(Bukan)Pernikahan Impian

(Bukan)Pernikahan Impian
Bab 31 Pembantu baru?


__ADS_3

Tepat pukul tujuh malam mereka berkumpul untuk makan malam bersama. Si kembar pun memperhatikan orang tua mereka dalam diam.


"Mom, Dad apa kalian ada


masalah? " tanya Felix.


"Jujur mom, aku enggak suka mommy dan daddy bertengkar. " sahut Finn dengan tatapan sendunyu.


Baik Sergio dan Venia merasa tertampar dengan ucapan putra kembarnya. Keduanya sama sama memiliki ego yang tinggi. Sergio menghela nafas berat, dia merasa bersalah pada Felix dan Finn.


"Maafin mommy sayang. " ucap Venia membuka suaranya.


"Aku hanya ingin melihat mommy dan daddy akur selain itu kami juga ingin menghabiskan waktu bersama mommy dan daddy tanpa memikirkan pekerjaan. " cetus Finn panjang lebar.


Venia kehilangan kata kata mendengar pengakuan sang anak. Selama di negara K, dia lebih banyak bekerja daripada menghabiskan waktu dengan si kembar.


"Jika kalian masih bertengkar, lebih baik kami pergi saja. Kami berdua hanya ingin memiliki keluarga lengkap yang bahagia. " pungkas Felix.


Si kembar langsung beranjak dari duduknya. Keduanya langsung pergi dari meja makan dan naik ke lantai atas. Hati Venia berdenyut nyeri mendengar ucapan terakhir putranya. Cairan mengembun di kedua pelupuk matanya.


Hiks


Hiks


Venia turut kehilangan nafsu makannya. Dia langsung pergi ke atas menyusul kedua putranya. Sergio tentu saja menyusul mereka.


Tok tok


"Sayang, mommy ingin bicara dengan kalian nak! " ucap Venia sambil mengetuk pintu kamar si kembar.


"Enggak mau sebelum mommy baikan sama daddy. " teriak salah satu si kembar.


Venia menghela nafas panjang, wanita itu kembali menangis tergugu. Sergio langsung mendekati istrinya, memeluk wanitanya dengan erat. Dia langsung meregangkan pelukannya, tatapan mereka bertemu.


"Maafkan aku mas, aku tahu aku begitu egois saat ini. " ucap Venia benar benar menyesal.


"Aku juga minta maaf sayang, aku salah karena telah menuduh kamu yang bukan bukan. " sahut Sergio. Keduanya kembali berpelukan , pria tampan itu membiarkan istrinya menangis.


Sergio melepaskan pelukannya, mengajak sang istri pergi ke kamar. Keduanya masuk ke dalam kamar dan segera beristirahat.


Keesokan harinya selesai sarapan Venia mengantarkan suaminya hingga ke depan. Lalu dia menghampiri kedua anaknya di ruang tamu.

__ADS_1


"Sayang, apa kalian masih marah sama mommy dan daddy? " tanya Venia pada sang anak.


"Mommy dan daddy sudah baikan lho, mommy tak berbohong. " ungkap Venia dengan sungguh sungguh. Felix dan Finn saling melirik satu sama lain.


"Beneran? " cicit Felix dengan nada sedikit ragu.


"Iya sayang mommy enggak bohong. " tegas Venia. Si kembar tentu saja bahagia mendengar pernyataan sang mommy barusan. Keduanya langsung memeluk Venia dengan erat. Venia langsung menciumi kepala Felix dan Finn secara bergantian. Dia juga meminta maaf atas dirinya yang jarang memperhatikan si kembar.


Hari ini dia akan menghabiskan waktu bersama si kembar. Untuk masalah butik, dia serahkan pada Sofia. Si kembar melepaskan pelukannya, wajah keduanya tampak bahagia.



Wajah bahagia si kembar


"Baiklah bagaimana kalau kita jalan jalan boys? " tawar Venia pada kedua anaknya.


"Lets go mom. " pekik Finn dengan antusias.


"Ya sudah kalian tunggu bentar


oke. " Venia langsung bangkit dan naik ke atas. Beberapa menit berlalu Venia kembali dan mengajak ke dua anaknya ke luar. Ketiganya lekas masuk ke dalam mobil, mobil mewah itu melesat dengan kecepatan sedang.


Wanita cantik itu membiarkan anak anaknya bermain dengan wahana di sana seperti jungkat jungkit, ayunan, kotak pasir dan lainnya. Venia memilih duduk di bangku taman sambil mengawasi si kembar.


