
Hari berikutnya
Mommy mengajak sang menantu pergi ke mall. Mereka pun telah mendapatkan izin dari Felix, keduanya kini di kawal satu dua bodyguard.
Ashley tentu saja sangat senang, dia bisa terbebas dari sikap posesif sang suami.
"Bunda, sepertinya ada yang mengikuti kita. " bisik Ashley pelan di telinga sang mertua. Bunda Anna tentu saja sangat khawatir dan panik, namun dia mencoba tetap tenang.
"Sayang ayo ikut bunda, tetap fokus dan jangan menjauh dari Bunda. " ujar Bunda Anna dengan lembut.
Mereka terus berjalan dengan cepat mengabaikan di belakang sana yang mengikuti mereka. Keluar dari mall, mereka memilih jalan lain untuk mengalihkan dua orang pria yang mengikuti mereka.
"Sayang, cepat kamu kembali ke mobil lewat sini, jangan lupa kabari dua bodyguard untuk membantu Bunda. " ujar Bunda Anna mendorong menantunya untuk segera pergi.
"Tapi Bunda. " Ashley tampak ragu meninggalkan sang mertua. Berkat desakan bundannya, wanita hamil itu berjalan menuju arah yang di tunjukkan bundanya.
Setelah kepergian menantunya, Bunda Anna langsung muncul menghampiri dua pria yang memakai pakaian hitam.
"Siapa kalian, kenapa kalian mengikuti kami hah? " tanya Bunda Anna dengan tatapan tajam nya.
"Dimana wanita bernama Ashley nyonya, kami ada urusan dengan nya bukan dengan wanita tua seperti anda. " ujar seorang pria dengan berkaca mata hitam.
"Menantuku tak ada di sini sebaiknya kalian pergi. " Bunda Anna berusaha melawan keduanya namun salah satu dari pria itu mencekal tangannya.
Plak
"Katakan di mana nona Ashley sekarang nyonya. " geram pria berambut cepak itu.
"Aku tidak tahu. "
Pria itu kembali menamparnya. Keduanya melukai fisik Bunda Anna dengan pukulan.
Suara alarm polisi membuat keduanya panik dan melarikan diri. Tak lama Ashley datang bersama para bodyguardnya. Dia tampak panik melihat keadaan sang bunda yang tampak cukup parah.
__ADS_1
Bodyguard langsung membawa nyonya besarnya ke dalam mobil si susul Ashley. Salah satu dari mereka melajukan roda empatnya dengan kencang menuju ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan Ashley tak berhenti menangis.
Skip
Rumah sakit
Ashley tampak menunggu sambil menangis histeris. Tak lama Felix dan lainnya datang, wanita hamil itu langsung bangkit dan memeluk suaminya. Salah satu bodyguard menjelaskan apa yang terjadi. Tuan Sergio tentu saja tampak terpukul mendapati istrinya teraniaya.
"Daddy maaf, gara gara melindungi aku bunda di pukuli dua pria itu Dad hiks. " sesal Ashley.
"Nak sudahlah tak perlu menyalahkan diri kamu sendiri. " ujar Daddy Sergio dengan bijak. Felix memeluk tubuh istrinya, berusaha mengusap punggung bergetar istrinya.
Ashley terus menangis dalam dekapan sang suami. Apa yang menimpa sang mertua di sebabkan karena dirinya. Tubuh wanita hamil itu seketika lemas, Felix langsung panik. Pria tampan itu menggendong istrinya dan membawa ke ruangan lain.
Daddy Sergio sendiri mengusap wajahnya kasar, berharap istrinya di dalam sana masih mampu bertahan. Paruh baya itu merasa gagal melindungi istrinya sendiri.
Felix menemani istrinya yang tak sadarkan diri. Pria itu menatap sendu kearah Ashley, berulang kali dia menggenggam dan menciumi tangan wanitanya. Dia menarik kursi kemudian duduk di sebelahnya.
Di sisi lain Daddy Sergio langsung pergi ke ruangan sang istri setelah suster memindahkan ruangan nyonya Anna. Pria paruh baya itu begitu hancur melihat keadaan wanitanya yang tampak lemah.
