
Hari berikutnya
Pagi ini kediaman Cullen tampak ramai. Felix membawa Ashley bertemu dengan orang tuanya. Dia menjelaskan siapa Ashley pada kedua orang tuanya.
"Jadi kamu teman dekatnya Felix, Ash? " tanya Bunda Anna dengan lembut.
"Maaf ralat sebelumnya saya mantan karyawan kak Felix, kami berdua belum lama dekat nyonya. " ujar Ashley dengan sopan.
"Hello everybody. " Seorang pria yang memiliki wajah kemiripan seperti Felix datang. Dia Finn Asher Cullen, adik kembar Felix.
Finn mengajak Ashley berkenalan, Ashley menjawab apa adanya. Sarapan kali ini berasa sangat ramai. Gadis itu tak banyak bicara seperti biasanya. Dia masih canggung dan tak nyaman dengan keramaian.
Melihat kehangatan yang tercipta di keluarga Felix membuat Ashley merasa iri. Bunda Anna menerima kehadirannya dengan tangan terbuka.
"Maaf semuanya saya permisi, mau berangkat kerja! "
"Nak tunggulah sebentar, biar Felix yang mengantar kamu. " sela Bunda Anna dengan lembut.
"Terimakasih atas tawarannya nyonya, saya bisa sendiri. Kalau begitu saya pamit, terimakasih atas sarapannya. " Ashley lekas bangkit, dia berlalu pergi dari hadapan keluarga besar Cullen.
Kini mata semua orang tertuju kearah Felix. Felix mengatakan perihal sikap Ashley yang cenderung pendiam dan suka menyendiri.
"Ashley belum terbiasa dengan keramaian mom. " ucap Felix sambil tersenyum. Selesai sarapan, Felix dan lainnya langsung pamit pada sang bunda.
Felix dan Finn ke luar dari mansion, Finn memilih ikut kakaknya pergi ke perusahaan. Sepanjang perjalanan keduanya banyak mengobrol.
Skip
Perusahaan Cullen
Ruangan kerja Felix
Felix dan Finn kini duduk di sofa sambil membahas tentang Ashley. Finn sendiri begitu penasaran dengan hubungan Felix dan calon kakak iparnya itu.
"Tapi Ashley sangat berbeda dari gadis gadis yang mengejar kamu Felix. " celetuk Finn.
"Ya kau benar, aku sangat sulit mendekatinya. Ashley membangun tembok tinggi di antara kami Hingg aku sulit menembus pertahanan
__ADS_1
nya. " gumam Felix.
Finn terkekeh pelan melihat wajah frustrasi sang kakak. Pria itu langsung memberikan beberapa trik pada sang saudara kembarnya. Felix menerima saran dan ide yang di berikan adiknya itu.
Dering ponsel milik Finn menyita perhatiannya. Finn mengeluarkan ponselnya, bibirnya melengkung mendapati sang pujaan hati mengirim pesan padanya.
"Halo Love, kau kangen aku ya? " tebak Finn dengan percaya dirinya.
"Tahu aja. " jawab Karamel dengan jujur. Finn terkekeh pelan, pria itu mengobrol dengan kekasihnya. Felix yang melihat adiknya senyum senyum sendiri, segera menjitaknya dari samping.
"Aduh. " Finn menoleh, melirik kearah kakaknya dengan tatapan kesalnya. Felix tak peduli, dia menatap jengah adiknya yang tengah bucin pada Karamel.
"Pergi sana." usir Felix tanpa perasaan. Finn berdecak pelan, dia menyimpan ponselnya ke dalam saku. Pria itu langsung bangkit, bergegas ke luar dari ruangan sang kakak.
Finn meninggalkan area perusahaan. Sepanjang perjalanan pria itu tampak bersiul, tak sabar bertemu gadis pujaannya.
Setelah beberapa menit Finn sampai di bandara. Pria itu ke luar dari mobilnya, seorang gadis datang menghampiri Finn sambil menyeret koper.
Karamel langsung melepaskan kopernya, gadis itu memeluk erat calon suaminya ini. Finn langsung menciumnya tanpa peduli jika mereka berada di tempat umum.
huh
"I miss you my love. " bisik Finn dengan lembut.
Finn melepaskan pelukannya, mengambil koper sang kekasih lalu memasukkan ke bagasi. Keduanya masuk ke mobil dan meninggalkan area bandara.
