(Bukan)Pernikahan Impian

(Bukan)Pernikahan Impian
Bab 43 Sugar Daddy?


__ADS_3

Sepeninggal Venia dan suaminya, Winna kini mampu bernafas lega. Gadis cantik itu memilih pergi ke kamar, dia segera membersihkan diri kemudian ke luar dari penthouse.


Dia memilih pergi berbelanja. Venia telah mengirimi dirinya sejumlah uang untuk berbelanja. Tentu saja Winna sangat senang setelah menghadapi situasi yang menyebalkan untuknya tadi.


Di Mall


Winna membeli beberapa dress baru dan kebutuhan wanita lainnya. Setelah selesai dia langsung pergi ke kasir dan membayarnya.


Bruk


"Aduh. " Winna tanpa sengaja menubruk seseorang. Wanita itu langsung menegakkan kepalanya, matanya melotot melihat pria yang sudah lama dia hindari.


"Pucuk di cinta ulam pun tiba, kita bertemu lagi baby! " seringai terbit di sudut bibir pria tampan yang tak lain Revan.


Winna segera melewati pria itu begitu saja namun Revan tentu saja tak membiarkannya lari. Dia langsung menariknya ke dalam mobil dan melesat kencang.



"Oh my god! " Winna merasa hari ini hari yang sial untuknya. Kini keduanya duduk saling berhadapan satu sama lain.


"Sudah sangat lama aku tidak mendengarkan suara cemprengmu itu saat berkicau baby. " ceplos Revan sambil tersenyum.


"Kau kira aku burung hah! " geram Winna dengan nada jengkelnya pada pria di depannya ini.


"Hehe little cat. " pungkasnya.


Revan langsung memanggil pelayan lalu memesan pesanan untuk mereka berdua. Lalu dia meminta pelayan pergi, pria tampan itu mengajak sang kekasih kembali mengobrol.


Tak lama pesanan mereka datang, pelayan menyajikan makanan dengan gugup setelah itu segera menyingkir. Revan masih ingat apa saja makanan kesukaan gadis nakalnya ini. Spaghetti dan Macha latte.


Tanpa banyak bicara Winna langsung menyantap makan siangnya dengan lahap. Dia tak peduli jika saat ini Revan tengah memperhatikan dirinya.


Selesai makan, Winna masih mengingat kejadian beberapa waktu lalu. Dirinya merasa di manfaatkan oleh Revan yang menganggap dirinya sebagai sugar baby pria itu.


"Kau masih marah baby girl? " tanya Revan tanpa merasa bersalah sama sekali.


"Menurut kamu bagaimana Tuan Revan Axelle Tyson. " geram Winna dengan wajah datar nya. Revan langsung bangkit, berpindah tempat di samping Winna. Pria tampan itu merengkuh pinggang kucing liarnya yang seksi.

__ADS_1


Cup


Revan mencium lembut bibir wanitanya, Winna membulatkan mata dan berusaha mendorongnya. Namun si tampan itu memeluk erat tubuh gadis nakalnya.


huh


Revan mengakhiri ciuman mereka dengan tidak rela. Dia sama sekali tidak peduli di mana mereka sekarang. Kedua pipi Winna kini tampak merona, dia segera menyesap macha lattenya dengan perlahan.


Sugar daddy tampan itu meletakkan uang di atas meja setelah itu mengajak Winna pergi dari sana. Sepertinya keberuntungan berpihak pada Winna saat ini. Setelah menyimpan barang sang kekasih ke dalam jok belakang. Revan pun segera masuk ke mobil dan melesat jauh.


Ternyata Revan membawa Winna ke Villa megah milik pria itu. Keluar dari mobil, dia langsung merangkulnya dan mengajaknya ke dalam. Revan mengajak gadisnya berkeliling terlebih dahulu setelah itu menunjukkan kamar Winna.


Revan mengeluarkan sesuatu dari kantong celana. Sebuah kalung berlian, dia segera memasangkan ke leher jenjang sang gadis pujaan. Winna sendiri begitu terkejut dengan apa yang di berikan Revan padanya.


"Bagaimana apa kau suka dengan kalungnya baby girl? " tanya Revan.


"Sangat suka. " gumam Winna sambil menyentuh kalung yang berada di lehernya. Gadis cantik itu mencium sudut bibir Revan sebagai ungkapan terimakasih darinya.


Seringai nakal terbit di bibir Revan, dia menyukai keberanian dari kucing liarnya ini. Mereka pergi ke lantai atas, menunjukkan kamar untuk Winna dan segala keperluannya yang telah tersedia.


Winna masuk ke dalam kamar, dia sangat menyukai kamar barunya ini. Gadis itu berjalan menuju ke balkon di ikuti Revan dari belakang.


