutar video yang baru saja diunggah di forum sekolah.
Dalam video itu Iyon dan Gisel keluar dari kamar mereka dengan rambut basah sehabis mandi. Iyon terlihat memapah Gisel yang berjalan tertatih-tatih di sampingnya dengan langkah yang aneh. Dia tidak berjalan dengan normal. Lalu bercak-bercak merah di leher Gisel yang sempat booming di forum sekolah akhirnya bisa dilihat dengan jelas lewat video ini. Gisel memang memiliki bercak merah atau sebut saja gigitan cinta di lehernya.
Video ini hanya berdurasi 13 detik tapi telah menjelaskan semuanya. Keluar dari kamar motel dengan keadaan seperti itu, siapapun akan sangat bodoh jika tidak bisa melihat implikasi di dalamnya.
"Ini..." Tubuh Gisel bergetar hebat ketakutan.
"Kamu tidak bisa menyanggahnya, bukan?" Ejek Aish melihat ketakutannya.
"Aku...aku bisa menjelaskan semuanya, sayang. Hari itu Gisel menjebak-"
__ADS_1
"Kamu dijebak tapi tidak melawan, aku ragu jika kamu adalah laki-laki." Potong Aish menghina.
"Tidak, tidak, tidak! Dia memberikan aku minuman yang mengandung obat perangsang sehingga aku tidak bisa melawan." Bohong Iyon tanpa melihat ekspresi buruk Gisel di sampingnya.
"Bohong, kapan aku memberikan kamu obat perangsang?! Aku tidak pernah melakukannya! Nyatanya kita melakukannya karena sama-sama suka!" Bantah Gisel malu bercampur marah.
Dia sudah lama menyukai Iyon dan setelah sekian lama menanti dia akhirnya dapat menarik Iyon ke dalam hidupnya. Dia pikir Iyon akan berdiri di pihaknya, tapi siapa sangka Iyon akan membuangnya begitu melihat Aish!
"Aku?" Iyon panik tapi menolak mengakui,"Dasar gila! Kamu adalah sahabat kekasihku jadi bagaimana mungkin aku tega mengkhianati kekasihku dengan sahabatnya sendiri!" Kata-kata Iyon memang masuk akal tapi Aish menolak untuk mendengarkan semua omong kosongnya.
"Sayang sekali. Hari itu sebenarnya aku mengikuti kalian berdua masuk ke dalam motel." Ujar Aish acuh tak acuh menggemparkan semua orang yang menonton.
__ADS_1
Namun yang paling kaget adalah Iyon dan Gisel, rahang mereka langsung jatuh mendengar pengakuan Aish.
"Apa..apa yang kamu katakan?" Kaget Iyon terbata-bata.