
Hari hari Anna begitu berat, mendapatkan teror pesan dari nomor tak di kenal. Meski begitu dia mencoba tak memikirkannya. Dan saatnya ini tiba usia kandungan Anna memasuki bulan kelahirannya.
Saat ini wanita itu tampak kesakitan dan dalam perjalanan ke rumah sakit.
Tiba di rumah sakit dokter dan suster langsung datang menjemput. Sergio membaringkan istrinya di brangkar dan membiarkan suster mendorongnya menuju ke ruangan persalinan.
Sergio tampak panik begitu juga dengan yang lainnya. Suster langsung ke luar, meminta Sergio untuk ikut ke dalam menemani Anna.
"Sayang, kau pasti bisa melahirkan si kecil ke dunia, aku mencintaimu. " bisik Sergio sambil menggenggam tangan sang istri.
"Sakit huh huh. " Anna berusaha mengejan sesuai arahan sang dokter.
Hal itu di lakukan selama tiga kali. Wanita itu mengupayakan segala tenaganya demi buah hatinya agar lahir ke dunia.
Oek
oek
Suara tangisan melengking itu membuat pasangan itu terharu. Dokter langsung menyerahkan bayi mungil itu pada suster.
"Selamat tuan, nyonya bayi kalian berjenis perempuan. " ujar Dokter seraya tersenyum. Anna mengulas senyum harunya. Sergio langsung menghujani ciuman di wajah sang istri sambil mengungkapkan terimakasih.
"Terimakasih sayang atas perjuangan kamu, aku benar benar mencintai kamu. " bisiknya lagi. Sergio langsung ke luar, membiarkan dokter membersihkan tubuh istrinya.
Beberapa saat berlalu dokter ke keluar, segera memindahkan Anna ke ruangan VIP. Semua orang tampak bahagia dengan kabar kelahiran si kecil di tengah keluarga Cullen. Sergio juga menciumi si kembar dan memberikan selamat atas kelahiran adik bayi dari Felix dan Finn.
Setelah itu mereka pergi ke ruangan Anna. Sergio yang lebih dulu masuk ke dalam di susul si kembar. Pria tampan itu mendekati sang istri yang masih belum tersadar.
__ADS_1
"Eungh. " Anna membuka matanya, fokusnya kini tertuju kearah sang suami yang tersenyum padanya. Wanita itu hendak bersandar, Sergio dengan sigap membantunya.
"Sayang putri kita mana? " tanya Anna.
"Sebentar sayang, suster pasti akan ke sini nanti. " jawab Sergio sambil tersenyum.
Tak lama suster masuk ke dalam, mengantarkan si kecil. Suster menyerahkan bayi cantik itu pada Anna.
"VIOLET LUCIANA CULLEN. " Anna memberikan nama putrinya dengan nama Violet sesuai keinginan Venia. Sergio tentu saja menyukai nama yang di sebutkan sang istri.
"Selamat datang ke dunia princessnya bunda, Daddy dan kakak Felix serta kakak Finn. " ungkap Anna dengan senyuman lebarnya.
"Bunda, Felix ingin lihat adik bayi dari samping. " pinta Felix.
"Tapi jangan berteriak ya boys. " tegur Sergio yang di angguki si kembar. Kedua bocah itu langsung berada di sisi sang bunda, memperhatikan adik perempuannya yang cantik.
Kini giliran Sergio yang menciumi putrinya, menyapa sang buah hati. Hatinya begitu bahagia mendapati keluarganya telah lengkap sekarang. Mommy Amira dan Daddy Daffa mendekat, mereka juga ingin menggendong cucu mereka itu. Anna tentu saja membiarkan sang putri di gendong sang oma.
"Rasanya sangat bahagia melihat Violet banyak di sayangi semua orang. Tapi bagaimana dengan pesan ancaman yang aku dapat akhir akhir ini. " batin Anna dalam hati. Wanita itu menggenggam tangan sang suami, membuat Sergio menoleh kearahnya.
"Kenapa sayang, apa ada yang membuat kamu resah? " tanya Sergio dengan lembut. Anna menatap dalam kearah sang suami, terlihat jelas jika dia ragu ragu untuk mengatakan ini pada Sergio.
