
Paginya Ashley datang ke rumah sakit, dia menjenguk suami tercintanya. Kini wanita itu tengah menyuapi suaminya dengan bubur yang dia bawa.
"Habiskan dulu buburnya sayang. " ucap Ashley dengan lembut.
Selesai makan, Ashley menaruh piringnya di atas meja. Wanita itu mengobrol dengan suaminya sambil mengusap perut buncitnya.
"Kamu ke sini nya sama siapa sayang? " tanya Felix.
"Sopir. " balas Ashley singkat. Wanita itu hanya tersenyum mendengar keluhan suaminya yang menginginkan pulang. Wanita hamil itu berusaha menghibur suaminya yang tampak bosan.
"Sayang gimana kalau nentuin nama baby kita? " tanya Ashley memastikan.
"Tapi aku sudah menyiapkan nama untuk baby kita sayang. " ungkap Felix.
"Benarkah, coba aku mau dengar? " desak Ashley.
"Xabiru dan Queen. " ungkap Felix dengan senyuman. Ashley tentu saja sangat suka dengan nama yang di ucapkan suaminya
Tak lama Finn dan Karamel datang menjenguk Felix. Ashley memilih beranjak dan duduk nyaman di sofa. Dia membiarkan Finn mengobrol dengan suaminya. Karamel memperhatikan raut wajah kakak iparnya itu.
"Kenapa Ash? " tanya Karamel.
"Di kehamilan tuaku ini, aku mudah lelah Kara. " keluh Ashley. Karamel turut menyentuh perut besar Ashley, dia merasakan pergerakan dari dalam sana.
"Wajar saja, harusnya kamu banyak banyak istirahat Ashley. " ujarnya seraya tersenyum. Ashley pun mengangguk singkat, dia berusaha mencari posisi nyaman saat bersandar di sofa.
Kedua wanita itu bisa mendengar suara gelak tawa dari suami masing masing. Masing masing hanya bisa menggelengkan kepalanya, Ashley dan Karamel justru membahas suami masing masing.
"Oh ya Ash, kamu udah denger belum soal Ezra dan Starla? "
"Memangnya ada apa dengan mereka? " tanya Ashley heran.
"Ezra, pindah ke luar negeri setelah kamu tolak. " ungkap Karamel. Ashley menghela nafas panjang, dia tentu saja terkejut mendengarnya.
"Ya tentu saja aku tolak, aku kan sudah nikah. Gila aja masa iya aku nerima pernyataan cintanya. " balas Ashley dengan santai.
Karamel tergelak mendengar pernyataan Ashley barusan, dia sangat setuju dengan hal itu. Wanita itu kini membicarakan tentang Starla yang membuat Ashley sangat syok.
__ADS_1
"Kenapa dia harus mengakhiri hidupnya sih. Lagipula Starla perempuan yang sangat cantik, hanya karena di tolak pria dia berbuat nekat. " gumam Ashley.
Dia merasa bersalah pada mendiang Starla, tanpa sadar kehadiran dirinya membuat Starla gagal meraih cintanya Ezra. Terdengar suara helaan nafas panjang ke luar dari bibirnya.
"Apa kamu tahu di mana makam Starla? " tanya Ashley.
"Aku tahu. "
Mereka beranjak bangun dengan perlahan. Keduanya langsung pamit pada suami masing masing. Tiba di parkiran, Ashley meminta sopir mengantar mereka ke makam Starla.
Sepanjang perjalanan Ashley dan Karamel banyak mengobrol. Dia sempat meminta sang sopir berhenti dan membeli buket bunga.
Tiba di pemakaman, keduanya ke luar dari mobil dan bergegas masuk ke dalam. Ashley mengikuti langkah Karamel, tiba di makam Starla dia langsung menaruh buket bunganya.
"Maafkan aku Starla, jika kehadiran aku dulu membuat kamu terluka karena kamu tak bisa memiliki cinta Ezra. aku juga telah memaafkan kamu kok, kamu tenang ya di atas sana. " gumam Ashley dengan tulus.
Hal sama di lakukan Karamel di sana. Setelah beberapa menit,mereka pergi dari sana dan kembali ke rumah sakit.
Sore harinya Ashley dan lainnya pulang ke rumah. Setelah mendapatkan izin dari dokter, Felix di perbolehkan pulang. Kini mereka berada di dalam kamar.
