
Setelah dua hari di rumah sakit, Ashley dan kedua bayinya telah pulang ke Villa. Dia merawat si kembar bersama bunda dan mami nya.
"Sayang, kamu urus suami kamu dulu. Biru dan Queen, biar kami yang pakaikan bajunya. " ujar Bunda yang di angguki Ashley.
Hot mommy itu lantas pergi ke kamarnya, dia menghampiri suami tercintanya. Ashley membantu suaminya memakai kaosnya.
"Sudah tampan kok Daddy nya Biru dan Queen. " ucap Ashley dengan senyuman lebarnya. Felix mencium bibir istrinya dengan lembut, tak lama wajahnya berubah di tekuk.
"Kenapa sayang? "
Felix membisikkan sesuatu membuat Ashley melotot, wanita itu mencubit perut sang suami. Pria tampan itu terkekeh pelan, keduanya lekas ke luar dari kamar dan pergi ke kamar si kembar.
Ashley menyusui bayinya secara bergantian setelah itu membiarkan keduanya di jaga oleh sang mertua. Wanita itu turun ke bawah, langsung pergi ke dapur dan membuat minuman.
Setelah selesai Ashley langsung membawanya ke ruang tengah. Di sana dia mengobrol dengan sang suami tercinta. Getaran ponsel mengalihkan perhatiannya, Ashley mengeluarkan benda itu dari sakunya.
"Halo Cia, gimana kabar kamu dek? " tanya Ashley dengan antusias.
"Aku baik kak, oh ya kak Ash ada kabar baik untuk kalian. " ujar Alicia yang membuat Ashley penasaran.
"Memangnya ada apa? "
"Aku hamil kak. " ungkap Alicia yang membuat Ashley memekik kaget. Hot mommy itu memberikan selamat pada adiknya. Dia tentu saja sangat bahagia dengan kabar kehamilan Alicia.
Keduanya saling berbagi kebahagiaan satu sama lain. Ashley segera mengakhirinya setelah berbicara dengan sang adik. Terdengar helaan nafas panjang ke luar dari bibirnya.
"Rasanya aku ingin berkunjung ke negara di mana Alicia tinggal saat ini sayang. " ungkap Ashley pada sang suami.
"Lalu bagaimana dengan Biru dan Queen yang tidak bisa kamu tinggal honey. " sahut Felix.
"Ya itu yang aku pikirkan. Apalagi Steven melarang Alicia kembali ke sini setelah kemarin sempat ingin pulang hingga mengalami keguguran di kehamilan pertamanya. " cetus Ashley lirih.
Felix paham dengan apa yang di rasakan istrinya. Pria itu berusaha menggerakkan tangan kirinya dengan perlahan. Dia langsung memeluk dan menciumi istrinya dengan penuh cinta.
__ADS_1
Ashley langsung membantu sang suami meminum kopinya dengan perlahan. Wanita cantik itu begitu sabar melayani suaminya.
Dia menaruh cangkirnya kembali ke atas meja.
"Sayang apa tangan kamu bisa di gerakkan sesering mungkin? " tanya Ashley menanyakan keadaan tangan sang suami.
"Bisa sih sayang hanya saja rasanya semakin nyeri saat aku gerakkan dan masih perlu hati hati. " ungkap Felix yang di angguki Ashley. Wanita itu merasa iba dengan suaminya, Felix tak bisa beraktivitas normal seperti biasanya.
Ashley hanya mampu mensupport suaminya agar tetap sabar. Felix tentu saja senang mendapat dukungan dari istri tercinta. Di tengah mereka asyik mengobrol, Irene datang berkunjung.
Ashley lekas bangkit, menyambut kedatangan sahabatnya itu. Dia langsung mengajak Irene duduk, keduanya asyik mengobrol.
"Jero ke mana? " tanya Felix pada Irene.
"Dia sedang ke luar kota saat ini. " ungkap Irene sambil tersenyum. Wanita itu menanyakan perihal si kembar, Ashley lekas bangkit dan mengajak sahabatnya menuju ke kamarnya Biru dan Queen.
Mami dan Bunda memilih ke luar dari kamar. Ashley membiarkan Irene menggendong salah satu bayinya. Hot mommy itu memperhatikan bagaimana Irene yang tampak berhati hati saat menggendong Biru.