Fokusnya teralihkan mendengar suara keributan. Venia lantas menoleh ke belakang, keningnya berkerut melihat kerumunan. Wanita itu lekas bangkit dan menghampiri kerumunan orang tersebut.


"Maaf ibu, ibu ini ada apa ya? " tanya Venia.


"Ini lho wanita ini ketahuan menjadi simpanan suami teman saya


nyonya. " cetus wanita di sebelah Venia. Venia memperhatikan wanita yang di tunjuk, dia tentu saja terkejut melihat Winna. Hal yang sama juga di rasakan Winna.


"Kak Vee. " sapa Winna. Semua orang kini menatap kearah Venia. Venia menghela nafas berat, memperhatikan penampilan adiknya.


"Maaf ibu ibu saya pun mengenal nya, sebaiknya lanjutkan saja apa yang hendak kalian lakukan apa wanita itu. " ujar Venia dengan santai.


Venia langsung pergi dari sana. Sementara keributan itu terus terjadi. Dia kembali duduk dengan tenang sambil memperhatikan si kembar.


Selesai bermain si kembar langsung menghampiri sang mommy. Venia langsung membelikan minuman untuk kedua putranya setelah itu menyerahkan pada si kembar.


"Ayo minum dulu sayang,kalian pasti capek. Setelah minum kita kembali ke mobil dan pergi dari sini. " ujar Venia yang di angguki si kembar.

__ADS_1


Double F segera meminum aqua masing masing setelah itu bangkit dan pergi ke parkiran. Sementara Winna mengejar mereka setelah berhasil kabur dari kejaran para ibu ibu.


"Tunggu kak Venia. " panggil Winna yang membuat ibu dan dua anak itu menoleh seketika. Venia menghela nafas panjang, entah apa yang di inginkan Winna darinya. Fokus Winna kini teralihkan pada sosok kembar di samping sang kakak.


"Mereka? "


"Felix dan Finn, anakku dan mas


Gio. " ucap Venia tanpa basa basi. Winna terkejut mendapati kenyataan pahit mengenai siapa si kembar sebenarnya.


"Ada lagi yang ingin kamu tanyakan, kalau tidak kami harus pergi? " ucap Venia dengan nada datarnya. Winna mengigit bibirnya, terdengar suara helaan nafas berat.


"Tolong bantu aku kak. " pinta Winna sambil memohon. Venia pun mengerutkan kening mendengar permintaan sang adik. Dia langsung memintanya masuk ke mobil. Setelah masuk, mobil lamborghini itu melesat kencang.


Sepanjang perjalanan kakak adik itu mengobrol, masih ada kecanggungan di antara keduanya. Si kembar sendiri asyik berbisik satu sama lain. Entah apa yang dua bocah itu bicarakan di belakang.


Skip


Venia mengajak Winna ke mansion miliknya. Setelah turun dari mobil, mereka lekas masuk ke dalam. Winna tentu saja terkejut dengan mansion megah milik sang kakak. Ada rasa iri dalam dirinya melihat kakaknya begitu sukses.


"Bagaimana bisa kamu menjadi simpanan pria kaya? " tanya Venia tanpa basa basi.


"Aku kehabisan uang kak dan semenjak Daddy jatuh sakit, perusahaan juga mengalami masalah keuangan. " ungkap Winna.


Venia hanya diam tak mengatakan apapun mengenai kehidupan keluarganya. Tak lama terlintas ide licik muncul dalam otaknya.


"Aku punya tawaran pekerjaan untuk kamu Win, apa kamu mau? " tanya Venia sambil tersenyum.


Winna terdiam, dia merasa memiliki kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya begitu pikirnya.


"Aku mau kak Vee! "


"Jadi pembantuku sekaligus pengasuh si kembar di mansion. " ujar Venia dengan santai.


"Apa??? " Winna melotot mendengar pekerjaan apa yang di tawarkan oleh kakaknya.


Venia berusaha menahan tawanya melihat keterkejutan di wajah sang adik. Dia memang sengaja ingin memberikan pelajaran berharga pada Winna tentang kehidupan.


"Baiklah aku akan memberi kamu waktu sampai besok, sebaiknya kamu pulang sekarang Win. " cetus Venia. Winna pun langsung pamit, dia pergi meninggalkan kediaman sang kakak.


"Ini baru awal Winna. " seringai terbit di sudut bibir Venia.

__ADS_1


__ADS_2