
Berbeda dengan Irene yang tengah galau, Felix dan istrinya tengah menikmati masa masa romantis nya sebagai pengantin baru.
Felix mencium kening istrinya dengan mesra. Keduanya baru selesai bercint4. Ashley pun mendapatkan hukuman setelah kemarin kalah dalam bermain truth or dare.
"Ish kamu nyebelin kamu By, kamu ngambil kesempatan dalam kesempitan. " cetus Ashley dengan bibir manyun. Felix tergelak melihat istrinya merajuk saat ini. Pria itu mendekap wanitanya dari belakang, tangan keduanya saling bertautan satu sama lain.
Ashley mengulas senyumnya, dia tampak bahagia di perlakukan ratu oleh sang suami.
Mereka saat ini tengah honeymoon di kota Chiba, Negara K. Ashley telah memakai bikini berwarna merah. Keduanya asyik minum sambil menikmati pemandangan.
"Sayang aku mau berenang. " Ashley segera masuk ke dalam kolam, wanita itu asyik berenang sesuka hatinya.
Felix mengulas senyumnya sambil memperhatikan sang istri. Dia langsung menaruh gelasnya kemudian melompat ke dalam kolam. Ashley memekik bahagia kala tubuhnya di gendong sang suami tercinta.
Cup
Ashley menciumnya sebentar, Felix kembali menurunkannya. Keduanya kembali mengobrol dengan santai, memanfaatkan waktu untuk saling mengenal satu sama lain.
"Hubby, besok kita jalan jalan ya aku bosen di kamar terus. " rengek Ashley pada sang suami.
"Tapi di dalam kamar enak lho baby, olahraga bikin candu biar Felix junior segera hadir. " jawab Felix dengan santai. Ashley langsung menabok lengan sang suami. Felix tertawa melihat wajah masam sang istri.
Keduanya segera naik ke atas, Felix mengajak istrinya ke dalam dan mengganti pakaian mereka. Setelah itu ke luar dari Resort, memilih jalan jalan di pantai.
Felix mengandeng tangan istrinya, berjalan menyusuri pantai. Canda tawa mewarnai obrolan mereka.
Langit mulai gelap membuat pasutri itu memilih kembali ke resort. Kini mereka makan malam lebih dulu setelah itu pergi ke kamar. Ashley menutup jendela kamar, lalu turut berbaring di sebelah sang suami.
"Kak mau nanya nih tapi jangan marah ya! " ujar Ashley penuh harap.
"Memangnya mau tanya apa sayang? " tanya Felix penasaran.
"Ini mengenai Irene, ceritain dong bagaimana kakak bisa kenal dia lalu jadian? " tanya Ashley penasaran.
Felix terdiam, mau tak mau dia mengatakan semuanya pada sang istri. Ashley mengangguk angguk, wanita itu juga sempat mengomeli sang suami. Pria itu mencubit hidung istrinya dengan gemas.
__ADS_1
"Memangnya kau tak cemburu hm? " tanya Felix dengan seringai miringnya.
"Cemburu sih, tapikan Irene dulu yang lebih kenal kamu daripada
aku. " ceplos Ashley. Felix bersandar di headboard, dia menarik istrinya untuk memeluk dirinya.
Cup
"Thanks sudah hadir dalam hidup aku sayang, percayalah hanya kamu yang ada di hatiku. " gumam Felix dengan serius.
"Untungnya aku bisa bedain kamu dengan Finn, kalau tidak bisa bahaya nanti. " celetuk Ashley sambil terkekeh. Wanita itu tak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika suaminya tertukar.
"Awas ya jangan genit sama Finn, kamu itu milik aku sayang. " ucap Felix dengan posesif.
"Iya iya hubby. " jawab Ashley tersenyum manis. Keduanya segera memejamkan mata mereka sambil berpelukan.
Keesokan harinya pasangan suami istri itu telah rapi. Hari ini mereka akan berkeliling mengunakan mobil yang di sewa Felix. Rencananya mereka akan menghabiskan waktu seharian di luar Resort.
Felix membawa istrinya ke pusat perbelanjaan. Di sana dia membiarkan sang istri berbelanja. Pria itu meminta sang istri membeli banyak lingerie untuk di pakai Ashley nantinya.
Ashley pun hanya bisa menuruti keinginan suami tercintanya. Selesai belanja, mereka ke luar dan menaruh belanjaan ke dalam mobil. Dering ponsel milik Ashley menyita perhatian mereka. Wanita itu lantas mengangkatnya tanpa berlama lama.