Finn mengantarkan calon istrinya di kediaman Brawijaya. Satu jam berlalu mereka tiba di kediaman Brawijaya. Mereka berdua lekas turun, Karamel membiarkan sang kekasih membawa koper miliknya.
Sepasang sejoli itu memasuki penthouse. Karamel langsung memeluk orang tuanya secara bergantian.
"Sayang, pulang kok enggak ngabarin mami dan papi? " tanya Mami Melisa pada sang anak.
"Surprise mami. " jawab Karamel sambil tersenyum.
Finn tanpa merasa malu, memeluk dan menciumi calon istrinya. Papi Shaka hanya berdehem melihat kelakuan calon menantunya itu. Mami Melisa menegur sang suami agar membiarkan kedua sejoli itu saling melepas rindu.
"Ya sudah kalian ngobrol aja ya sayang, mami bawa koper kamu ke atas. " Mami Melisa lekas bangkit, meraih koper sang anak lalu membawanya ke lantai atas. Papi Shaka menyusul sang istri, mana mau pria paruh baya itu menjadi patung saat sang anak tengah bucin.
Karamel terkekeh pelan, dia mengusap kepala calon suaminya. Gadis itu membenamkan kepalanya di dada bidang Finn.
__ADS_1
"Selama di Paris, kau tidak nakal 'kan? " tanya Finn dengan curiga.
"Maksudnya? "
"Ya kayak godain pria lain gitu. " ceplos Finn.
"Tentu saja tidak kak, hanya kak Finn yang aku cintai. " gumam Karamel dengan senyuman manisnya. Finn bernafas lega mendengarnya, dia sangat takut kehilangan Karamel.
Obrolan keduanya terdengar santai dan random. Karamel seringkali menggoda Finn, membuat kekasih tampan nya itu kesal. Gadis itu mengusap pipi sang kekasih, mendaratkan kecupan tepat di bibir Finn. Keduanya kembali berpelukan dengan mesra, Finn begitu bahagia melihat kekasihnya telah kembali.
"Sayang kapan kamu siap menikah dengan aku? " tanya Finn sambil menatap dalam Karamel.
"Kapanpun aku siap, kamunya aja belum lamar aku kok. " sindir Karamel yang membuat Finn merasa gemas padanya. Finn tersenyum penuh arti, sepertinya pria itu telah menyiapkan kejutan untuk Karamel nantinya.
Karamel menggenggam tangan sang calon suami. Dia membiarkan Finn menciumi telapak tangannya. Rasa rindunya telah terbayar setelah bertemu dan melepas rindu dengan Finn.
Pelayan datang membawakan camilan untuk mereka. Keduanya mengobrol sambil makan. Canda tawa mewarnai obrolan keduanya. Karamel juga mengajak sang kekasih membahas apa yang di lakukan orang tuanya saat ini.
"Jahil banget ya kamu, jadi pengen makan kamu di atas ranjang. " celetuk Finn dengan seringai miringnya.
"Ish dasar mesvm kamu kak. " cibirnya dengan bibir manyun. Finn kini tergelak melihat ekspresi menggemaskan dari wajah kekasihnya. Karamel meminum jusnya dengan santai. Finn sendiri menyesap kopinya sambil memperhatikan tingkah gadisnya.
Selesai makan, Karamel kembali bersandar di tubuh Finn. Mereka kembali mengobrol guna mengusir kejenuhan.
"Oh ya sayang, gimana kabar kak Felix? " tanya Karamel samnil mengunyah keripik.
"Kakakku itu baru putus dari Irene. " jawab Finn. Pria tampan itu juga mengatakan perihal Ashley.
"Aku ingin bertemu dengan Ashley, siapa tahu kami bisa jadi teman nantinya. Aku akan membantu kak Felix, mungkin Ashley perlu beradaptasi. " ungkap Karamel menyampaikan pendapatnya.
"Ide kamu bagus juga sayang, besok aku akan mengajak kamu bertemu dengannya. " sahut Finn dengan santai.
Karamel menanggapinya dengan senyuman. Gadis itu sesekali menanggapi ucapan absurd sang calon suami. Belum menikah, keduanya telah lebih dulu menargetkan memiliki tiga anak. Karamel tentu saja mengiyakan keinginan Finn barusan.
"Gemes banget sih kak Finn. " ledek Karamel dengan senyuman jahilnya.
Visual FINN ASHER CULLEN
__ADS_1
VISUAL KARAMEL BRAWIJAYA