(Bukan)Pernikahan Impian

(Bukan)Pernikahan Impian
Bab 66 Penyesalan Sergio


__ADS_3

Kini mereka telah sampai di mansion Sergio. Tuan Daffa langsung mengecek cctv di ruangan kerja sang anak bersama Sergio.


"Luna. " geram Sergio dengan tangan terkepal. Dia tak menyangka jika gadis itu pelakunya. Pria itu langsung mengeluarkan ponselnya, lalu menghubungi Theo.


"Cepat cari informasi mengenai Luna, kalau perlu tangkap gadis itu. Aku akan mengirimkan ciri cirinya padamu Theo! "


Tut


Sergio mengusap wajahnya kasar. Dia merasa menyesal telah mempekerjakan Luna sebagai pengasuh baby Violet.


"Aku menyesal telah mempekerjakan gadis itu Dad. " gumam Sergio. Daddy Daffa hanya bisa memberikan nasehat pada sang putra untuk jauh lebih berhati hati.


"Untuk sementara si kembar biar sama nyonya Kinara dan tuan Rama. Kasihan mereka jika melihat sang bunda hilang ingatan." cetus daddy yang di angguki Sergio.


Mereka berdua segera ke luar dari sana, Sergio pamit ke kamar. Pria itu menemui sang istri di dalam kamar mereka. Mommy langsung bangkit setelah melihat kehadirannya. Wanita paruh baya itu langsung ke luar dari kamar anak dan menantunya.


"Apa kau butuh sesuatu sayang? " tanya Sergio dengan lembut pada sang istri.


"Tak perlu, aku bisa ambil sendiri jika menginginkan sesuatu. " jawab Anna dengan nada canggungnya. Sergio menghela nafas panjang, dia merasa sedih melihat sang istri menganggapnya sebagai orang asing.


Melihat suaminya diam, membuat Anna merasa menyesal. Sungguh dia tak berniat membuat Sergio sedih akan sikapnya. Terdengar suara helaan nafas panjang ke luar dari bibir Anna.


"Maafkan aku Tu.. " ucapannya terhenti kala Sergio menatapnya.


"Biasanya kamu memanggil aku mas Gio, sayang. " sela Sergio sambil memaksakan senyumnya.


"Maaf mas aku tak ingat apapun tentang kamu dan keluarga kecil kita. Setiap kali aku mencoba mengingat memori itu justru membuat kepalaku sakit! " keluh Anna dengan mata berkaca kaca.

__ADS_1


"Enggak papa sayang, aku akan membantumu pelan pelan mengingat semua kenangan kita. " sahut Sergio sambil tersenyum.


Pelayan datang mengantarkan si kecil ke dalam kamar majikan. Sergio lekas bangkit, mengambil alih putri kecilnya lalu mengunci pintu kamar mereka. Dia lekas menyerahkan baby Vio pada sang istri. Anna dengan pelan pelan meraih si kecil ke dalam gendongannya.


Hatinya menghangat kala dirinya menggendong baby cantik itu. Ada ikatan kuat di antara mereka berdua. Anna segera melepaskan kancing daster bagian atasnya, membiarkan bayinya meminum sumber gizinya.


Setelah selesai, Anna segera membawa si kecil berbaring di atas ranjang. Sergio menyusulnya, memeluk wanitanya dari belakang.


"Kamu lihat sayang, dia begitu dekat sama kamu. Baby Vio wajahnya mirip sama kamu layaknya pinang di belah dua. " gumam Sergio sambil tersenyum.


"Iya mas kamu benar. " gumam Anna mengecup sayang kening dan pipi putri kecilnya.


"Maafin Bunda yang melupakan kamu sayang. " sesal Anna dengan nada sendunya. Wanita itu tak mampu menepis rasa sesak salam dirinya, saat dirinya di nyatakan amnesia. Mommy Amira telah memberitahu apa saja kebiasannya selama ini padanya.


Sementara di ruang tamu, mommy Amira marah marah tentang kejahatan yang di lakukan Luna. Daddy Daffa hanya diam saja mendengar istrinya mengomel sejak tadi. Wanita paruh baya itu menghela nafas berat, dia benar benar merutuki perbuatan kejam Luna.