"Sayang, mama juga berada di negara yang sama tempat kamu honeymoon. Datanglah hari ini ke rumah mama nak, mama mohon. " pinta nyonya Serena dengan lembut.
"Baiklah kami akan ke sana. " Ashley menyimpan ponselnya, lalu memberitahu sang suami alamat nyonya Serena. Felix dan Ashley langsung masuk ke mobil kemudian pergi dari sana.
Skip
Apartemen keluarga Hutama
Felix dan Ashley turun dari mobil. Pelayan mempersilakan keduanya masuk ke dalam. Keduanya langsung menemui nyonya Serena dan keluarganya di ruang tamu.
"Kalian sudah datang. " nyonya Serena tampak bahagia melihat kehadiran putri kandungnya. Dia langsung mengenalkan Ashley pada suami nyonya Serena dan anaknya yang lain.
"Sayang ini adik kamu Alicia. " ujar Nyonya Serena dengan senyuman hangatnya. Ashley langsung mengenal kan dirinya pada remaja di depannya ini.
"Halo kak Ashley, aku Alicia. " sapa remaja itu dengan senyuman manisnya.
__ADS_1
"Ya. " Ashley hanya menjawabnya singkat. Perasaannya saat ini campur aduk, Felix segera menggenggam tangan sang istri dengan erat. Wanita itu menghela nafas panjang berusaha mengontrol dirinya agar tetap tenang.
"Tante sudah punya keluarga lengkap, tapi kenapa masih menganggu saya. Saya juga sudah punya kehidupan sendiri, memiliki suami dan ibu yang menyayangi saya. " ujar Ashley dengan halus.
Nyonya Serena tampak berkaca kaca, melihat putrinya sendiri membenci dirinya. Tuan Adi mengusap bahu sang istri, paham akan perasaan istrinya saat ini.
"Maafin mama nak, mama tahu jika kamu masih membenci mama. Tolong jangan benci adik kamu, dia tak bersalah. " pinta Nyonya Serena pada putri sulungnya itu.
Ashley menghela nafas panjang. Dia lekas bangkit, kemudian duduk di sebelah adiknya. Alicia langsung memeluk sang kakak dengan erat. Wanita itu mengusap kepala Cia dengan lembut.
Wanita itu melepaskan pelukannya dari tubuh adiknya. Ashley memberikan sedikit nasehat pada Cia. Nyonya Serena merasa lega melihat kedua putrinya begitu akur dan akrab.
Pelayan datang mengantarkan makanan untuk mereka semua. Ashley memilih mengobrol dengan adiknya sambil memakan buah anggur.
"Aku kira kak Ashley marah juga sama kehadiran aku. " ungkap Alicia dengan lirih.
"Kakak hanya perlu waktu Cia. " jawab Ashley sambil tersenyum.
Wanita cantik itu hanya diam mendengarkan keluhan dari adiknya, Alicia. Sesekali dia menanggapinya di sertai tawa kecil. Ashley merasa adiknya cukup menyenangkan untuk di ajak mengobrol begitu pikirnya.
Felix sendiri mengobrol dengan mertuanya dengan santai tanpa ada canggung.Pria itu membiarkan sang istri berbicara leluasa dengan Alicia.
Alicia langsung bangkit, menarik kakaknya dan mengajaknya menuju ke lantai atas. Ashley mengikuti kemauan adiknya itu. Keduanya masuk ke dalam kamar, Ashley menatap sekeliling kamar adiknya.
"Kau sangat suka warna pink Cia? " tanya Ashley.
"Iya kak makanya kamar aku serba pink. " jawab Cia sambil nyengir.
Ashley berjalan menghampiri sebuah foto, dia mengambilnya dan memperhatikannya dengan lekat. Alicia menjelaskan foto yang di pegang kakaknya. Ashley kini duduk di ranjang sejajar dengan adiknya.
"Fokuslah dengan sekolahmu Cia, jangan pacaran dulu. " cetus Ashley sambil mencubit hidung adiknya itu.
"Hehe, aku sudah tujuh belas tahun kak. " protes Alicia.
"Iya kakak tahu, tapi kamu harus membuat mama dan papa bangga. " ungkap Ashley dengan senyuman tulusnya.
"Cia janji akan belajar dengan giat, kakak harus sering sering ke sini dan menginap di sini ya selama beberapa hari please. " pinta Alicia sambil memohon.
__ADS_1
"Hm baik lah Cia. " jawab Ashley. Alicia memekik senang, dia kembali memeluk kakaknya itu.