(Bukan)Pernikahan Impian

(Bukan)Pernikahan Impian
Bab 83 Season 2 Chap 16 Bertemu Ezra?


__ADS_3

Felix tampak di buat pusing dengan keinginan ngidam sang istri. Dia mencoba bersabar sesuai nasehat bundanya.


"Oh ayolah sayang, kau mengidam yang lain saja jangan memintaku memakai dress wanita. " pinta Felix sambil memohon.


"Tapi aku ingin kamu memakai dress yang aku pegang ini sayang. " sahut Ashley dengan mata berkaca kaca.


Felix melirik kearah orang tuanya. Bunda Anna memintanya untuk menuruti keinginan Ashley. Pria tampan itu menghela nafas panjang, sepertinya dia perlu meluaskan kesabarannya.


"Baiklah sini. " Felix mengambil alih dress yang di bawa sang istri. Dia lantas membawanya ke kamar mandi. Ashley sendiri mengusap air matanya dengan cepat.


Tak lama Felix kembali, Daddy Sergio tergelak kencang melihat penampilan putranya. Violet dan Alexa juga menertawakan kakak sulung mereka itu. Felix berdecak pelan, dia memilih duduk di sebelah sang istri.


Calon hot daddy itu hanya bisa pasrah kala dirinya menjadi bahan tertawaan keluarga besarnya. Ashley sendiri tersenyum kegirangan melihat suaminya menuruti keinginan dirinya.


"Sayang, kamu pakai dress ini sampai besok pagi ya. " ceplos Ashley dengan senyuman lebarnya. Felix membulatkan mata mendengar pernyataan istrinya. Dia hendak protes namun Bunda Anna lebih dulu memberi kode agar menurut.


"Iya aku akan memakainya sampai besok pagi. " balas Felix sambil tersenyum. Ashley langsung memeluk tubuh suami tercintanya. Bunda Anna mengulas senyumnya melihat kemesraan putra dan menantunya itu.


"Tapi sayang nanti malam kita harus menghadiri pesta milik salah satu kolegaku. " ujar Felix. Pria itu memberikan pengertian pada sang istri, Ashley mau tak mau mengangguk setuju. Felix menghela nafas lega melihat istrinya menurut.


Tepat pukul tujuh malam Felix mengajak istrinya menghadiri salah satu pesta pernikahan koleganya. Pria tampan itu mengenalkan sang istri pada sang kolega.


"Terimakasih atas kehadiran Anda Tuan Felix. " ujar Tuan Ammar.


"Sama sama tuan Ammar. " ujar Felix dengan senyuman tipisnya.


Ashley menatap sekitarnya, banyak para pengusaha yang datang ke pesta yang saat ini dia hadiri. Ada seseorang yang membuatnya fokus, wanita itu lantas pamit pada suaminya. Dia lantas menghampiri seseorang yang dia kenal.


"Ezra. " gumam Ashley. Ezra menoleh, terkejut melihat kehadiran Ashley di tengah pesta. Pria itu berusaha mengontrol keterkejutan nya.


"Kau di sini juga tapi penampilan kamu sangat berbeda? " Ashley menatap penampilan Ezra yang tampak berbeda dengan jas dan kemejanya.


"Iya aku di sini mewakili Papa Haris yang tak bisa datang. " ungkap Ezra. Dia langsung mengenalkan wanita cantik yang dia gandeng saat ini.

__ADS_1


"Aku Ashley. " sapa Ashley dengan senyuman manisnya.


"Starla. " Jawab Starla singkat. Tak lama Felix datang menyusulnya, Felix terkejut melihat kehadiran Ezra.


Dia lantas memeluk pinggang istrinya dengan posesif. Ezrapun yang melihatnya hanya diam tak berkomentar apapun. Pria itu menanyakan kabar dari Ashley dengan santai. Ashley tentu saja menjawab apa adanya.


"Kau tak ingin mengucapkan selamat pada kami Zra, Ashley mengandung buah hati kami. " ceplos Felix sambil tersenyum.


Deg


"Selamat atas kehamilan kamu Ashley. " ucap Ezra dengan perasaan campur aduk. Diam diam Starla memperhatikan perubahan ekspresi dari Ezra. Gadis itu turut memberikan selamat pada Ashley dan Felix.


Mereka berempat memutuskan berdansa di tengah ruangan. Kini fokus para tamu tertuju pada mereka dan kini menjadi bahan perbincangan para tamu.


