(Bukan)Pernikahan Impian

(Bukan)Pernikahan Impian
Bab 47 Banyak dukungan


__ADS_3

Hari berikutnya


Sergio dan istrinya bersiap akan pergi ke bandara hari ini. Saat ini mereka masih berada di parkiran rumah sakit. Si kembar merengek ingin ikut dengan kedua orang tuanya.


"Boys, mommy dan daddy pergi bukan untuk liburan namun mommy ingin berobat di sana. " ucap Sergio dengan sabar.


"Kami pasti akan segera kembali boys. " pungkas Sergio. Felix dan Finn saling melirik satu sama lain, kemudian merelakan orang tua mereka berangkat ke bandara. Mereka semua langsung masuk ke dalam mobil dan melesat kencang.


Di Bandara


Si kembar memeluk orang tuanya secara bergantian. Setelah selesai berpamitan, Venia dan Sergio langsung check in penerbangan. Si kembar di jaga oleh Winna dan Revan.


"Baiklah ayo langsung pulang atau jalan jalan dulu boys? " tanya Winna pada kedua keponakannya.


"Ke taman bermain dulu Aunty. " sahut Finn. Winna langsung mengangguk, mereka semua segera masuk ke dalam mobil. Revan melajukan roda empatnya meninggalkan area bandara.


Pasangan suami istri itu menemani kedua keponakan kembarnya pergi ke taman bermain. Keduanya membiarkan si kembar bermain, guna menghilangkan kesedihan mereka.


"Sepertinya kita tak akan bisa honeymoon boo, aku enggak tega meninggalkan si kembar. " gumam Winna.


"Bukankah masih ada dua opa dan dua omanya yang akan menjaga si kembar, Baby? " tanya Revan dengan kening berkerut. Winna menghembuskan nafas panjang, sepertinya ide yang di berikan suaminya memanglah tepat.


"Kalau kau masih begitu berat meninggalkan si kembar, aku tak papa asalkan jatah ranjangku di tambah jadi tiga kali sehari. " ceplosnya. Winna melotot, dia menarik keras lengan sang suami.


Revan terkekeh pelan, pria itu menanyakan perihal kesukaan si kembar pada istrinya. Lalu dia langsung bangkit dan membelikan tiga es krim kemudian membawanya menuju ke sang istri. Revan juga memanggil si kembar dan mereka makan es krim bersama sama.


Dan siangnya mereka kembali dan si kembar akan tinggal bersama Winna dan Revan. Opa dan oma tentu saja setuju dengan keputusan ini sampai Sergio dan Venia kembali nantinya.


"Permisi. " Ivy dan keluarga kecilnya datang ke mansion Revan.

__ADS_1


Winna segera menyambut kedatangan mereka dan mengobrol di ruang tamu. Ivy memperkenalkan dirinya beserta keluarga kecilnya.


"Aku tahu dari tante Kinara, makanya aku langsung ke sini Win. " ucap Ivy dengan canggung.


"Santai aja lagian enggak gigit kok. " ucapnya konyol yang membuat Ivy dan suaminya tertawa. Beberapa menit Si kembar turun dan bergabung bersama mereka. Felix dan Finn mengajak Irene bermain, Ivy tentu saja membiarkannya.


Revan datang, bergabung bersama mereka. Dia memperkenalkan diri pada Ivy dan Trevor. Pelayan datang membawakan sajian makanan untuk para tamu majikannya.


Winna langsung menjelaskan mengenai keadaan Venia pada Ivy dan Trevor. Ivy tentu saja bersedih mendengar kabar dari sang sahabat. Dia terlambat mengetahui keadaan Venia yang cukup memperhatikan.


"Semoga Venia segera sembuh secepatnya dan bisa berkumpul dengan si kembar. " ungkap Ivy yang di aminkan Winna.


Trevor lebih dulu menyesap kopinya sambil mendengarkan obrolan sang istri bersama Winna. Winna dan Ivy asyik mengobrol satu sama lain, keduanya dengan cepat mudah akrab satu sama lain.


Rencana nya Ivy dan suaminya akan menginap di kediaman Revan. Pasutri tersebut pergi ke ruang tamu, ada hal yang ingin mereka lakukan sebentar. Winna tentu saja membiarkannya, lagipula wanita itu paham tanpa di jelaskan.


