(Bukan)Pernikahan Impian

(Bukan)Pernikahan Impian
Bab 24 Penolakan Sergio


__ADS_3

ri berikutnya


Winna telah resmi bercerai dari suaminya yang suka berbuat kasar padanya. Saat ini wanita itu tengah mengejar Sergio, pria yang menjadi kakak iparnya.


Wanita itu tampil sempurna, kini dalam perjalanan menuju ke perusahaan Cullen corp. Tiba di sana dia langsung turun dari mobil, bergegas masuk ke dalam perusahaan.


"Maaf nona, Anda mau ke


mana? " tanya Danar, asisten dari Sergio.


"Aku ingin bertemu kak Gio. " jawab Winna sambil tersenyum.


"Maaf nona tapi tuan Sergio berpesan dia tak ingin di ganggu saat ini oleh siapapun. " ujar Damar dengan sopan. Namun Winna bersikeras untuk bertemu dengan pria pujaan nya itu.


Winna melenggang pergi begitu saja memasuki lift. Damar tentu saja segera menyusul sakit keras kepala itu. Ke luar dari lift dia langsung pergi ke ruangan Sergio.


Cklek


"Hai kak Gio. " sapa Winna langsung masuk ke dalam ruangan kerja Sergio. Pria itu hanya diam tak menghiraukan sapaan Winna. Winna tentu saja tak menyerah begitu saja. Dia berjalan mendekati pria pujaan nya itu.


"Kak Gio lagi ngapain? " ucap Winna dengan lembut. Sergio menoleh, raut wajah pria itu berubah tajam kearah adik iparnya ini.


"Siapa yang menyuruhmu


masuk? " tanya Sergio dengan nada datarnya.


"Tak ada, aku ingin mengobrol dengan kak Gio. " ujarnya sambil tersenyum nakal. Wanita cantik itu berusaha menyentuh tubuh Sergio.


Sret Sergio langsung bangkit, dia menghempas kasar tangan Winna. Aura pria itu tampak dingin, sorot matanya menunjukkan kemarahan yang terpendam.


"Karena kau istriku pergi meninggalkan aku. Semua orang menyalahkan Vee termasuk diriku, ini semua drama yang kau buat. " geram Sergio.


Winna tentu saja terkejut mendengar kepergian kakaknya. Wanita itu tentu sana senang dengan kepergian Venia dari hidup Sergio.


"Bagus dong, bukankah dia hanya wanita pembawa sial. Biarkan saja dia pergi kak Gio, lebih baik kak Gio sama aku. " ujar Winna sambil menyentuh lengan Sergio.

__ADS_1


Sergio kembali menepisnya, dia mengangkat cangkir kopi miliknya lalu menyiramkan ke kepala Winna. Setelah itu melempar cangkirnya ke lantai.


Prang


Winna membulatkan mata melihat kelakuan Sergio padanya. Pria itu justru mencekik leher adik iparnya yang kurang ajar ini.


"Dengarkan baik baik ini Winna, aku hanya menginginkan Venia bukan kamu. Sebaiknya kau enyah sebelum aku menghancurkan wajahmu yang jelek ini. " Sergio langsung menghempas tubuh Winna ke lantai.


Terdengar suara ringisan namun dia abaikan. Pria itu langsung berteriak memanggil sang asisten. Damar dengan sigap masuk ke dalam, pria itu terkejut melihat Winna yang tersungkur.


"Seret wanita sialan ini ke rumah keluarga Dawson. Katakan pada mereka untuk mengajari sopan santun pada putri kedua mereka ini. " geram Sergio dengan wajah datar.


"Baik Tuan. " Damar langsung membawa Winna ke luar dari ruangan sang atasan. Sergio sendiri berdecak pelan, menghabis sentuhan Winna pada lengannya.


Mood pria itu kian memburuk setelah kehadiran Winna yang mencoba menggodanya. Dia kembali memandang foto istrinya yang ada di dalam ponselnya.


Baru satu hari dia sudah sangat merindukan istri tercintanya. Pria itu telah mencari keberadaan Venia namun dia tak bisa melacaknya. Sergio hanya bisa menyesali semuanya sekarang.


Di Kediaman Dawson


Asisten Damar mendorong kasar Winna hingga tersungkur di lantai. Nyonya Kinara berteriak menghampiri putrinya, wanita paruh baya itu menatap tajam kearah Damar.


