(Bukan)Pernikahan Impian

(Bukan)Pernikahan Impian
Bab 26 Permintaan si kembar


__ADS_3

Sergio kini menemani kedua jagoannya bermain di ruang tengah. Pria itu banyak membelikan mainan untuk Felix dan Finn.


"Dad, boleh aku bicara? " tanya Felix lebih dulu.


"Tentu saja boleh, bicaralah son. " ujar Sergio sambil tersenyum.


"Aku ingin melihat mommy kembali bersama daddy lagi. Banyak anak lain yang memiliki keluarga lengkap Dad. " ucap Felix dengan tatapan sendu nya.


Sergio terdiam. Hatinya berdenyut nyeri mendengar permintaan sang putra. Dia mencoba tersenyum, mengacak rambut putra sulungnya. Pria itu begitu paham dengan apa yang di rasakan kedua anaknya.


"Kalian mendukung Daddy untuk meminta maaf pada mommy? " tanya Sergio pada kedua jagoannya.


"Tentu saja Dad, kami tak ingin memiliki Daddy lain selain kamu Dad. " sahut Finn.


Sergio tersenyum sumringah mendengar jawaban putranya.Dia pun kembali memeluk dua jagoannya sebentar. Diapun membiarkan putranya kembali bermain. Manik kelamnya menatap kearah sang istri yang tampak sibuk dengan ponselnya.


Venia langsung bangkit, dia menghampiri kedua putranya itu. Hot mommy itu ikut duduk di atas karpet berbulu memperhatikan Felix dan Finn.


"Ada hal yang mommy ingin bicarakan pada kalian sayang. " ujar Venia dengan serius.


"Hal apa mom? " tanya Felix.


"Selama satu minggu ini mommy akan sibuk dengan pembukaan butik. Mommy mengizinkan kalian tinggal bersama Daddy. " ucap Venia dengan lembut.


Si kembar terdiam, kedua bocah tampan itu tampak murung. Venia mengerutkan kening melihat ekspresi kedua putranya. Sergio memilih diam, memperhatikan interaksi istri dan anak anaknya.


"Bukankah ini yang kalian inginkan selama ini sayang. Mommy tak pernah melarang kalian tinggal dan menghabiskan waktu dengan daddy kalian! "


"Tapi kami inginnya tak hanya tinggal bersama Daddy tapi mommy juga ikut bersama kami. " ungkap Felix membuat Venia bungkam seketika.


Wanita cantik itu menghela nafas panjang. Butuh kesabaran untuk memberikan pengertian pada kedua putranya.


"Please mom kabulkan permintaan kami atau bagaimana kalau Daddy tinggal bersama kita di sini. " pinta Finn mencoba membujuk sang mommy.

__ADS_1


"You are win, Daddy boleh tinggal di sini bersama kita. " ujar Venia mengalah pada kedua anaknya. Si kembar langsung bertos ria, berhasil membujuk mommy mereka. Sergio tentu saja tersenyum miring, dia berhasil di izinkan tinggal bersama anak anak dan istrinya.


Sergio langsung menghubungi orang kepercayaannya untuk membawakan barang barangnya ke sini. Venia mengajak suaminya mengobrol di luar dan di sanggupi oleh Sergio. Keduanya ke luar meninggalkan si kembar di ruang tengah.


Di Gazebo


"Nanti malam mas Gio tidur di kamar lain, aku belum siap jika sekamar dengan pria yang meragukan aku! " ucap Venia tanpa basa basi.


"Kita hanya akan menjadi orang tua si kembar selain itu tak ada lagi. " ujarnya penuh penekanan.


Venia benar benar membatasi diri dari pria yang masih menjadi suaminya ini. Wanita itu juga minta Sergio untuk tak ikut campur dalam urusannya.


"Baiklah aku akan mengikuti keinginanmu Vee tapi izinkan aku berjuang mendapatkan maaf darimu. " ujar Sergio sambil memohon.


Venia mengangguk pelan sebagai jawaban. Kali ini dia tak boleh egois, dia juga perlu memberikan kesempatan untuk suaminya. Keduanya memilih duduk di sofa Gazebo sambil menatap lurus ke depan. Keduanya saling bertukar kabar, Venia menjelaskan apa saja yang terjadi selama lima tahun ini.


