
Lima tahun berlalu dengan cepat. Sergio berdiri di balkon dengan wajah datar nya. Tak ada kebahagiaan sedikitpun di wajahnya. Hanya ada kekosongan dan kehampaan yang kini pria itu rasakan.
Dia berharap istrinya kelak akan kembali dan mau memaafkan perbuatan bodohnya. Sergio hanya menginginkan Venia kembali ke sisinya.
Tok
Tok
"Maaf Tuan, di bawah nyonya dan tuan besar datang. " ujar pelayan dari luar pintu kamarnya.
Sergio berbalik dan berjalan ke luar dari kamarnya. Pria itu menuruni tangga dan menemui orang tuanya. Tuan Daffa menghela nafas berat melihat penampilan putranya yang berantakan.
Nyonya Amira merasakan sedih melihat keadaan putra sambungnya yang berantakan. Wanita paruh baya itu merasakan penyesalan yang dalam atas sikapnya pada Venia dulu.
"Gio, rapikan penampilanmu nak dan bangkitlah. Daddy sangat yakin jika Venia pasti akan kembali nanti. " ujar Tuan Daffa memberikan dukungan pada sang anak.
"Sampai kapan Dad, Venia terlanjur kecewa sama aku dan mungkin saja dia enggan bertemu denganku. " ungkap Sergio diringi penyesalannya.
Tuan Daffa hanya bisa menghela nafas panjang. Dia tak bisa memberikan harapan mengenai menantunya pada sang anak.
Di tempat lain Venia beserta si kembar telah turun dari pesawat. Keduanya langsung masuk ke dalam mobil. Hot mommy itu hanya bisa bersabar mendengar rengekan kedua anak mereka yang merindukan sosok sang Daddy.
Felix Grey Cullen
Finn Asher Cullen
"Come on Mommy, Finn tak sabar bertemu dengan Daddy. " cetus Finn dengan nada tak sabaran.
"Oh my, ya Tuhan sayang, bisakah kalian bersabar. " omel Venia pada kedua anaknya. Wanita itu sering di buat sakit kepala dengan kelakuan si kembar.
Memiliki dua anak laki laki ternyata membuatnya pusing, apalagi sikap keduanya turunan dari Sergio, Daddy si kembar. Finn sendiri bocah itu sering kali heboh jika sudah membahas sosok sang daddy.
Felix sendiri mengeluarkan ponselnya. Bocah tampan itu tengah menghubungi seseorang. Selama ini Venia mencoba melarang anak anaknya bermain ponsel namun tak menyangka jika si kembar begitu cerdas dan pintar.
"Halo paman, tolong suruh pria bernama Tuan Sergio untuk datang ke taman hari ini juga." cetus Felix.
__ADS_1
"Baik Tuan Muda. "
Tut Felix menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas ranselnya. Venia melongo melihat kelakuan putra sulungnya itu. Hot mommy itu hanya pasrah dengan kelakuan kedua putranya.
Felix meminta sopir mengantar mereka ke taman kota. Sopir tentu saja menuruti keinginan anak dari majikannya.
Skip
Di Taman
Sergio mengerutkan kening. Dia penasaran dengan siapa yang menyuruhnya datang ke taman. Pria itu mau tak mau turun dari mobilnya. Penampilan pria itu jauh lebih manusiawi dari pada sebelumnya.
Pria gagah itu berjalan pelan menuju ke bangku taman. Venia dan kedua anak anaknya langsung menghampiri Sergio yang telah datang. Jantung Venia berdebar kencang, wanita itu merasa berdebar bertemu dengan mantan suaminya.
"Daddy. " ucap si kembar secara bersamaan.
Sergio menoleh, pria itu pun membulatkan mata. Dia langsung bangkit, berjalan menghampiri si kembar di Venia. Fokusnya kini tertuju pada dua bocah tampan yang memiliki wajah yang sama.
"Halo Daddy aku Felix dan ini Finn adikku. " sapa Felix dengan senyuman merekah.
"Kalian putraku. " Sergio langsung berlutut, merentangkan tangan. Si kembar langsung memeluk daddy mereka dengan erat. Pria dewasa itu menangis terisak, dia begitu merindukan kedua anaknya.
