
Tepat pukul tujuh malam hujan turun begitu derasnya. Kini Venia duduk bersebelahan dengan sang suami. Si kembar sendiri telah masuk ke kamar masing masing.
Sergio tampak memperhatikan istrinya yang terlihat kedinginan. Pria itu langsung mendekapnya sebentar, menggendongnya menuju ke kamar Venia.
Ceklek pintu telah dia kunci lalu menurunkan istrinya di dekat ranjang.
"Sebaiknya kita perlu buka baju, aku akan menghangatkan kamu sayang. " cetus Sergio dengan seringai miringnya. Venia membulatkan mata, dia hendak menghindar namun Sergio langsung mendorongnya ke atas ranjang.
Bruk
Hot Daddy itu membuka pakaiannya, lalu pakaian istrinya hingga sama sama polos. Venia memalingkan wajah melihat tubuh kekar sang suami.
Sergio langsung mengukungnya. Dia mulai menciumi istrinya dengan lagi hingga Venia terbuai olehnya.
Dan malam ini terjadi kegiatan panas yang sudah tak mereka lakukan selama lima tahun ini.
Dua jam berlalu Sergio menyingkir dari tubuh istrinya. Pria itu menarik selimut menutupi tubuh keduanya. Dia membawa sang istri ke dalam pelukannya.
"Beri aku kesempatan Vee, aku mohon. " bisik Sergio dengan sendu.
Tak di pungkiri Venia juga merindukan suaminya ini. Wanita itu bersandar di tubuh berkeringat sang suami. Tangan keduanya kembali bertautan satu sama lain.
Venia menatap lurus ke arah suami nya dengan lekat. Tangannya terulur menyentuh wajah tampan prianya. "Baiklah mas aku memberimu kesempatan, jangan kecewakan aku lagi. " pintanya penuh harap.
"Aku akan membuktikannya, Terimakasih telah menerima
aku. " gumam Sergio dengan senyuman merekahnya.
Venia mengulas senyum tulusnya, dan mereka kembali berciuman dengan lembut. Wanita itu mengakhiri ciuman mereka, dia teringat sesuatu.
"Mas aku belum meminum pil? " cetus Venia dengan panik.
"Buat apa sayang, bagus kalau kamu hamil lagi. Aku akan menggantikan waktuku yang terlewat saat si kembar lahir. " gumam Sergio lirih.
Venia menghela nafas panjang, mencium kening lalu bibir suaminya sekilas. Sergio memilih membenamkan kepalanya di belahan buah persik istrinya. Wanita cantik itu membiarkan nya, mengusap kepala suaminya dengan lembut.
Venia terdiam, merasakan sesuatu yang terbangun. Sergio pun menjauhkan wajahnya, menyibak selimutnya lalu membawa istrinya kepuncak kenikmatan lagi dan lagi.
Keesokkan harinya mereka berdua telah selesai berpakaian dan beres beres. Sergio menghampiri istrinya, memeluk pinggang Venia dari belakang. "Ternyata Semesta merestui aku hingga menurunkan hujan hingga kita bisa saling menghangatkan sayang. " bisik Sergio sambil terkekeh.
"Ish nyebelin. " Venia cemberut. Sergio membalik tubuh istrinya, terkekeh pelan melihat wanitanya merajuk.
__ADS_1
"Lagipula kau menikmatinya sayang, apa kamu lupa suara merdu kamu begitu keras semalam. " kekehnya mendapat tabokan manja dari sang istri.
"Ayo kita turun ke bawah. " Mereka berdua ke luar dari kamar, menuruni anak tangga dan pergi ke meja makan.
"Pagi mom, pagi dad. " sapa si kembar dengan wajah cerianya.
"Pagi juga sayang. " jawab Venia sambil tersenyum pada kedua putranya.
Mereka sarapan bersama dalam suasana bahagia. Raut wajah Sergio tampak sumringah, tampak berbeda sekali dengan beberapa tahun belakangan ini. Kembalinya Venia dan si kembar membuat hidupnya kembali berwarna.
Selesai sarapan mereka langsung ke depan. Rencananya pagi ini Venia dan sang suami akan mencari sekolah yang bagus untuk si kembar. Sergio melajukan roda empatnya, menuju ke salah satu sekolah elite.
Beberapa menit Berlalu mereka sampai di sekolah Darmawangsa. Keluarga kecil itu turun dari mobil dan masuk ke area sekolah. Mereka pergi ke ruangan kepala sekolah.
"Kami ingin mendaftarkan Felix dan Finn di sini pak? " ujar Venia dengan ramah.
"Baiklah saya akan memeriksa berkas kedua putra Anda
nyonya. " ujar sang kepala sekolah. Venia langsung menyerahkan berkas anak anaknya.