"Bunda, jangan tinggalkan Daddy apapun yang terjadi. " gumam Tuan Sergio menggenggam Tangan sang istri. Dia berulang kali menciumi tangan Istrinya itu.
Beberapa saat kemudian nyonya Anna telah sadarkan diri. Tuan Sergio langsung menciumi wajah istrinya.
"Kenapa kamu nekat melawan mereka Bunda? " tanya Daddy dengan nada getirnya.
"Aku baik baik saja Dad, aku hanya melakukan tugasku untuk melindungi menantu dan calon cucuku Dad. " gumam Bunda Anna.
"Sudah cukup Felix dan Finn kehilangan mendiang mommy mereka. Aku tak ingin Felix kehilangan Ashley dan calon anak mereka. " ujar Bunda Anna sambil tersenyum.
Daddy Sergio menangis mendengar pernyataan istrinya barusan. Pria patuh baya itu langsung memeluknya dengan hati hati.
__ADS_1
Felix masuk ke dalam ruangan sang bunda, dia ikut menangis setelah mendengar obrolan orang tuanya. Pria itu mendekat, langsung memeluk sang bunda setelah daddy sedikit menjauh. Bunda Anna mengulas senyumnya mengusap kepala sang anak.
"Bunda juga harus memikirkan diri bunda sendiri! "
"Ashley mana nak, dia baik baik saja 'kan? " tanya Bunda dengan cemas.
Huh
"Istriku berada di ruangan sebelah tadi dia pingsan. " ungkap Felix. Bunda Anna bisa bernafas lega setelah mengetahui keadaan menantunya. Setelah mengobrol dengan sang Bunda, Felix segera ke luar dan membiarkan orang tuanya berduaan.
Daddy kembali memeluk Bunda Anna. Wanita paruh baya yang masih sangat cantik itu tersenyum geli melihat tingkah sang suami.
"Kalau aku tiada, Daddy bisa menikah lagi. " ceplos Bunda Anna.
"Sayang. " rajut wajah Tuan Sergio berubah datar mendengar ucapan istrinya barusan. Pria itu menjauhkan. wajahnya, auranya berubah dingin. Bunda Anna meraih tangan sang suami dan meminta maaf padanya.
Daddy Sergio hanya diam saja, pria itu sepertinya marah pada sang istri. Bunda Anna menghela nafas panjang, langsung bangun dan bersandar di headboard.
"Maafin Bunda Dad! " Bunda Anna memelas menatap kearah suaminya. Tuan Sergio langsung luluh dan menggenggam tangannya.
"Daddy enggak suka kalau Bunda ngomong kayak tadi! "
"Iya awh. " Wanita paruh baya itu merasakan sakit pada area wajahnya. Daddy langsung memeriksa keadaan sang istri kemudian memanggil dokter dengan cara memencet tombol di sebelah istrinya.
Tak lama Dokter masuk ke dalam dan segera memeriksa keadaan pasien nya itu.
"Suamiku itu terlalu berlebihan dok. " cibit Bunda Anna.
"Itu berarti Tuan Sergio mencintai dan takut kehilangan Anda, nyonya. " sahut Dokter dengan tersenyum. Bunda Anna menanggapinya dengan senyuman. Wanita paruh baya itu kembali menatap lekat sang suami. Dokter sendiri langsung pamit ke luar.
Tuan Sergio mencium kening istrinya dengan lembut. Dia ikut berbaring di sebelahnya, Bunda Anna bersandar di dada bidang sang suami. Keduanya kembali mengobrol dengan santai sambil bernostalgia masa muda mereka dulu.
"Daddy, terimakasih telah mengizinkan aku menjadi ibu sambung si kembar Felix dan Finn serta Violet dan Alexa. " gumam Bunda Anna dengan tulus.
__ADS_1
"Balas aku dengan menemani aku sampai Anak anak menikah hingga sampai punya cucu dari anak anak kita sayang. " balas Daddy Diego sambil tersenyum.
"Tentu Dad, kita harus jaga kesehatan agar bisa melihat Violet dan Alexa menemukan pasangan masing masing nantinya. " Gumam Bunda Anna.