(Bukan)Pernikahan Impian

(Bukan)Pernikahan Impian
Bab 70 Season 2 Chap 3 Pertemuan tak sengaja


__ADS_3

Hari demi hari Ashley lebih fokus pada pekerjaannya yang sekarang. Cafe tempat dia bekerja terlihat sangat ramai.


"Ash, kamu antar makanan ini ke meja no 17 ya! " ujar Riska.


"Iya Mbak! " Ashley mengambil alih nampan yang di genggam sang atasan. Gadis itu segera mengantarkan pesanan sang pelanggan.


"Ini makanan Anda Tuan. " ujar Ashley.


"Kau?" Felix tak menyangka jika Ashley bekerja sebagai pelayan. Ashley sendiri hanya diam, memilih menunduk dan pamit pergi begitu saja. Dia tak berniat berbasa basi pada mantan bosnya itu.


Felix kembali fokus pada kliennya, siang itu mereka makan siang bersama. Tuan Dante pun memperhatikan Felix yang sedikit melamun.


"Tuan Felix, apa Anda mengenal gadis tadi? " tanya Tuan Dante dengan sopan.


"Dia mantan karyawan saya. " jawab Felix tersenyum tipis. Dan mereka kembali membicarakan bisnis. Setelah selesai dia langsung memanggil pelayan dan membayarnya. Keduanya langsung ke luar dari Cafe, kepergian Felix tanpa sengaja di perhatikan Ashley.


Tepat jam makan siang, Ashley minta izin untuk ke luar sebentar. Gadis itu berniat membeli beberapa buku dan peralatan belajar untuk adik adiknya. Setelah selesai dia langsung keluar dari sana.


"Ashley. " panggil seseorang. Ashley langsung menoleh, Felix datang menghampirinya. Pria tampan itu menatap barang barang yang di bawah Ashley saat ini.


"Sepertinya saya tak ada urusan lagi dengan Anda Tuan! " ujar Ashley dengan wajah datar nya. Gadis itu berjalan melewatinya, segera menyeberang jalan. Felix sendiri mengikutinya dari belakang mengunakan mobil.


Gadis itu menaruh barangnya di dalam loker miliknya. Ashley segera melanjutkan pekerjaan nya tanpa memikirkan makan siang. Ezra datang membawakan makanan untuknya.


"Oh ayolah Ash, kau juga perlu makan siang. Kamu jangan keras kepala begini dong, kalau mbak Risma tahu dia bisa marah. " bisik Ezra sambil mengomel.


Felix memperhatikan interaksi keduanya dalam diam. Ashley langsung duduk, gadis itu meraih makanan yang di bawakan Ezra untuknya. Kini fokus Ezra tertuju pada pria di belakang Ashley.


"Kau mengenal pria itu Ash? " tanya Ezra tanpa basa basi.


"Tidak! " jawab Ashley singkat. Felix berdecak pelan mendengar jawaban dari Ashley barusan. Pria itu meminta Ezra untuk pergi kemudian duduk berhadapan dengan Ashley.

__ADS_1


Ashley terkejut dengan apa yang di lakukan Felix. Gadis itu memilih diam dan melanjutkan makanannya.


"Sepertinya takdir yang membawa kita selalu bertemu. " cetus Felix dengan seringainya.


"Setelah aku pecat, ternyata kamu cepat juga ya mendapatkan pekerjaan baru! " sindir Felix. Ashley hanya diam tak berkomentar, dia membiarkan Felix terus berbicara sendirian.


Merasa tak nyaman Ashley langsung bangkit, menempati meja yang lain. Felix melongo melihat sikap anti yang di tunjukkan Ashley. Selesai makan gadis itu pergi ke belakang, tak lama dia kembali di temani Ezra.


Ezra langsung datang menghampiri Felix, menanyakan makanan dengan sopan pada pelanggannya itu.


"Katakan pada gadis itu untuk menjaga sopan santunnya saat orang lain masih bicara. " ujar Felix dengan nada dinginnya.


"Ehem Anda juga perlu sadar diri tuan, Ashley tak nyaman saat Anda terus memojokkannya. Saya tahu kalau anda memiliki segalanya, sepertinya anda tak perlu mengusik Ashley lagi. " balas Ezra dengan sopan.