Trevor langsung menciumi istrinya dengan liar. Pria itu begitu tak sabaran ingin berbagi keringat dengan sang istri. Ivy sendiri hanya pasrah dan mulai melepaskan pakaian mereka.


Dan siang itu keduanya berbagi peluh di atas ranjang. Satu jam lebih kegiatan panas itu baru selesai. Ivy memukul dada sang suami, dia merasa malu akan kelakuan mereka yang tak mengenal tempat.


"Irene perlu adik agar tak kesepian, kita harus sering sering membuat nya sayang. " ceplos Trevor pada sang istri.


"Modus kamu sayang, tapi aku beruntung bisa bertemu kamu waktu itu. Dan maaf kalau awal hubungan kita, aku menjadikan kamu pelarian. " sesal Ivy pada suaminya.


"No problem! "


"Ish kamu jadi pria terlalu royal dan baik. Jika seandainya aku tak mencintai kamu,hanya menginginkan harta kamu, kamu pasti hancur sayang. " gumam Ivy berandai andai.


Cup Trevor mencium kening istrinya dengan penuh kasih sayang. Pria itu menatap penuh cinta istrinya itu. Ivy bisa merasakan cinta suaminya yang begitu besar untuknya. Keduanya langsung bangun, Trevor membawa istrinya ke kamar mandi.

__ADS_1


Selesai mandi dan beres beres, keduanya kembali duduk di atas ranjang yang telah rapi. Ivy pun menyambar ponselnya kemudian mengirim pesan pada sang sahabat. Dia memberikan banyak dukungan pada Venia agar tetap bersemangat.


Setelah selesai dia menaruh ponselnya di ranjang, lalu mengajak suaminya ke luar dan menemui Winna. Mereka kini berada di taman belakang, Revan bermain bola bersama double F. Si cantik Irene tampak menyoraki ketiganya dengan heboh.


Winna dan Ivy pergi ke dapur. Keduanya tampak lincah membuat kue untuk anak anak. Beberapa menit berlalu mereka langsung membawanya ke taman belakang.



Strawberry Waffle , strawberry milk pearl, milk tea special dan mango smoothie serta cappucino latte.


Si kembar dan Irene langsung berkumpul. Masing masing mengambil satu sesuai selera. Ivy pun cukup senang melihat si kembar yang tampan senang dan bahagia.


Revan dan Trevor sendiri memilih membicarakan bisnis. Keduanya membiarkan para istri mereka mengobrol dengan si kembar dan Irene.


"Felix, Finn nanti malam Irene dan orang taunya akan menginap di sini, apa kau senang boys? " tanya Winna memastikan.


"Tentu saja sangat senang Aunty. " jawab Felix sambil tersenyum.


"Jika ada mommy dan daddy, suasana akan semakin meriah. " cetus Finn dengan cemberut. Winna mengusap kepala sang keponakan, dia paham akan perasaan sedih yang di rasakan Finn.


"Kita doakan semoga mommy kamu cepat sembuh boy, aunty yakin mommy kamu pasti bisa melewati semuanya. Banyak dukungan yang mommy kamu dapatkan dari kami semua. " ungkap Winna panjang lebar.


Finn mengangguk, dia langsung memeluk Winna dengan erat. Felix sendiri justru asyik memakan strawberry waffle. Diapun bisa menyembunyikan kesedihannya dengan begitu pintar. Kini giliran Ivy yang membuka suaranya, memberikan semangat pada Felix dan Finn mengenai Venia.


Si kembar kembali mengajak Irene bermain petak umpet. Kini Winna dan Ivy bisa berbicara dengan leluasa dan jauh lebih santai sambil mengawasi ketiga bocah itu.


"Melihat Felix dan Finn, hatiku ikut sakit melihatnya. " ungkap Winna.


"Sama Win, rasanya tak tega saja melihat si kembar tampak murung seperti tadi. " sahut Ivy tersenyum miris. Dia berharap ada keajaiban yang membantu Disha agar lekas sembuh nantinya.

__ADS_1


__ADS_2