Wanita Surga Bidadari Dunia

Wanita Surga Bidadari Dunia
Bab 5.5


__ADS_3

Merusaknya tanpa ampun hingga menyisakan tampilan yang sangat jelek. Semua cadar dan burdah ini tidak bisa lagi digunakan karena bentuknya yang sudah terkoyak-koyak. Bahkan walaupun dijahit cadar maupun burdah ini benar-benar sudah tidak enak dipandang lagi.


"Nah, aku sudah menyelesaikan semuanya." Aish cukup puas melihat karya seninya.


Karena ulahnya, kain cadar dan burdah yang tadinya terlipat rapi kini sudah menumpuk menjadi bukit yang sangat sedap dipandang, ini murni menurut pandangan Aish. Aish bangga dengan hasil tangannya.


"Aku penasaran, ekspresi apa yang adikku buat saat melihat suprise dariku ini. Apakah dia akan sangat senang?" Dia mulai membayangi wajah panik dan cemas Aira ketika melihat semua cadarnya dia rusak.


Mungkin pada saat itu dia akan menangis keras dan mengadu kepada Ayah ataupun Nenek. Seperti anak kecil yang maja- tapi dia memang selalu dimanja.


"Hem, apa lagi yah?" Kata Aish sambil melihat-lihat kamar Aira.


Untuk hari ulang tahunnya ini Aish harus memberikan hadiah terbaik kepada adik tersayangnya itu. Ulang tahun hanya terjadi sekali setahun, sangat jarang dan langka. Jadi, untuk momen penting ini Aish harus menyiapkan hadiah yang spektakuler!

__ADS_1


"Wah, aku tahu!" Kedua matanya bersinar terang melihat susunan buku yang rapi dan apik di atas meja belajar Aira.


Melihat gunting ditangannya dengan penuh kasih sebelum beralih menatap buku-buku Aira,"Adikku adalah orang yang sangat rajin belajar jadi kenapa aku tidak membantunya sedikit saja agar nilainya semakin tinggi!"


"Baiklah, ayo kita mulai sebelum adikku kembali ke sarangnya yang hangat."


Dia mengambil buku secara acak dan mengguntingnya dengan cepat. Semua- Aish sama sekali tidak meninggalkan satu buku pun dari sapaan guntingnya. Dia merusak buku-buku pelajaran Aira, buku tulisnya yang memiliki catatan yang indah, buku novelnya, buku entah berantah yang membuat Aish agak sakit mata ketika melihatnya.


"Tapi... Bukankah ini kabar baik untuk adikku? Dia pasti sangat senang ketika melihatnya!" Katanya dengan senyuman puas di wajahnya.


Menghentikan aksinya. Aish rasa hadiah ini sudah cukup untuk Aira jadi dia tidak tinggal terlalu lama di kamar Aira. Sebelum pergi dia menaruh gunting Aira kembali ke tempatnya dan berjalan menuju pintu. Memegang gagang pintu kamar, Aish menoleh ke belakang untuk melihat 'hadiah' yang dia tinggalkan kepada Aira tanpa jejak rasa bersalah sedikitpun.


"Ini adalah hadiah kecil dariku untuk semua kehancuran yang kamu dan Ibumu buat di dalam hidupku." Aish telah kehilangan senyumnya.

__ADS_1


Tidak ada lagi tatapan riang beberapa saat yang lalu. Semuanya kembali seperti semula. Dia datang dengan wajah yang suram dan pergi pun dengan wajah yang suram.


"Selamat ulang tahun, adikku yang sok suci."


...🌪️🌪️🌪️...


Hari ini harusnya berjalan dengan damai dan semua orang juga dalam suasana hati yang baik karena Aira- awalnya. Namun, saat mendengar suara teriakan nyaring Aira dari dalam kamarnya, semua suasana damai itu segera menguap entah kemana.


Mereka segera melepaskan kegiatan mereka dan berlari menuju ke lantai dua untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi kepada Aira. Begitu sampai di dalam kamar, alangkah terkejutnya mereka melihat semua buku-buku yang ada di atas meja belajar Aira robek- tampak sengaja digunting.


"Aira...ini..." Ayah kesulitan untuk mengucapkan kata-katanya sedangkan Bunda dan Bibi yang lain mulai berkumpul menenangkan tangisan pilu Aira.


"Ayah...ada yang, ada yang sengaja merusak buku-buku Aira..." Adu Aira sangat marah dan sedih.

__ADS_1


__ADS_2