"Putri anda yang murahan itu berniat menggoda tuan Sergio. Ajari putri kedua anda ini dengan sikap sopan santun. " Damar menjeda ucapannya.


"Jika atasan saya itu tak mengingat kalian keluarga nyonya Venia, Tuan Sergio pasti sudah menghancurkan perusahaan Tuan Rama! " pungkas pria tampan itu.


Nyonya Kinara menoleh kearah sang anak. Winna berupaya mengelak namun asisten Damar tak membiarkannya. Dia pun mengancam akan menghancurkan kehidupan Winna jika sampai wanita itu tak mau mengaku.


"Iya mom, aku menggoda kak Gio. Aku mencintainya, lagipula kak Venia telah pergi. " ucap Winna dengan jujur.


"Wanita murahan sepertimu tak pantas untuk tuan Sergio nona. Hanya Nyonya Venia yang berhak menjadi istri Tuan Sergio. Lebih baik Anda berkaca sebelum menghina nyonya Venia. " ketus Damar.


Tuan Rama langsung turun setelah mendengar suara keributan. Damar sendiri memilih pergi dari sana, dia merasa jengah melihat kelakuan Winna dan orang tuanya.


"Nyonya Winna begitu apes memiliki keluarga tak punya otak seperti ini. " batin Damar. Dia segera masuk ke dalam mobil dan melesat pergi dari kediaman Dawson.

__ADS_1


Plak


Plak


Nyonya Kinara tak menyangka putrinya akan semenjijikan ini. Winna tentu saja terkejut dengan apa yang di lakukan sang mommy. Dia kira sang mommy akan tetap membelanya namun ternyata salah.


"Mommy tak pernah mengajari kamu menjadi pelakor Winna. Apa kamu memang semurahan itu hingga menggoda kakak iparmu. " bentak mommy dengan keras.


"Mommy. " pekik Winna begitu emosi dengan ucapan sang mommy barusan.


Tuan Rama tentu saja terkejut mendengarnya. Pria paruh baya itu langsung mendekati anak dan istrinya. Winna beralih meminta pertolongan sang Daddy. Dia begitu menginginkan Sergio menjadi suaminya. Diapun mengatakan kejadian di kantor pada sang Daddy.


"Sebaiknya kamu pergi ke kamar dan bersihkan diri kamu Winna. " pinta Daddy pada anak keduanya itu.


Winna langsung bangkit, wanita itu melenggang pergi begitu saja. Paruh baya itu menghela nafas panjang. Daddy Rama sendiri mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi sang menantu.


"Untuk apa Daddy menghubungi aku, kau mau membela putri keduamu yang murahan itu? " sarkas Sergio.


"Aku meminta maaf atas perbuatan putriku Gio. " sesal Tuan Rama pada sang menantu.


"Lalu bagaimana dengan Venia, apa kau pernah meminta maaf padanya atas sikap kalian padanya selama ini. " sindir Sergio membuat sang mertua bungkam.


"Mulai sekarang jangan pernah datang ke mansionku Dad, hanya Venia yang berhak di sana. Urus putrimu Winna yang menjijikkan itu. " tegas Sergio memberi peringatan pada sang mertua.


Tuan Rama kehilangan kata kata mendengar ucapan menantunya barusan.


Tut


Sambungan terputus begitu saja. Tuan Rama berbalik dan melangkah ke ruang tamu di susul istrinya. Kini suasana tampak hening, tak ada obrolan apapun di antara pasutri ini. Mommy Kinara begitu malu dengan kelakuan putri keduanya itu.


"Mom, Gio melarang kita untuk datang ke mansionnya mulai saat


ini. " ungkap Tuan Rama. Nyonya Kinara tentu saja terkejut dengan pernyataan suaminya barusan mengenai sang menantu. Pria paruh baya itu menjelaskan alasan sang menantu melarang mereka datang.


"Kenapa kondisinya seperti ini Dad. Mommy hanya ingin Venia dan Winna akur seperti saudara pada umumnya. " keluh Mommy Kinara.

__ADS_1


"Mommy juga tak bisa menghubungi nomor Venia lagi Dad. " pungkas Mommy Kinara. Tuan Rama menoleh kearah sang istri, raut wajahnya tampak heran dan tak percaya.


"Mungkin Venia lagi di mansion Rose dan Andrew. " ucapnya penuh keyakinan. Nyonya Kinara berharap demikian tanpa berniat untuk datang ke sana.


__ADS_2