"Sayang ada apa kenapa kamu melamun? " tanya Felix.
Ashley menjelaskan apa yang dia pikirkan pada suaminya. Felix tentu saja terkejut dengan kabar kematian Starla. Tangan kanan pria itu menggenggam tangan sang istri kemudian menciumnya berulang kali.
"Tapi kamu sudah memaafkannya 'kan? " tanya Felix.
"Iya, aku tak ingin menyimpan dendam pada siapapun termasuk Starla. " gumam Ashley tersenyum tipis. Wanita hamil itu mengatakan pergerakan dari dalam kamar perutnya pada sang suami. Felix mengulas senyumnya, menunduk dan menciumi perut istrinya.
Ashley mengulas senyumnya, mengusap kepala suaminya dengan lembut. Felix kembali menegakkan kepalanya, dia turut bersandar di headboard di sisi sang istri.
"Tangan kamu enggak boleh terkena air lho mas, kamu mesti hati hati. " tegur Ashley.
"Iya iya kanjeng ratu. " ujar Felix setengah meledek. Ashley mendengus pelan, dia memukul pelan paha sang suami tercinta. Wanita itu cukup lega melihat suaminya kembali ceria dan jahil.
tok
__ADS_1
tok
Felix lekas bangun, dia pergi untuk membuka pintu kamarnya. Tak lama pria itu kembali dan memberitahu sang istri mengenai kedatangan mami dan papi. Ashley tentu saja lekas bangun dengan perlahan, dia tampak kesusahan dalam berjalan.
Ke luar dari kamar dan pergi ke ruang tamu. Wanita hamil itu duduk di sebelah sang suami, menyambut hangat kedatangan orang tuanya.
"Maafin mami dan papi nak, terimakasih atas bantuan kalian hingga perusahaan papi kembali bangkit. " ujar papi pada anak dan menantunya.
"Felix, tangan kamu kenapa nak? " tanya Mami pada menantunya.
"Cedera yang membuat tanganku retak. " jawab Felix. Ashley langsung menyela dan menjelaskan kejadian mengenai sang suami. Mami dan Papi tentu saja syok setelah nendengarnya.
"Mami dan Papi akan tinggal sementara sama kalian. " ungkap Mami yang di angguki Ashley. Dia merasa lega melihat kedua orang tuanya telah menyadari kesalahanya
Pelayan mengantarkan camilan dan minuman untuk mereka. Ashley kembali mengobrol dengan sang mami, menanyakan seputar kehamilan. Wanita itu ingin lebih tahu mengenai persalinan nantinya.
"Rencananya aku ingin persalinan normal mami. Aku ingin merasakan bagaimana perjuangan seorang mommy melahirkan buah hatinya ke dunia. " gumam Ashley.
"Terserah kamu sayang, mami hanya bisa mendoakan semoga kamu dan calon baby sehat sehat sampai persalinan nanti. " ungkapnya.
"Amen. " balas Ashley sambil tersenyum.
Felix mengulas senyumnya, dia turut lega melihat istrinya telah berbaikan dengan mami dan papi. Ashley kembali bergosip ria dengan sang mami tercinta. Para pria pun tentu saja hanya bisa pasrah menjadi bahan obrolan istri istri mereka.
Dering ponsel Felix menyita perhatian mereka. Felix langsung mengeluarkan ponselnya, dia mengangkatnya langsung.
"Halo Dad, ada apa? " tanya Felix.
"Daddy dan polisi telah menangkap penabrak kamu nak. " ujar Daddy Sergio.
"Ya sudah nanti kabari aku lagi. " Felix mengakhiri obrolannya. Dia pun menaruh ponselnya di atas meja. Terdengar suara helaan nafas panjang ke luar dari bibir Felix. Papi berusaha menenangkan sang menantu.
"Biarkan daddy kamu yang mengurusnya, kau cukup fokus pada kondisi kamu. " ujar Papi.
"Iya Papi! "
Ashley menyandarkan tubuhnya di sofa, dia berusaha mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah. Felix menoleh ke samping, melihat wajah lelah sang istri.
__ADS_1
"Sayang apa kamu lelah? " tanya Felix yang di angguki Ashley.
"Aku gampang lelah By! " ungkap Ashley.