
Sementara Finn kini tengah sibuk dengan pekerjaannya di kantor. Dia meminta mami Melisa untuk menemani Karamel di mansion.
Karamel terus mendumel sejak tadi, dia berkeluh kesah pada mami nya. Mami Melisa menghela nafas panjang melihat kelakuan putrinya itu.
"Lebih baik tenangkan diri kamu sayang, suami kamu sedang sibuk di kantor. " tegur Mami Melisa dengan lembut.
"Aku ingin jalan jalan ke mansion Ashley dan Felix Mam, Finn begitu posesif dan melarang aku melakukan ini itu. " ujar Karamel.
"Kau hanya perlu sabar nak, apalagi beberapa waktu lalu kamu sempat mengalami keguguran bukan? " cecar mami yang membuat Karamel bungkam.
Wanita hamil itu mendesah pelan, dia mengusap perutnya dengan penuh kelembutan. Karamel teringat kejadian yang telah lalu, di mana dirinya kehilangan janinnya karena kelelahan.
Suasana tampak hening, Mami Melisa memperhatikan putrinya yang tengah melamun. Karamel memilih bangkit, pergi meninggalkan maminya.
"Ya ampun Kara. " gumam Mami Melisa melihat kelakuan putrinya itu.
Sorenya Finn dan Papi Shaka pulang, mereka langsung bergabung bersama mami di ruang tamu. Mami Melisa menjelaskan. kepergian Karamel pada sang menantu.
Finn tentu saja terkejut, merasa kesal dengan sikap keras kepala istrinya. Pria itu lantas menghubungi nomor sang istri.
"Aku akan menyusulnya Mam. " ujar Finn.
"Baiklah nak, maafin sikap Kara ya. " ujar Mami Melisa yang di angguki Finn. Finn langsung ke luar. masuk ke mobil dan melajukan roda empatnya dengan kencang.
Pria itu ternyata pergi ke mansion keluarga Cullen. Finn langsung turun, segera masuk ke dalam dan mencari keberadaan sang istri. Ternyata benar jika Karamel berada di kediaman Bunda Anna dan Daddy Sergio.
"Kenapa sih kamu di kasih tahu susah sekali Kara, aku hanya minta kamu di rumah saja jangan keluyuran. " ujar Finn dengan wajah kecewanya. Terlihat jelas jika pria itu tampak kelelahan setelah pulang dari kantor.
"Aku enggak keluyuran, aku ke rumah Bunda dan Daddy. Aku bukan burung yang harus selalu kamu kurung dalam sangkar emas Finn. " sahut Karamel kesal dengan sikap over protektif suaminya.
"Kemarin saat aku keguguran kau menyalahkan aku dan sekarang kamu mau nyalahin aku juga? " tantangnya.
Wanita hamil itu kembali duduk di sofa. Suasana tampak panas akibat pertengkaran keduanya. Finn sendiri memilih pergi ke kamarnya, pria itu tampak lelah dan malas jika harus berdebat dengan sang istri.
__ADS_1
Karamel berdecak pelan melihat kepergian suaminya. Wanita hamil itu memilih ke luar dan pergi ke villa kakak iparnya.
Skip
Mansion Felix & Ashley
"Sore Ashley. " sapa Karamel dengan senyuman manisnya. Keduanya berpelukan sejenak kemudian duduk di sofa.
"Sore juga, kamu ke sini sendirian. Di mana Finn? " tanya Ashley.
"Suamiku capek baru pulang kerja. " balasnya sambil tersenyum. Karamel enggan membahas masalahnya dengan Finn pada Ashley. Ashley hanya mengangguk saja, tak bertanya lebih.
Keduanya mengobrol panjang lebar. Karamel meminta izin ke kamar si kembar. Wanita hamil itu pergi ke lantai atas, menemui kedua ponakan ganteng dan cantiknya.
Ashley datang menyusul, wanita itu memperhatikan Karamel yang Tenga menggendong baby Queen. Dia langsung duduk di sampingnya, memperhatikan apa yang di lakukan Karamel.
Karamel langsung mengembalikan si kecil ke dalam box bayi. Dia pun termenung dengan kepala menunduk. Ashley langsung mengajaknya pergi ke balkon, berbicara dengan leluasa di sana.