Brak


Felix menggebrak meja, pria itu tampak marah saat seorang pelayan dengan berani menasehatinya. Sang pemilik Cafe datang menghampiri mereka. Ezra menjelaskan apa yang terjadi pada Riska.


Riska menghela nafas panjang, dia tak habis pikir dengan pria di depannya ini yang begitu sombong. Diapun memilih meminta maaf, Felix sendiri hanya mengumpat kemudian pergi dari sana.


Skip


Di mansion Cullen


Nyonya Anna meminta putra sulungnya untuk pulang. Wanita paruh baya itu tentu saja marah akan kelakuan putranya. Tak lama Felix datang, langsung bergabung bersama sang bunda dan daddy nya.


"Kenapa kamu harus mengolok orang lain Felix, apa Bunda pernah mengajarkan kamu untuk merendahkan orang lain? " ujar Bunda Anna dengan nada tegasnya.


"Jadi mereka mengadu sama


bunda. " balas Felix dengan wajah masamnya.

__ADS_1


"Iya apa kamu juga akan memarahi bunda seperti kamu marah pada pemilik Cafe itu? " tanya Bunda Anna menantang.


Felix terdiam, pria itu mengusap wajahnya kasar. Pria itu menatap lurus kearah bunda yang menatap dirinya kecewa.


"Kamu memiliki dua adik perempuan, jika ada yang merendahkan mereka apa kamu akan diam saja Felix? " gumam Bunda Anna lirih.


"Aku tak akan membiarkan hal itu terjadi Bunda! " tegas Felix.


"Bunda ingatkan sama kamu, rubah lah sikapmu itu. Mendiang mommy Venia meminta bunda untuk mendidik kamu dengan baik. Cukup kali ini kamu membuat bunda kecewa nak! " pinta Bunda sambil memohon.


Bunda Anna bukannya marah hanya saja kecewa dengan sikap putra sulungnya ini. Dia begitu menyayangi si kembar sama besarnya dengan Violet dan Alexa. Tak lama Daddy Sergio datang, bergabung bersama mereka. Dia merasakan suasana tegang di antara anak dan istrinya.


"Ada apa ini? " tanya Daddy.


"Maaf Dad, aku mengecewakan Bunda! " ungkap Felix. Daddy Sergio mengerutkan kening, Felix menjelaskan apa yang terjadi. Pria itu kini memberikan nasehat pada putra sulungnya itu dengan bijak.


"Bunda aku minta maaf telah membuat bunda kecewa. " sesal Felix menatap lurus bundanya. Bunda Anna menghela nafas berat, dia mengangguk. Wanita paruh baya itu meminta putranya untuk tak mengulangi kesalahan yang sama.


Felix merasakan lega setelah mendapatkan maaf dari sang bunda tercinta. Dia teringat dengan sang kekasih, pria itu langsung mengatakan pada sang bunda.


"Aku dan Irene menjalani hubungan bunda, bagaimana menurut


Bunda? " tanya Felix.


"Ajaklah nanti malam ke sini, kita makan malam bersama nak. " tutur Bunda Anna dengan lembut.


Felix mengangguk setuju, pria itu mengeluarkan ponselnya kemudian. mengirim pesan pada sang kekasih. Pria itu langsung beranjak dari sana, memilih mengobrol dengan Irene di tempat lain.


Orang tuanya hanya bisa menghela nafas panjang. Mereka selalu mendukung keinginan anak anak tanpa memaksakan kehendak mereka. Bunda dan Daddy kembali mengobrol dengan santai.


Di lain pihak Ashley merasa lega setelah kepergian mantan bosnya itu. Dia merasa tak nyaman dengan sikap arogan yang di miliki Felix. Gadis itu menganggap semua pria sama saja, hanya egois dan suka merendahkan orang lain.

__ADS_1


"Buat apa kaya kalau memiliki pemikiran licik seperti pria itu. Tak bisa menghargai profesi orang lain meski jauh di bawahnya. " gumam Ashley.


Gadis itu kembali mengelap meja yang ketumpahan air. Dia tak lagi memikirkan ucapan Felix yang begitu menyakitkan padanya. Ashley mulai terbiasa dengan segala cemoohan yang dia dapat dari orang lain untuknya.


__ADS_2