(Bukan)Pernikahan Impian

(Bukan)Pernikahan Impian
Bab 45 Hari Pernikahan ( Revan & Winna)


__ADS_3

Hari yang di tunggu akhirnya datang juga. Winna saat ini tengah bersiap untuk menikah. Selesai make up, mommy dan daddy telah datang. Keduanya mengapit putri mereka lalu membawanya ke altar pernikahan.


"Nak Revan, Daddy serahkan putri daddy sama kamu. Jaga Winna dengan baik, sayang dan cintai dia nak. " ujar Daddy Rama pada calon menantunya.


"Saya akan menjaga Winna dengan baik Daddy. " Revan menggenggam tangan calon istrinya erat. Daddy Rama segera kembali ke belakang.



Pastur langsung membacakan doa doa untuk kedua mempelai.


"Tuan Revan Axelle Tyson, bersediakah engkau menerima saudari Winna Elicia sebagai istri Anda dalam suka maupun duka? "


"Saya bersedia. "


"Nyonya Winna Elicia bersediakah engkau menerima Tuan Revan sebagai suami anda dalam keadaan apapun? "


"Saya bersedia. "


Suara tepuk tangan memeriahkan acara pernikahan kala dua mempelai selesai mengucapkan ikrar sumpah pernikahan.


"Silakan sematkan cincin dan cium pasangan anda tuan! "


Revan langsung menyematkan cincin ke jari manis istrinya begitu pula sebaliknya. Pria tampan itu membuka tudung, lalu mencium istrinya di depan para tamu. Suara tepukan dan sorakan mewarnai meriahnya pesta pernikahan Revan dan Winna.


Winna tampak tak henti hentinya menebarkan senyumnya di depan umum. Inilah yang dia nantikan selama ini, menikah dengan pria yang dia harapkan bisa memberikan kebahagiaan untuknya.


Cup


Revan mencium pipi istrinya, dia turut tersenyum memperhatikan wanitanya yang tampak bahagia.


"Kamu bahagia baby? " tanya Revan dengan lembut.


"Tentu saja bahagia boo! "


Orang tua mereka datang, memberikan selamat sekaligus hadiah pernikahan untuk keduanya. Wimna memeluk sang mommy dan mendengarkan setiap nasehat yang di berikan sang ibu.

__ADS_1


Sementara Sergio dan keluarga kecilnya datang memberikan selamat pada Winna dan Revan. Winna memperhatikan wajah kakaknya yang tampak datar.


"Kak aku minta maaf. "


"Selamat atas pernikahan kamu dan Revan. " ucap Venia sambil tersenyum mengabaikan permintaan maaf sang adik.


"Terima kasih kak. " jawab Winna dengan pasrah.


Venia berlalu pergi, tiba tiba perutnya kembali sakit. Sergio yang melihatnya segera menghampiri sang istri.


"Sakit mas. " Sergio langsung meminta mertuanya untuk tetap tinggal menjaga si kembar. Pria itu membawa pergi istrinya dari kediaman Revan menuju ke rumah sakit.


Melihat kepergian sang kakak, Winna tampak sangat khawatir. Revan yang tak mengerti situasinya hanya bisa menenangkan sang istri tercinta.


"Mommy dan daddy susul saja kak Vee dan kak Gio, biar si kembar bersama kami. " cetus Winna.


"Kami pergi dulu ya sayang. " Mommy Kinara dan Daddy Rama meninggalkan acara. Winna sendiri kembali menyalami para tamunya. Dia meminta sang mami untuk menjaga Felix dan Finn.


Sore harinya


"Oma Rasty, kenapa mommy dan daddy kami belum juga kembali? " cetus Felix. Semua orang saling berpandangan satu sama lain. Winna menghela nafas berat, dia semakin khawatir dengan keadaan sang kakak.


"Sabar sayang, mommy dan daddy pasti akan segera kembali nanti. " ujar Mami Rasty pada si kembar.


Dan pesta kembali berlanjut hingga malamnya. Winna segera mengambil ponselnya lalu menghubungi sang kakak ipar. Dia menanyakan perihal keadaan Venia saat ini.


"Kak Gio bagaimana keadaan kak Vee? " tanya Winna tanpa basa basi.