"Aku merasa hanya membawa kesialan Ash, karena ulahku beberapa bulan lalu aku keguguran. " gumam Karamel dengan nada penyesalan.
"Kenapa kamu bicara seperti itu sih Kara, apa yang terjadi kemarin itu musibah. " tegur Ashley dengan bijak.
Karamel langsung memeluknya tanpa menjelaskan detail permasalahan dirinya dengan Finn, suaminya. Wanita itu melepaskan pelukannya, dia berusaha menenangkan dirinya.
"Aku nginep dulu di sini sementara ya Ash please. " pinta Karamel sambil memohon. Ashley mengerutkan kening, diapun mengangguk pelan. Keduanya ke luar dari kamar, Ashley meminta mbak Ratna menjaga si kembar.
Karamel memilih pergi ke kamar tamu. Wanita hamil itu masuk ke dalam kamar setelah kamar itu di bersihkan pelayan. Dia menaruh tasnya di atas meja kemudian duduk di atas ranjang.
Drt
drt
__ADS_1
Karamel lekas bangkit, mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Dia masih kesal dengan suaminya, memilih menolak kemudian membalas pesan dari sang mami.
"Mereka semua menyalahkan aku atas kejadian yang lalu. Apa mereka pikir aku sengaja membuat janinku gugur. " gumam Karamel kesal.
Tepat pukul tujuh malam, mereka berkumpul di meja makan. Karamel hanya diam saja saat Felix menanyakan perihal keberadaan adiknya Finn. Pria itu menghela nafas panjang dan tak pagi bertanya pada sang ipar.
Mereka makan malam dalam keheningan. Tak lama Finn datang berkunjung, melihat kehadiran suaminya membuat Karamel memilih pergi ke kamarnya. Wanita itu telah selesai menghabiskan makan malamnya.
Semua orang tercengang melihat perubahan sikap Karamel. Finn pun langsung duduk, Felix tengah memperhatikan adik kembarnya itu.
"Kamu dan Karamel ada masalah Finn? " tanya Felix penasaran.
"Iya. " jawab Finn singkat. Finn yang biasanya konyol kali ini tampak serius dan pendiam.
Selesai makan malam, Felix mengajak adiknya berbicara di ruang tamu. Pria itu meminta istrinya pergi ke kamar duluan, Ashley tentu saja menurut.
"Katakan apa masalahmu dengan Kara, Finn? " desak Felix.
Finn mau tak mau mengatakan permasalahannya dengan Karamel pada sang kakak. Felix mengusap wajahnya kasar, dia langsung memberikan nasehatnya pada adiknya itu.
"Seharusnya kamu tak boleh menyudutkan istrimu sendiri. Jika keadaan berbalik, kamu juga pasti sakit hati 'kan? "
Finn mengatupkan bibirnya. Dia tak menjawab sindiran sang kakak padanya. Felix dengan bijak memberikan nasehat nasehat untuk adiknya itu agar tak mengedepankan emosinya.
Terdengar suara helaan nafas berat ke luar dari bibir Finn. Dia merasa sangat bersalah pada Karamel. Felix lekas bangkit, menepuk bahu sang adik lalu pergi ke kamarnya.
Finn sendiri pergi ke kamar tamu dan mengetuk pintunya.
"Sayang, aku ingin bicara sama kamu. Tolong bukalah pintunya lebih dulu. " pinta Finn.
"Diamlah, aku tak ingin bicara sama kamu. Aku ingin istirahat jadi jangan ganggu aku. " pekik Karamel dari dalam kamar. Finn menghela nafas panjang, memilih mengalah dan pergi ke kamar lamanya.
Tanpa Finn sadari, Karamel menangis dalam diam. Wanita hamil itu kini tertunduk lemas di atas ranjang. Karamel segera menghapus air matanya, dia segera berbaring nyaman di ranjang. Wanita itu juga mengusap perutnya dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Kali ini mami tak akan ceroboh hingga harus membahayakan kamu sayang. " gumam Karamel dengan penuh tekad. Dia menatap langit langit kamarnya dalam diam. Karamel segera memejamkan kedua matanya. Tak lama kantuk mulai menguasainya dan tak lama Karamel terlelap.