(Bukan)Pernikahan Impian

(Bukan)Pernikahan Impian
Bab 74 Season 2 chap 7 Pilihan Felix


__ADS_3

Sepulang dari kantor, Felix menyempatkan diri mampir ke panti asuhan. Dia membeli banyak pakaian untuk anak anak dan juga makanan.


Pria itu juga membelikan hadiah untuk Ashley. Felix langsung menghampiri Ashley di taman belakang. Dia menghampiri gadis itu kemudian memeluknya dari belakang.


"Kau membuatku kaget kak Felix. " gumam Ashley yang tersadar dari lamunannya. Pria itu langsung melepaskan pelukannya, Felix membuka hadiah yang dia bawa.



"Aku pakaikan ya. " Felix memakaikan kalung cantik itu ke leher Ashley, selain itu dia juga memberikan cincin berlian yang dia sematkan ke jari gadisnya.


Ashley masih terkejut dengan apa yang di berikan Felix padanya. Dia mendongak, menatap lurus kearah Felix. Entah kenapa gadis itu merasakan kenyamanan berada di dekat Felix.


"Terimakasih atas hadiahnya. " ucap Ashley dengan canggung. Felix langsung menariknya ke dalam pelukannya. Kali ini gadis itu tak lagi memberontak seperti kemarin.


Pria tampan itu meregangkan pelukannya, dia memagut lembut bibir gadisnya. Felix berharap Ashley tak lagi menamparnya seperti kemarin.


Beberapa saat berlalu Felix pun mengakhiri ciumannya, dia tentu saja senang Ashley membalas ciumannya dengan kaku. Keduanya memilih duduk di sebuah bangku, tangan mereka saling bersahutan satu sama lain.


"Kak maaf ya sikap aku tadi pagi, aku hanya belum terbiasa. " ucap Ashley menyesal.


"Tak apa Ash, kau tak perlu merasa bersalah. Bunda dan lainnya bisa memaklumi sikap kamu kok. " jawab Felix dengan santai. Pria itu kini asyik menciumi tangan Ashley dengan lembut.


Gadis itu merasa canggung dengan skinship yang di lakukan Felix. Dering ponselnya membuat perhatiannya tersita. Felix melepaskan genggaman tangannya, pria itu mengambil ponselnya dari dalam saku.


Terdengar helaan nafas pelan, melihat nama Irene yang ternyata menghubungi dirinya. Pria itu langsung bangkit, sedikit menjauh dari Ashley.


"Ya Irene, ada apa? " tanya Felix dengan nada datar nya.


"Aku ada di mansion Bunda, kakak ke mana. " tanya Irene.


"Tunggu di sana." Felix mematikan sambungannya, menyimpan kembali ponselnya dalam saku. Dia lantas berpamitan pada Ashley, tak lupa dia memberikan kecupan di kening gadis itu.


Felix meninggalkan area panti dengan kecepatan sedang. Beberapa menit berlalu dia sampai di kediaman orang tuanya, pria itu turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam.


__ADS_1


"Langsung saja Irene, mulai saat ini kita sudah tak ada hubungan apapun lagi. Kau berhak melakukan apapun yang kau suka dan mengenai pernikahan itu, aku telah melupakan nya. " jelas Felix.


"Kak Felix. " gumam Irene dengan mata berkaca kaca.


"Kenapa kakak berubah pikiran, apa kamu sudah menemukan pengganti aku kak? " desak Irene.


"Hal itu bukan urusanmu irene. Maaf Rene, selama ini aku tak bisa mencintai kamu. Aku hanya menganggap kamu sebagai seorang adik, tak lebih. " sahut Felix dengan nada datarnya.


Tangis Irene langsung pecah, dia tak menyangka jika pada akhirnya usahanya gagal. Rasa egoisnya membuat harapannya seketika musnah. Bunda Anna mendekat, dia langsung memeluk Irene dengan erat.


"Mungkin kalian memang tak berjodoh nak, cinta itu tak bisa di paksakan Irene. Semoga kamu bisa mengerti dengan keputusan dari putra tante itu. " ujar Bunda Anna dengan nada lembutnya.


Irene hanya diam, terdengar suara isakan tangis. Ini semua karena keegoisan dirinya hingga membuat dirinya kehilangan Felix. Sementara Felix beranjak pergi dari sana, pria itu langsung naik ke lantai dua menuju ke kamarnya.