"Daddy sudah melaporkan ke polisi mengenai gadis itu mom, Luna harus bertanggung jawab atas perbuatannya pada Anna! " tegas Daddy Daffa. Nyonya Amira sangat setuju dengan keputusan suaminya saat ini.


Dering ponselnya menyita perhatian mereka. Wanita paruh baya itu segera mengangkatnya, melakukan panggilan video dengan mantan besannya.


"Oma Amira, kami ingin bertemu bunda. " rengek Finn. Nyonya Amira merasa kasihan dengan kedua cucu tampan nya ini. Dia berusaha memberi pengertian untuk keduanya.


"Untuk saat ini bunda kalian belum bisa di temui sayang, besok lusa kalian boleh pulang oke. " ujar nyonya Amira dengan lembut.


"Baiklah oma. " sahut Felix. Nyonya Amira mengakhiri obrolan mereka. Terdengar suara helaan nafas panjang ke luar dari bibirnya. Dia menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas.


Tepat pukul dua sore, Setelah putri kecil mereka tidur. Sergio mengajak istrinya turun ke bawah. Keduanya langsung menghampiri mommy dan daddy di ruang tamu.

__ADS_1


"Baby Vio siapa yang jaga sayang? " tanya Mommy.


"Aku menyuruh bibi untuk menjaganya mom. " sahut Sergio. Keduanya langsung duduk di sofa. Mommy lekas mengambil buku album, kemudian menyerahkan pada sang menantu.


Anna membuka lembar demi lembar buku album. Dia menanyakan foto yang tampak membuatnya penasaran pada sang suami. Kini wanita itu tertuju pada foto mendiang Venia. Mau tak mau Sergio menjelaskan siapa mendiang Venia.


"Apa aku dulunya perusak rumah tangga kamu mas? " tanya Anna dengan tatapan lekat pada sang suami.


"Tidak sayang. " tegas Sergio. Pria itu menjelaskan apa yang terjadi di antara mereka dulunya. Anna kembali membuka lembar demi lembar foto album keluarga. Wanita itu berusaha mengingat kenangan nya bersama Sergio.


"Awh. " Hot mommy itu memegangi kepalanya. Sergio berusaha menenangkan sang istri agar tak memaksakan dirinya. Anna menaruh buku albumnya di atas meja. Wanita itu memilih menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.


Mommy prihatin dengan keadaan sang menantu saat ini. Sebagai mertua, dia tak bisa melakukan apapun untuk Anna. Daddy merangkul bahu sang istri dari samping.


"Untuk saat ini jangan pikirkan apapun mom, lebih baik kita fokus pada kesehatan Anna. Lambat laun ingatannya pasti akan segera kembali. " bisik Tuan Daffa pelan.


"Daddy benar. " balas mommy sambil tersenyum.


Pelayan datang membawakan camilan untuk mereka berempat. Anna juga menanyakan perihal si kembar yang di tanggapi sang suami. Setelah itu Anna kembali diam, entah apa yang dia pikirkan saat ini. Mengetahui jika si kembar adalah putra sambungnya, Anna yang kehilangan ingatan tentu saja menerima kenyataan.


"Apa aku bisa menjadi bunda untuk si kembar. Aku tak ingat apapun mengenai si kembar mas. Pasti mereka akan kecewa saat tahu bunda mereka kehilangan ingatannya! " gumam Anna.


Suasana berubah hening setelah mendengar pernyataan Anna barusan. Sergio mengenggam tangan istrinya, dia memberikan keyakinan pada sang istri tercinta. Anna sendiri masih ragu dengan ucapan sang suami.


Dia ingin memberikan kasih sayangnya pada si kembar sama besarnya seperti pada baby Violet, putri kandungnya sendiri. Wanita itu meluapkan keresahan hatinya saat ini pada keluarganya.


"Anna sayang, percayalah si kembar pasti tak akan marah pada kamu. Mereka berdua sangat menyayangi kamu nak. " sahut Mommy dengan nada lembutnya.

__ADS_1


"Apa yang di kataka mommy sangatlah benar. Lebih baik fokus saja kesehatan kamu untuk sekarang. " sela Daddy Daffa. Anna mengangguk, menerima nasehat dari kedua mertuanya.


__ADS_2