Sergio meminta maaf pada kedua putranya itu. Dia menyesali kebodohannya dulu. Pria itu melepaskan pelukannya, tatapannya beralih pada wanitanya.
"Dad, minta maaflah sama mommy. Kau tahu Dad, selama ini mommy selalu mengigau tentang Daddy. " ceplos Finn.
Venia menoleh, menatap tajam kearah kedua anaknya. Finn langsung nyengir saat sang mommy memberi peringatan padanya. Sergio langsung mendekati istrinya. Rasanya dia seperti mimpi bosa melihat istri dan kedua anaknya kembali.
Pria itu langsung memeluk wanitanya sambil mengumamkan kata maaf padanya. Venia terkejut namun terdiam membeku. Teringat status mereka membuat Venia mendorong tubuh Sergio.
"Kita sudah bercerai mas, sebaiknya kamu jaga sikap. " ujar Venia dengan nada datar nya.
"Maaf sayang tapi aku tak pernah menandatangani surat perceraian itu. " ungkap Sergio.
"Apa? " Venia tentu saja terkejut dengan kenyataan yang baru dia dengar barusan.
__ADS_1
Meski begitu dia tetap menjaga jarak dari suaminya. Sergio menghela nafas panjang, sepertinya dia perlu bersabar agar bisa mendapatkan maaf dari istrinya.
"Kalau begitu ayo kita pulang. " ajak Sergio.
"Ayo Dad. " seru Finn.
"Kalian ikut saja sama daddy kalian, mommy ingin pulang ke mansion mommy. " ujar Venia. Wanita itu lantas masuk ke dalam mobil. Si kembar saling melirik satu sama lain, merekapun memilih bersama sang mommy.
Sergio tentu saja mengikuti mobil yang membawa istri dan anak anaknya.
Di mansion baru
Venia baru saja membeli mansion baru, berkat kerja kerasnya. Mereka bertiga turun dari mobil. Sergio berinisiatif membawakan koper istri dan anaknya untuk di bawa ke dalam. Wanita cantik itu merebut kopernya dan membawanya ke kamar. Dia juga menunjukkan kamar si kembar pada Sergio.
Cklek
Venia menaruh kopernya di dekat lemari. Dia juga langsung masuk ke kamar mandi. Untuk saat ini dia perlu waktu, bertemu dengan suaminya secepat ini membuatnya ragu. Venia takut jika Sergio akan merebut si kembar dari nya.
Selesai mandi dan berganti pakaian, Venia memilih membaringkan tubuhnya di atas sofa. Dia merasa sangat lelah setelah melalui perjalanan panjang.
Sore harinya wanita cantik itu baru ke luar dari kamarnya. Dia pergi ke ruang tamu di susul Sergio yang baru turun. Pria itu menggenggam tangan sang istri dan kembali meminta maaf padanya.
"Sudahlah lagipula kau hanya perlu membahagiakan si kembar itu sudah cukup mas! " ujar Venia dengan wajah datar nya.
"Lalu bagaimana denganmu, dengan hubungan kita Vee? " tanya Sergio membuat Venia bungkam seketika.
Venia menghela nafas berat, menarik tangannya dengan halus. Saat ini dia fokus pada si kembar dan karirnya. Asalkan kedua anaknya bahagia, diapun juga bahagia melihatnya.
"Aku tak peduli kebahagiaanku mas, fokusku hanya si kembar dan karir. " tegas Venia.
Sergio tertegun mendengar pernyataan istrinya. Dia merasa tak memiliki kesempatan lagi untuk mendapatkan kesempatan dari istrinya. Dia menjelaskan jika perpisahan mereka membuat dirinya menjadi mandiri dan tak bergantung dengan siapapun.
"Bibi Rose dan paman Andrew sudah begitu berjasa dalam hidupku dan si kembar. Sudah saatnya aku membahagiakan mereka dan si kembar. " pungkasnya.
"Apa kamu tak mau memberikan kesempatan kedua untukku Vee? " tanya Sergio sambil memohon.
__ADS_1
"Entahlah, hanya waktu yang bisa menjawabnya. " jawab Venia dengan tenang. Wanita itu juga memilih membahas hal lain, dia sengaja mengalihkan obrolan.
Sergio sendiri tak akan memaksa istrinya untuk memberinya kesempatan. Diapun tentu akan melakukan apa yang di putuskan istrinya saat ini.