(Bukan)Pernikahan Impian

(Bukan)Pernikahan Impian
Bab 72 Season 2 Chap 5 Ciuman Pertama


__ADS_3

Sorenya Felix mengantarkan pulang Ashley ke panti asuhan. Gadis itu langsung turun dari mobil mantan atasannya itu.


"Tunggu Ash. " panggil Felix.


Ashley menoleh kebelakang, raut wajahnya datar seperti biasanya. Dia hanya diam saja saat Felix meminta maaf padanya atas kejadian kemarin.


"Kalau sudah selesai pergilah dari sini. " ujar Ashley.


"Sayang, ada tamu kok enggak di suruh masuk. " sela Bu Lasmi yang datang menyusulnya. Felix mengatakan keadaan Ashley yang sakit. Bu Lasmi tentu saja panik dan mengajak putrinya serta Felix ke dalam.


Pria tampan itu mengikutinya dari belakang hingga sampai ke ruang tamu. Ashley memilih pergi ke kamarnya, untuk saat ini dia malas untuk berdebat dengan sang ibu perihal kehadiran Felix.


"Maafkan sikap Ashley ya nak Felix, selama ini dia lebih suka menyendiri. Ashley juga tak suka keramaian. Selama ini dia banyak mendapatkan cacian dari orang orang. " ungkap Bu Lasmi dengan mimik muka sedihnya.


Felix terdiam, dia teringat selama ini jika sikapnya begitu kejam pada Ashley. Pria itu menghela nafas berat, fokusnya kembali tertuju pada wanita paruh baya di depannya ini.


"Apa Ashley sudah lama tinggal di sini Bu? " tanya Felix.


"Saat dia umur lima tahun. " jawab Bu Lasmi dengan jujur. Felix terus bertanya mengenai Ashley setelah itu pamit pulang. Setelah kepergian Felix, Ashley datang dengan wajah segarnya. Gadis itu duduk di sebelah sang ibu.


"Apa saja yang ibu bicarakan dengan pria itu? " tanya Ashley penasaran.


"Dia punya nama nak, tak sopan jika kamu menyebutnya seperti itu. " tegur Bu Lasmi yang membuat Ashley kembali diam.


"Aku mau ke luar sebentar Bu! " Ashley lekas bangkit, dia ke luar dari rumah meninggalkan sang ibu.



Ashley duduk di ayunan, letaknya di belakang rumah panti. Waktu kecil dia sering menyendiri saat teman temannya dulu membully nya.


Gadis itu dulunya gadis yang ceria, semuanya berubah saat orang orang di sekitarnya membully Ashley. Dia langsung berubah, lebih suka kesunyian daripada keramaian.


Ashley mengenakan dress panjang berwarna putih. Entah apa yang dia pikirkan saat ini.

__ADS_1


"Bukankah kamu harus istirahat! "


Gadis itu menatap tajam kearah Felix yang datang mendekatinya. Dia benar benar tak suka dengan kehadiran pria penganggu itu.


"Untuk apa kau ke sini? " ketus Ashley. Dia pun kembali berdiri dengan tegap, menatap tajam kearah Felix.


"Aku mengantarkan banyak mainan untuk anak anak. " ujar Felix dengan santai.


"Sebaiknya kau pergi dari sini, kau hanya menjadi pengangguran ketenanganku. " Felix mencekal tangannya, menekan bahu Ashley.


"Apa dengan kau menyendiri orang orang akan menghargai kamu. Harusnya kau membuktikan pada mereka jika kamu bukan perempuan rendahan. " ujar Felix dengan serius. Ashley mendorongnya, dia tak suka berdekatan dengan pria di depannya ini.


Ashley tak peduli dengan omong kosong yang di ucapkan Felix padanya. Pria kaya seperti Felix mana tahu apa yang dia rasakan selama ini. Gadis itu memilih beranjak pergi dari sana namun tangannya di cekal kuat oleh Felix. Pria tampan itu menariknya, Ashley membulatkan mata kala pria itu menciumnya.


Felix mengakhiri ciumannya. Dia menatap lekat wajah cantik di depannya ini yang tampak memerah.


Plak


Felix terdiam, dia menyentuh pipinya yang terasa panas akibat tamparan Ashley padanya. Pria itu merasa bersalah, dia begitu reflek mencium Ashley begitu saja.