Setelah selesai si kembar bisa sekolah hari ini. Mereka ke luar dari ruangan. Felix dan Finn di antarkan oleh gurunya menuju ke ruangan kelasnya.
"Felix, Finn kalian di sini jangan nakal okey dan turuti kata ibu guru. " titah Venia pada kedua anaknya.
Venia dan suaminya pergi dari sana setelah mengurus pembayaran anak anaknya. Wanita itu ingin pendidikan kedua putranya lancar dan di utamakan. Tanpa sengaja mereka bertemu dengan Ivy dan suaminya.
"Kamu Ivy? " tanya Venia memastikan.
"Iya Vee, kalian di sini ngapain? " tanya Ivy penasaran.
"Mengantarkan si kembar. " Venia menjelaskan siapa kedua anaknya. Hal yang sama juga di lakukan Ivy, dia mengenalkan suaminya Trevor dan putrinya.
Mereka berempat masuk ke mobil masing masing. Pergi meninggal kan area sekolah dan memilih pergi ke sebuah Kafe.
Dan di sinilah dua pasangan itu berada. Venia memperhatikan Ivy yang tampak bahagia bersama Trevor.
"Kedua putraku Felix dan Finn pasti akan mau berteman dengan Irene, putrimu. " ucap Venia penuh keyakinan.
"Tentu saja, kau tahu Vee putriku Irene menyukai pria tampan. " ungkap Ivy sambil tersenyum geli. Venia ikut tertawa mendengar pengakuan Ivy barusan. Sementara para pria hanya mendesah pelan mendengarkan obrolan istri istri mereka.
__ADS_1
Tak lupa Sergio memanggil pelayan memesan minuman untuk mereka berempat. Setelah itu kembali mengobrol sambil menunggu pelayan kembali.
selang beberapa menit pelayan datang membawakan minuman mereka. Vanilla Latte, Macha Latte dan dua cangkir kopi hitam. Mereka menikmati kopi masing masing di selingi obrolan ringan.
"Vee maaf ya, aku dulu sempat berpikiran buruk sama kamu dan ini berhubungan dengan kak Shaka. " sesal Ivy membahas masa lalu.
"Its okey Vy,lagian kamu juga telah menemukan bahagiamu bersama Trevor. " ucap Venia sambil tersenyum.
Dan kedua hot mommy itu kini merasa akrab satu sama lain, berteman dan saling berbagi keluh kesah. Sergio tentu saja bangga akan sikap dewasa sang istri. Mungkin selama lima tahun Venia banyak belajar banyak hal termasuk tanggung jawab.
Setelah meninggalkan Cafe, mereka lebih dulu jalan jalan jalan bareng. Baru sorenya nanti masing masing dari mereka menjemput anak anak.
Di sekolah Darmawangsa
Si kembar double F menghampiri si mungil Irene. Keduanya pun memperhatikan gadis manis di depan mereka yang tampak sendirian.
"Hai kamu sedang apa? " tanya Finn pada Irene.
"Aku menunggu mami dan papi jemput kakak. " jawab Irene dengan polosnya.
"Baiklah kami akan menemani kamu. Kenalkan aku Finn dan ini Felix kakakku. " sapa Finn dengan lembut.
"Irene. " jawab bocah cantik itu sambil tersenyum. Mereka bertiga mengobrol, entah apa yang mereka bicarakan hingga membuat Irene tertawa.
Tin
tin
Dua pasangan suami istri masing masing turun dan menghampiri anak anak. Irene langsung bangkit dan berlari kearah sang mami. Berbeda dengan si kembar yang berjalan santai di belakangnya.
"Halo tampan, terimakasih telah menemani Irene. Kapan kapan main ke rumah aunty Ivy dan uncle Trevor ya. " ujar Ivy.
"Iya Aunty. " jawab Felix.
Ivy dan keluarga kecilnya pamit duluan. Irene melambaikan tangan kearah si kembar. Setelah kepergian Irene, mereka segera masuk ke mobil dan pergi dari sana.
"Felix, Finn bagaimana hari pertama kalian sekolah nak? " tanya Venia pada kedua jagoannya.
"Menyenangkan mom, ada banyak gadis cantik di kelas. " ceplos Finn. Felix langsung menjitak adiknya. Venia menoleh ke belakang, menatap tajam kearah kedua anaknya.
"Masih kecil jangan genit Finn! " omel Venia pada anak keduanya.
__ADS_1
"Hehe iya mom. "
Sergio tertawa kecil mendengar obrolan random anak anak dan istrinya. Dia kembali fokus ke depan, melajukan roda empatnya.