"Kau pasti sangat kesulitan membesarkan si kembar sendirian Vee? " gumam Sergio dengan nada sendunya.


"Bibi Rose yang membantuku selama ini. " jawab Venia sambil tersenyum simpul. Wanita itu mengungkapkan bagaimana dirinya bahagia saat si kembar lahir ke dunia.


Venia dan Sergio tentu saja menyetujui permintaan si kembar. Setelah siap mereka ke luar dari mansion kemudian masuk ke dalam mobil Sergio.


Hot daddy itu melajukan roda empatnya dengan kecepatan sedang. Sepanjang perjalanan si kembar banyak bicara dan keduanya juga berdebat seperti biasanya.


Kini mereka sampai di mall . Mereka berempat turun dari mobil lalu segera masuk ke dalam. Venia membiarkan suami dan anak anaknya mencoba berbagai wahana permainan di lantai atas. Wanita cantik itu hanya mengawasi kedua anaknya dari tepi.


Setelah puas bermain ketiganya segera menemui Venia setelah itu berbelanja bersama. Setelah selesai Sergio membayar belanjaan istri dan kedua anaknya. Lalu mereka ke luar dan kembali ke mobil. Dan pria tampan itu pun melajukan roda empatnya menuju ke restauran.


Skip Restauran


Sergio langsung memanggil pelayan, segera memesan untuk mereka berempat. Setelah pelayan pergi Sergio mengajak istrinya mengobrol dengan santai.


"Kau sudah dengar kabar mengenai kak Shaka mas? " tanya Vania.

__ADS_1


Wajah Sergio berubah masam mendengar istrinya menanyakan perihal pria lain. Pria itu tetap saja menjawab pertanyaan sang istri.


"Shaka sudah menikah. " ujarnya dengan nada datar. Venia terkejut sekaligus lega mendengar kabar mengenai Shaka. Felix dan Finn saling melirik satu sama lain melihat perubahan ekspresi di wajah daddy mereka.


"Mom, siapa Uncle Shaka itu? " tanya Finn penasaran.


"Uncle Shaka itu teman mommy sayang, dia dulu selalu membantu mommy saat mommy


kesusahan. " jawab Venia sambil tersenyum.


"Mommy sudah punya Daddy, kenapa membahas pria lain. " sahut Felix dengan nada tak suka pada sang mommy tercinta. Venia menghela nafas panjang, mendengar nada bicara kedua putranya layaknya orang bicara.


Ucapan mereka terjeda kala pelayan datang membawakan makanan mereka. Setelah itu mereka sibuk dengan makanan masing masing. Sergio sendiri seperti kehilangan selera makan setelah nama Shaka di sebut istrinya.


Pria itu hanya mengaduk makanannya sejak tadi. Felix dan Finn kembali melirik satu sama lain.


"Mom, daddy minta di suapin


tuh. " ceplos Finn.


Venia menoleh ke samping. dia mengerutkan kening melihat makanan suaminya yang masih utuh.


"Apa makanannya tak enak


mas? " tanya Vania pada suaminya.


"Em enak kok. " Wajah Sergio semakin di tekuk melihat sikap santai istrinya. Dia merasa sangat cemburu jika istrinya membahas tentang Shaka. Venia kembali melanjutkan makannya hingga habis. Sergio sendiri mau tak mau memakan makanannya.


Selesai makan pria itu memanggil pelayan dan membayarnya. Keluarga kecil itu ke luar dari restauran. Keempatnya masuk ke mobil dan mobil mewah itu melesat kencang.


Suasana yang awalnya ramai kini terasa sunyi. Si kembar hanya bisa saling berbisik satu sama lain. Keduanya tengah memikirkan cara untuk membuat orang tuanya kembali dekat.


"Apa yang harus kita lakukan Felix? " tanya Finn pada sang kakak.

__ADS_1


"Entahlah, aku enggak ada ide nih. " balas Felix frustrasi. Kedua bocah itu memilih diam, larut dalam pikiran masing masing.


__ADS_2