Revan memeluknya dari belakang. Winna menahan nafasnya kala Revan mulai menciumi bagian leher dengan sensual. Pria itu langsung membalikkan tubuh wanitanya.


"Aku begitu merindukan kamu Win, apalagi one night stand satu bulan itu aku tak bisa melupakannya. " ungkap Revan.


"Kau harus menikahiku dulu Van, baru aku akan menyerahkan diri padamu. " Winna langsung mendorongnya kemudian kembali masuk ke dalam. Dan Revan segera mengejar kucing liarnya itu.


Setelah berhasil menangkapnya, Revan langsung membantingnya ke atas ranjang. Dan sore itu menjadi sore yang panas untuk pasangan aneh yang baru bertemu ini.


Dua jam berlalu


Revan menarik selimut menutupi tubuh mereka. Dia menggenggam tangan wanitanya, menciumnya berulang kali. Winna menatap kekasihnya dengan tatapan memicing. "Kau harus menikahi aku secepatnya, awas saja jika berani mempermainkanku. " ancam Winna.


"I am promise. Besok lusa kita akan menikah baby girl, bersiap siaplah. " ujar Revan sambil tersenyum miring.


Winna menelan salivanya melihat senyuman miring calon suaminya. Dia mengambil pilihan ini agar terhindar dari rencana gila kakaknya. Dan mereka kembali berciuman dengan mesra. Revan menyudahi ciuman mereka, Winna mengusap rahang kokoh sang kekasih.

__ADS_1


Pria itu masuk ke dalam selimut, Winna memekik. Entah apa yang di lakukan Revan di dalam sana. Tak lama pria itu kembali muncul, menarik wanitanya ke dalam dekapan.


"Sepertinya ada yang membuatmu resah baby girl? " tanya Revan sambil menatap dalam Winna.


"Masalah keluarga Van. " jawab Winna dengan singkat. Revan berusaha mengembalikan mood kekasihnya. Dia menyibak selimut, menggendong wanitanya menuju ke kamar mandi.


Satu jam berlalu mereka baru ke luar dan segera berpakaian. Winna membereskan ranjang di bantu Revan kemudian mengeringkan rambutnya. Revan mengajak wanitanya ke luar dan turun ke bawah.


Skip


Ruang tamu


Mereka berdua mengobrol santai di sana. Kali ini Winna bagaikan menjadi kucing manis dan penurut untuk Revan. Saat ini dia lagi malas untuk berdebat dengan siapapun termasuk Revan.


"Sebelum menikahiku, sebaiknya kamu bertemu dulu dengan mommy dan daddy serta kakakku bagaimana? " tanya Winna pada calon suaminya.


"Baiklah, kita temui mereka sekarang juga. " Winna mengangguk setuju, wanita itu lebih dulu bersiap di kamar. Setelah selesai dia mengajak Revan ke luar. Keduanya masuk ke mobil, mobil Lamborghini itu melesat meninggalkan Villa.


Winna merasakan resah, berharap kedua orang tuanya memberikan restu. Mungkin dengan menikah dengan Revan adalah pilihan terbaik.


"Sudah cukup aku banyak merepotkan orang lain selama ini terutama kak Vee. " batin Winna dalam hati. Dia juga perlu waktu membahas mengenai masalahnya dengan Venia pada Revan. Dia tak bisa membayangkan ekspresi Revan saat mengetahui rencana gila Venia untuk dirinya.


Winna menghembuskan nafas panjang, dia kembali mengajak mengobrol Revan sebentar. Dia berusaha menghilangkan rasa gugup dalam dirinya.


Beberapa menit berlalu mereka sampai di apartemen. Keduanya langsung turun dari mobil, Winna menggandeng tangan Revan lalu membawanya masuk ke dalam.


"Mom, Dad. " sapa Winna. Dia langsung menciumi pipi kedua orang tuanya. Mereka langsung duduk, dia mengenalkan Revan pada orang tuanya.


"Sore tante, om saya Revan calon suami Winna. " sapa Revan sambil tersenyum.


"Iya nak, kami berdua sangat senang jika nak Revan mencintai Winna dengan tulus. " ungkap nyonya Kinara.


"Saya ke sini ingin meminta restu pada kalian, besok lusa saya akan menikahi Winna tante, om. " ungkap Revan.


Kedua orang tua Winna saling melirik satu sama lain. Keduanya memberikan restu dan menyerahkan keputusan pada putri mereka itu. Mommy dan Daddy tak akan mengekang sang anak, Winna pantas memutuskan apa yang terbaik untuk dirinya sendiri.


"Thanks you mom, dad. " ungkap Winna sambil tersenyum.

__ADS_1


Mereka mengobrol ringan membahas rencana pernikahan Winna dengan Revan.


__ADS_2