Larut malam mereka langsung pamit pulang. Sebelum masuk ke mobil, Ashley dan Starla saling bertukar nomor telepon. Gadis itu menatap kepergian Ashley dan Felix yang pergi duluan. Dia menghampiri Ezra yang tengah melamun.


"Jadi Ashley wanita yang masih menjadi tahta tertinggi dalam hati kamu Zra? " tebak Starla.


"Iya. " jawab Ezra dengan singkat dan jelas.


Skip


Di Apartemen Starla


Gadis itu turun dari mobil Ezra. Dia menatap dalam kearah pria yang dia cintai dalam diamnya itu. Dia meraih tangan Ezra kemudian menggenggamnya dengan erat.


"Aku cinta sama kamu Zra! "


Ezra langsung menarik tangannya setelah mendengar pernyataan cinta dari Starla. Terdengar suara hembusan nafas berat ke luar dari bibir Ezra.


"Maaf tapi aku tak mencintai kamu Star, kamu tahu bukan jika siapa yang aku cintai sampai saat ini. " gumam Ezra dengan tatapan datarnya.


"Lupakan saja aku Star, aku hanya menganggap kamu sebagai teman tak lebih! " tegas Ezra. Mata Starla berkaca kaca mendapati penolakan Ezra secara terang terangan.

__ADS_1


"Bersamaku justru hanya akan tersakiti, aku tak pernah memberikan harapan untuk kamu Starla! "


"Selamat malam. " Ezra kembali ke mobil dan melesat pergi.


Tangis Starla langsung pecah, dia menatap kepergian Ezra dengan raut penuh kecewa.


Hiks


Starla menekan dadanya yang terasa sekali. Dia berbalik dan melangkah gontai memasuki apartemen miliknya. Setelah sekian lama dia baru bisa memiliki keberanian mengungkapkan perasaannya namun di balas dengan kecewa.


Cklek


"Kenapa kamu tak berusaha mencintai aku Zra, kenapa? "


"Harusnya kamu memberikan aku kesempatan. " gumam Starla lirih. Gadis itu menangis terisak, melupakan kesakitan yang tengah dia rasakan saat ini. Starla pergi ke kamarnya, menaruh tasnya di atas meja.


Dia mengambil figura dirinya bersama Ezra. Tampak keduanya saling tersenyum satu sama lain. Selama ini Starla memiliki keyakinan jika kelak Ezra pasti akan mencintainya namun semuanya telah terpatahkan dengan argumen Ezra.


"Kau jahat Zra, kau jahat. " gumam Starla sambil membanting figura itu ke lantai. Dia kembali menangis dengan histeris.


Beberapa menit berlalu Starla mulai tenang. Dia mengusap air matanya dengan kasar kemudian meraih ponselnya. Starla langsung mengirim pesan pada Ashley dan mengajaknya bertemu besok.


"Aku harus bicara dengan Ashley besok. " gumam Starla penuh tekad.


Dia menaruh kembali ponselnya, Starla lekas bangkit dan melesat ke kamar mandi. Selesai mandi dan mengganti pakaiannya dengan piyama Starla langsung naik ke atas ranjang.


Gadis itu langsung membaringkan tubuhnya ke atas ranjang. Dia menatap langit langit kamarnya dalam diam. Setiap ucapan demi ucapan Ezra berputar dalam kepalanya. Starla tersenyum kecut, ternyata dia tak bisa memiliki tempat di hati pria pujaan nya itu.


"Rasanya ini sangat menyesakkan. " gumam Starla. Dia menghembuskan nafas panjang, berusaha menenangkan dirinya agar tak kembali histeris. Seharusnya Starla tak perlu berharap banyak dari Ezra.


"Ini menyakitkan Zra, sekarang aku tahu apa yang kamu rasakan. Rasanya sangat sakit melihat seseorang yang kita cintai bersama orang lain. " gumam Starla lirih.


"Aku selama ini telah berjuang menarik perhatianmu Zra. Namun kenapa hatimu tak sedikitpun terenyuh dengan perjuanganku selama ini! "

__ADS_1


"Semuanya hanya berakhir sia sia. Bodohnya aku masih menganggap kamu kelak akan mencintaiku dengan sepenuh hatimu. " ucap Starla tersenyum miris.


__ADS_2