"Aku jadi ingin memiliki bayi. " gumam Irene.
"Menikahlah dan hidup bahagia bersama Jerome, Rene. " balas Ashley dengan lembut.
Dia menatap kearah Ashley dengan tatapan lekatnya. "Bisakah aku merawat salah satu bayi kamu
Ash? " ceplos Irene.
Ashley terkejut mendengar pengakuan Irene barusan. Wanita itu sontak menolak mentah mentah permintaan Irene barusan.
"Enak aja minta, aku yang susah susah melahirkannya. Kau hanya perlu menikah dan bahagia bersama Jerome Rene. " ujar Ashley penuh penekanan pada setiap kalimatnya.
"Kau harus berdamai dengan dirimu sendiri dan terima lah Jerome. Lagipula apa susahnya kamu move on Rene, aku tahu kamu menganggap semua pria itu sama saja namun nyatanya tidak sama sekali! " ketus Ashley.
Oek
oek
__ADS_1
Ashley langsung mengambil alih putrinya yang tampak tak nyaman dalam dekapan Irene. Irene yang melihatnya merasakan iri melihat Ashley yang bahagia.
Irene memilih pergi, dia tak kuasa melihat Ashley yang tampak posesif dengan si kembar. Sepeninggal Irene, Ashley langsung menaruh kembali baby Queen dalam box bayi.
Dia sangat kesal sekaligus tersinggung dengan pernyataan konyol Irene barusan. Wanita itu menahan nafas dalam dalam lalu menghembuskan secara perlahan.
Huh
Setelah tenang Ashley memilih duduk di sofa. Dia sangat sadar jika ucapannya tadi mungkin saja menyakiti Irene. Namun dia ingin Irene tak menganggap semua pria itu brengshake.
"Maafkan aku Rene, kau pasti sangat sakit hati dengan ucapanku tadi. " gumam Ashley dengan nada menyesalnya.
Sementara Irene memilih pergi ke panti asuhan Kasih Bunda.Di sana dia membagikan banyak mainan untuk anak anak. Wanita itu juga memutuskan mengadopsi salah satu anak yang ada di sana.
"Meryn Lannister. " gumam Irene membaca data bayi perempuan yang telah dia lihat fotonya. Diapun mulai mengurus surat suratnya, setelah selesai Wanita itu mengajak Ryn pulang ke apartemen wanita itu.
Irene meminta pelayan untuk membelikan kebutuhan bayi. Tiba di Villanya, dia langsung masuk ke dalam. Setelah siap Irene membawakan baby Ryn menuju ke kamar. Naluri ibunya, Irene tampak cekatan mengganti popok dan pakaian Ryn. Dia juga memberikan minyak bayi di sekitar perut putrinya.
Setelah selesai dia di bantu pelayan memakaikan pakaian ke tubuh Ryn. Irene mengulas senyumnya, menatap lekat baby cantik itu.
"Selamat datang dalam kehidupan mami sayang. " gumam Irene dengan tulus.Wanita cantik itu menciumi pipi gembul Meryn. Dia asyik mengajak bicara Ryn, Irene merasa dunianya akan kembali berwarna berkat kehadiran Meryn Lannister.
Pelayan datang mengantarkan satu botol susu. Irene langsung memberikan botol susu itu pada si kecil dengan bibir melengkung membentuk senyuman merekah.
"Dia sangat lucu, cantik dan menggemaskan. " gumam Irene.
Setelah putrinya kenyang, Irene menaruh botol nya di atas meja. Bayi cantik itu berbaring di atas ranjang, Ryn menjadi alasan Irene bertahan dalam kehidupan pahitnya. Wanita itu belum mampu berdamai dari dirinya sendiri dan masa lalu nya.
Drtt
Irene menoleh, dia langsung bangun dan mengambil ponselnya. Wanita itu membawanya jauh dari ranjang. Irene tak ingin putrinya menangis karena mendengar kegaduhan.
"Halo Mami, ada apa? " tanya Irene.
"Tak apa sayang, mami hanya kepikiran kamu saja kok. " jawab Mami Ivy.
__ADS_1
"Oh aku kira apaan Mi! "
Setelah berbincang hangat dengan sang maki di telepon, Irene menutup sambungannya dan menaruhnya di atas meja.