Ashley sendiri menangis, tubuhnya luruh ke tanah. Melihat keadaan Ashley membuat Felix merasa bersalah. Dia langsung mendekat, membawa gadis itu ke dalam pelukannya.


"Maafkan aku Ash, aku refleks mencium kamu namun aku tak pernah menyesalinya! " gumam Felix.


Beberapa menit kemudian Ashley mulai tenang, Felix segera melepaskan pelukannya. Keduanya duduk di atas rumput dalam suasana hening. Felix terus memperhatikan Ashley dalam diam.


"Lawan ketakutanmu, hadapi orang orang yang mencemoohmu Ashley. " tegur Felix dengan sungguh sungguh.


"Kau juga perlu berinteraksi dengan orang lain. " ungkapnya penuh penekanan.


Ashley melirik kearah Felix. Dia merasa ucapan Felix menjadi tamparan keras untuknya. Selama ini dia memilih mengasingkan diri, hanya ada kesepian dan kesunyian yang menemaninya.


Felix langsung bangkit, pria itu membantu Ashley bangun. Dia menggandengnya pergi dari sana, sebelumnya mereka pamit dulu pada bu Lasmi. Setelah masuk ke mobil, Felix menyalakan mobilnya dan melesat.

__ADS_1


Mereka sempat pergi ke mall sebentar setelah itu melanjutkan perjalanan menuju ke pantai.



Di tepi pantai Ashley berteriak meluapkan segalanya yang dia pendam selama ini. Gadis itu kembali menangis terisak untuk beberapa saat. beberapa menit berlalu Ashley merasakan lega, beban yang dia pikul telah berkurang.


"Setelah sekian lama akhirnya aku bisa menjalani hidupku dengan benar. " gumam Ashley rendah. Felix datang mendekat, pria itu tampak seksi, kancing kemejanya tak dia kancingkan dengan benar.


Tangan kekar melingkar manis di pinggang ramping milik Ashley. Ashley menoleh kearahnya sambil tersenyum. "Terimakasih telah membantuku, sekarang giliran kamu mengatakan apa masalahmu? "


Felix mengajaknya duduk di kursi panjang. Ashley kini menunggu Felix bercerita. Pria itu mengatakan tentang permasalahannya dengan Irene.


"Kenapa kamu enggak memberinya kesempatan kak? " tanya Ashley. Felix memintanya untuk mengubah panggilannya dan Ashley menurut.


"Buat apa, selama ini aku tak memiliki perasaan lebih padanya. Irene duluan yang mengejar aku, hingga aku memberi kesempatan untuknya. " ungkap Felix.


Ashley memberikan pendapatnya mengenai hubungan Felix dan Irene. Gadis itu kembali menatap lurus ke depan. Felix menggenggam tangannya dengan erat membuat Ashley menoleh. Dia mencoba menarik tangannya namun Felix menggenggamnya erat.


Pria tampan itu langsung menariknya ke atas pangkuan membuat Ashley memekik kaget. Tatapan mereka bertemu, Felix kembali menciumnya dengan lembut. Ashley memejamkan mata, pada akhirnya dia membalas ciuman dari Felix.


Dia kembali membuka matanya, bertepatan dengan Felix mengakhiri ciuman mereka berdua.


"Ini salah kak Felix. " gumam Ashley berniat bangkit dari pangkuan Felix namun Felix menahannya. Pria itu memeluk tubuh Ashley, membenamkan wajahnya di dua persik gadis itu.


Ashley terdiam, dia membalas pelukan pria yang berada di dek apa nya ini. Dia usap kepala Felix dengan lembut, hal itu membuat Felix tersenyum kecil. Pria tampan itu menjauhkan wajahnya, kembali menatap wajah Ashley dengan lekat.


"Tak ada yang salah Ash, kita sama sama single saat ini. Sepertinya kita bisa saling mengenal satu sama lain lebih dahulu! "


Ashley menggigit bibirnya, dia masih merasa asing dengan kedekatan dirinya dengan Felix saat ini. Felix menghela nafas panjang, sepertinya dia perlu bersabar menunggu Ashley membuka hati untuk dirinya.


Dia juga perlu membantu gadis itu agar bangkit dari ketakutan dan kebenciannya pada dunia luar. Ashley menghela nafas berat, dia mengangguk pelan sebagai jawaban.


"Akan aku coba! "

__ADS_1


__ADS_2