"Aku ingin mengatakan sesuatu pada kamu mas, tapi sebaiknya besok saja. Aku tak ingin merusak hari bahagia atas kelahiran Violet. " ungkap Anna dengan mimik muka seriusnya.
Sergio sebenarnya penasaran dengan apa yang ingin di katakan istrinya. Namun kali ini dia setuju dengan pernyataan istrinya barusan. Dia tak ingin merusak kebahagiaan hari ini atas lahirnya si kecil Violet. Pria itu memperhatikan si kecil yang tengah di gendong mommy Amira.
__ADS_1
Anna menghela nafas panjang, jujur dia masih gemeteran dan khawatir akan pesan ancaman itu. Dia begitu takut akan keselamatan si kecil dari peneror itu. Dia berusaha tetap tenang agar tak membuat keluarganya khawatir padanya.
Oek
Baby cantik itu menangis, Mommy langsung bangkit dan menyerahkan kembali pada menantunya. Wanita paruh baya itu mengajak kedua cucunya dan suaminya ke luar. Setelah pintu tertutup, Anna langsung memberikan asi untuk putrinya.
"Minum yang banyak ya sayang supaya cepat besar. " gumam Anna sambil tersenyum. Sergio langsung duduk di kursi sambil mengamati sang istri.
"Aku jadi pengen sayang. " celetuk Sergio dengan santai. Annapun tersenyum geli mendengar celetukan sang suami. Setelah beberapa menit dia selesai memberikan asi untuk Violet. Wanita itu memperbaiki penampilan atasnya.
Anna mengusap pipi princess kecilnya dengan lembut, mencium tangan mungil Violet. Dia benar benar mencurahkan kasih sayangnya pada sang anak.
Baby Violet terlelap dalam gendongan Anna. Dia menyerahkan putrinya pada sang suami dengan hati hati. Sergio dengan sigap menggendong baby Vio lalu menaruhnya ke dalam box bayi. Fokusnya kini kembali tertuju pada ibu dari anak anaknya itu.
"Sayang bagaimana perasaan kamu saat ini? " tanya Sergio.
"Sangat bahagia Mas. Apalagi saat aku berusaha melahirkan baby Violet tadi. Kehadirannya menjadi sebuah anugerah untuk keluarga besar Cullen. " gumam Anna sambil tersenyum.
"Ya kau benar sayang! " Sergio kembali mengecup kening Anna dengan lembut. Keduanya kembali berpelukan dengan mesra. Anna merasa beruntung bisa mengenal lelaki sebaik suaminya ini.
Sergio melepaskan pelukannya. Dia segera menghubungi Revan dan memberitahu kelahiran baby Violet. Dia juga membaca pesan dari Theo mengenai perusahaan Sastra corp yang berusaha untuk bangkit dari ambang kebangkrutan. Pria itu sengaja membiarkan Devan dalam keadaan terpuruk. Sergio tak berniat dan tak iba dengan keadaan Devan.
"Ini belum seberapa hukuman untuk kamu Devan. Aku akan membuatmu hancur sehancurnya, karena kamu telah berani mengusik Anna dan keluargaku. " gumam Sergio.
"Mas Gio. " panggil Anna. Sergio tersadar dari lamunannya, dia langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku.
"Hehe aku sedikit melamun tadi sayang. " elak Sergio. Dia sengaja tak membeberkan mengenai perusahaan Devan saat ini pada istrinya. Pria itu tak ingin membebani pikiran istrinya.
__ADS_1
Dan mereka kembali mengobrol dengan santai. Anna sesekali melirik kearah box bayi di mana putri kecilnya terlelap. Sergio langsung pamit ke luar pada sang istri, Anna tentunya membiarkan sang suami ke luar.
"Aku akan berusaha sekuat tenaga melindungi baby Violet dan si kembar dari siapapun yang ingin mencelakai mereka. " ucap Anna penuh tekad. Tapi dia tampak kebingungan, dia perlu bantuan seseorang untuk mencari tahu siapa yang menerornya selama ini.