Skip


Di Kamar


Felix mengulas senyumnya, dia terbayang wajah cantik Ashley. Meski gadis itu belum terbiasa dengannya namun lambat laun Ashley akan menerima kehadiran dirinya.


"Ashley Joy, entah kenapa hanya menyebut nama kamu membuat jantungku berdegup kencang. " gumam Felix. Terdengar suara helaan nafas panjang, dia segera melesat ke kamar mandi.


Me : Bisakah kamu mengirim fotomu padaku Ash?


Ting



Ashley : Jangan buat aneh aneh kak, awas aja kalau berani! Aku bakal blokir nomor kak Felix!!


Felix tergelak membaca pesan dari gadisnya itu. Dia langsung melakukan panggilan video call. Tak pelak pria itu sering kali menggoda Ashley membuat gadis itu tersipu malu sekaligus kesal.


satu jam berlalu Felix mengakhiri video call nya. Dia mengirim pesan pada orang suruhannya untuk melakukan sesuatu. Felix ingin memberikan kejutan nanti malam untuk Ashley.


Dia tak sabar ingin menghabiskan waktu dengan Ashley, mengenal lebih dalam gadis itu.

__ADS_1


Malam harinya Felix tampak rapi, dia menjemput Ashley dan mengajaknya dinner romantis berdua.



Ashley tampak cantik dengan mengenakan gaun merah. Gadis itu terkejut dengan kejutan manis yang di berikan Felix padanya. Kini keduanya duduk saling berhadapan satu sama lain. Felix sendiri tersenyum, mengagumi kecantikan Ashley yang tak dia duga.


"Ayo makan setelah itu kita mengobrol sepuasnya malam ini. " ucap Felix dengan lembut.


Mereka berdua makan malam berdua, Keduanya saling menyuapi satu sama lain. Setelah lima belas menit, Felix merapatkan tubuh mereka. Pria itu merengkuh pinggang ramping Ashley.


Seperti biasa keduanya selalu berciuman dengan mesra. Felix langsung membawa gadisnya ke atas pangkuannya.


"Mulai sekarang kau kekasihku Ash, jika kau ada masalah berbagilah denganku! " ucap Felix dengan serius.


Ashley mengusap wajah tampan sang kekasih. Dia mengangguk, malam ini dia tampak sangat cantik dengan senyumannya. Felix mengulas wajahnya kasar, melihat bagaimana seksinya sang kekasih membuat gairahnya naik seketika.


"Seandainya kita menikah besok lusa apa kamu setuju baby? " tanya Felix dengan serius.


"Apa, kakak bercanda ya? " pekik Ashley terkejut.


"Aku serius Ash, aku menginginkan lebih sekadar dari ciuman. Untuk itu aku ingin meresmikan hubungan kita ke jenjang pernikahan setelah itu aku bisa memiliki kamu seutuhnya. " ungkap Felix.


.


"Tapi aku gadis yang membosankan kak Felix, kau pasti akan merasa menyesal nantinya. " keluh Ashley.


Felix tentu saja meyakinkan Ashley jika keputusannya ini sangatlah tepat. Pria itu tak ingin merusak sang kekasih hanya karena nafsunya. Ashley menatap dalam manik kelam sang kekasih, tak ada kebohongan di kedua mata Felix.


"Beri aku waktu sampai besok, aku akan memberikan jawabannya. " balas Ashley sambil tersenyum. Felix mengangguk setuju, mereka kembali berciuman dengan mesra.


Ashley memeluk sang kekasih, dia membiarkan prianya menyentuh leher jenjangnya. Gadis itu mendaratkan kecupan di kening Felix. Felix menjauhkan wajahnya, memeluk Ashley dengan posesif.


"Aku telah jatuh dalam pesona kamu Ashley. Entah kenapa aku takut kehilangan kamu, aku tak akan membiarkan pria lain merebut kamu dariku! " batin Felix dalam hati.


Sikap Felix berubah posesif, menurutnya Ashley adalah segalanya untuk pria itu. Dia akan melakukan apa saja demi membahagiakan gadis pujaan nya itu. Pria tampan itu menurunkan Ashley, keduanya lekas bangkit dan berdansa tanpa di iringi musik.

__ADS_1


Bintang dan bulan menjadi saksi


keromantisan Felix dan Ashley.


__ADS_2