"Dia perlu bedrest Win, sebaiknya kamu fokus saja pada acaramu. Aku yang akan menjaga Venia, untuk sementara tolong jaga si kembar dulu. " pinta Sergio. Winna mengakhiri pembicaraan dengan sang ipar. Dia menaruh ponselnya lalu ke luar dari kamar, menemui para tamu.


Malam ini Winna tampak cantik mengenakan gaun berwarna merah senada dengan jas yang di kenakan Revan. Pasutri baru itu kini berdansa dengan diiringi musik romantis.


Satu jam berlalu keduanya mengakhiri dansa mereka. Winna menghampiri kedua keponakannya kembarnya. Dia usap kepala Finn secara bergantian.


"Sayang, kalian pulangnya besok aja ya. Tadi Daddy kalian menghubungi aunty dan menyuruh untuk menginap di sini semalam. " bujuk Winna dengan halus.

__ADS_1


"Baiklah aunty. " jawab Felix dengan singkat. Si kembar kembali menikmati kuenya masing masing. Winna menghela nafas panjang, dia tak bisa membayangkan jika si kembar tahu jika Venia tengah sakit saat ini.


Larut malam pesta baru usai, Winna mengantar si kembar ke kamarnya. Setelah itu wanita itu pergi ke kamarnya bersama sang suami. Keduanya segera mengganti pakaian, Winna mengenakan lingerie berwarna hitam.


Keduanya berbaring di atas ranjang mereka. Revan memperhatikan istrinya sambil tersenyum. "Sayang, sebenarnya apa yang terjadi pada kakakmu? " tanya Revan.


Winna mau tak mau memberitahu penyakit kakaknya pada sang suami. Revan terkejut mendengarnya, dia akan turut mencarikan dokter terbaik untuk Venia.


"Aku enggak bisa bayangin kalau si kembar tahu Boo! " gumam Winna dengan muka sedihnya. Revan menghela nafas berat, mencium kening sang istri agar tenang.


Bruk


Pria tampan itu mendorong istrinya, merobek lingerie Winnia dan mereka memulai malam pertama mereka. Untungnya kamar mereka kedap suara hingga tak membuat si kembar mendengarkan hal panas seperti ini.


Revan terus menggempur istrinya hingga menjelang pagi.


Keesokan harinya keduanya segera bangun dan bersih bersih. Selesai berpakaian dan beres beres, Winna dan suaminya langsung ke luar dari kamar. Mereka mengajak si kembar turun ke bawah dan pergi ke meja makan.


Mereka sarapan bersama lebih dulu setelah itu bergegas pergi ke rumah sakit. Si kembar ikut bersama mereka, sepanjang perjalanan kedua bocah itu terus membicarakan orang tua mereka.


"Mommy sakit apa kak? " cuma Finn sambil menangis. Felix mengusap kepala adik kembarnya, dia berusaha menenangkan Finn. Winna sendiri merasa kian cemas pada keadaan sang kakak.


Skip


Di rumah sakit mereka menghampiri Sergio yang berada di luar ruangan. Si kembar berlari kearah sang daddy, Sergio memeluk kedua jagoannya itu.


"Tenang son, dokter tengah berusaha menyembuhkan mommy. Kita doakan sama sama ya, daddy juga tengah mencari dokter terbaik untuk mommy kalian. " ucap Sergio dengan sungguh sungguh.


Hot Daddy itu mengajak kedua anak nya untuk duduk. Winna dan Revan saling melirik satu sama lain dalam diam. Tak lama dokter ke luar, memberikan penjelasan pada keluarga pasien.


Sergio benar benar hancur mendengar keadaan istrinya yang kian parah. Dia harus melakukan sesuatu demi kesembuhan sang istri. Beberapa saat kemudian kedua mertua Sergio datang, Sergio meminta sang mertua membawa si kembar pulang.


"Kami ingin menemani mommy, Daddy. " tolak Finn.


"Son, rumah sakit tidak bagus untuk kalian. Kalian pulang dulu sama opa dan oma ya, kalau mommy sudah sadar nanti daddy hubungi oma. " ujar Sergio. Si kembar saling melirik satu sama lain. Keduanya langsung mengangguk, Mommy Kinara menjenguk putri sulungnya lebih dulu setelah itu membawa pulang kedua cucunya.

__ADS_1


Setelah kepergian si kembar, Sergio berbicara serius dengan Revan dan Winna.


__ADS_2