
"Kebetulan, aku juga ingin makan sesuatu. Mau pergi bersama?" Tawar habib Khalid masih enggan melihat Aish.
Aish seketika tersenyum lebar. Wajah murungnya langsung digantikan oleh wajah ceria yang agak langka.
"Mau banget, Kak!" Kata Aish antusias.
Tapi dia tiba-tiba teringat dengan pacar habib Khalid di sini. Mungkin dia akan sangat cemburu melihat habib Khalid jalan dengannya.
"Eh, tapi kalau kita dilihat sama pacar Kak Khalid gimana? Dia pasti cemburu dong dan jadi salah paham sama kita." Kata Aish enggak enak.
Habib Khalid jarang kehilangan senyum di wajahnya.
"Aku tidak berpacaran dan aku juga tidak punya pacar." Bantah habib Khalid tegas.
Aish langsung terkejut mendengarnya,"Eh seriusan, Kak? Terus Kak Nabila yang selalu jalan sama Kakak itu siapa?" Tanya Aish lebih antusias lagi dari sebelumnya.
__ADS_1
Ini adalah kabar baik. Habib Khalid sebenarnya tidak berpacaran dengan siapapun jadi dia memiliki kesempatan untuk dekat dengan habib Khalid. Siapa tahu dengan kedekatan mereka, perlahan-lahan tumbuh cinta di hati habib Khalid untuknya. Dan jika itu benar-benar terjadi...
Aish tersenyum simpul,
Aku tidak akan ragu pergi kawin lari dengan Kak Khalid agar gadis sok alim itu tidak mengganggu kami, hehehe... Batin Aish sudah berfantasi jauh.
"Aku tidak mengenalnya. Dia hanyalah seorang kenalan yang kebetulan bertemu denganku karena suatu kejadian." Kata habib Khalid kian membuat Aish melayang.
Aish rasa-rasanya sedang dimabuk cinta karena berjalan di atas tanah pun seolah-olah sedang berjalan di atas awan. Rasanya sangat manis!
Habib Khalid hanya membalas dengan senyumannya seperti biasa. Semakin Aish memandangnya semakin tampan saja wajahnya. Apalagi ketampanan yang dimiliki habib Khalid berbeda dengan laki-laki lainnya karena habib Khalid tidak hanya membuat candu tapi juga sangat meneduhkan.
Aish suka memandanginya.
"Baiklah, ayo segera pergi ke sana sebelum kita mendapatkan antrian panjang." Kata habib Khalid sambil memimpin jalan.
__ADS_1
...🌪️🌪️🌪️...
Dia sudah berdiri lama di sini menunggu sosok tampan itu keluar. Untuk mendapatkan perhatiannya, sedari tadi dia bekerja keras membantu orang-orang menyapu, mengumpulkan sampah, dan memungutnya agar bisa berbicara dengannya. Tapi setiap kali ada kesempatan dia selalu kedahuluan gadis lain dan yang paling menyebalkan adalah para Ibu-ibu rempong akan mencuri kesempatannya. Mereka datang dengan putri masing-masing untuk berkenalan dengan habib Khalid, siapa lagi.
Aira rasanya ingin menangis. Padahal dia ingin sekali berbicara dengan habib Khalid tapi mereka semua selalu mencuri kesempatannya. Nah, ketika Aira benar-benar mendapatkan peluangnya untuk berbicara dengan habib Khalid, habib Khalid malah masuk ke dalam musholla.
Dia dan beberapa gadis ingin membantu juga tapi tidak diizinkan masuk oleh ketua kompleks karena habib Khalid telah berpesan wanita tidak diizinkan masuk selama dia berada di dalam musholla.
Aira menelan perasaan pahit dan harus bersabar lagi menunggu habib Khalid keluar. Begitu habib Khalid keluar dari musholla, Aira langsung mengambil langkah besar untuk menghampirinya.
"Habib Thalib akhirnya keluar! Aku harus segera menghampirinya- eh, Kak Aish ngapain di sana?!" Langkah Aira tertahan saat melihat habib Khalid dihampiri Aish.
Tapi ada yang aneh- tunggu,
"Sejak kapan Kak Aish dekat dengan habib Thalib?" Gumam Aira bertanya-tanya saat merasakan perasaan krisis menghampiri hatinya.
__ADS_1