(Bukan)Pernikahan Impian

(Bukan)Pernikahan Impian
Bab 65 Amnesia


__ADS_3

Anna pergi ke kamar putri kecilnya. Wanita itu langsung menyeret Luna ke luar dari kamar si kecil.


Plak


"Kamu bisa gak sih jaga baby Vio dengan benar Luna. Kenapa kamu diam saja saat putriku menangis. " bentak Anna emosi.


Luna mengertakkan giginya, gadis itu begitu marah saat dirinya di tampar begitu saja. Posisi keduanya saat ini berada di dekat tangga. Dia pun langsung melawan, kemudian mendorong Anna dengan keras hingga jatuh ke tangga.


Sementara Luna sendiri langsung pergi ke kamarnya, membawa tas dan pergi ke luar meninggalkan kediaman Sergio..


Bruk


Anna terjatuh dari atas tangga, kepalanya membentur lantai. Salah satu pelayan yang lewat, terkejut dan berteriak. Nyonya Amira yang berada di taman bersama sang suami segera ke dalam. Mereka bergegas menuju ke tempat pelayan yang berteriak.


"Ada apa Bi? "


"Nyonya Anna, Tuan. Nyonya Anna jatuh dari tangga. "


Keduanya menoleh, terkejut melihat menantunya yang tak sadarkan diri. Mommy langsung mendekati sang menantu.


"Dad cepat telepon ambulan sekarang. " pekik Mommy panik.


"Bibi, tolong jaga baby Violet ya. " ujar Nyonya Amira.


"Iya Nyonya. "


Daddy Daffa langsung mengangkat menantunya. Petugas rumah sakit telah datang, segera menaruh Anna di dalam ambulan. Mereka semua pergi ke rumah sakit dengan keadaan panik.


Tiba di sana


Suster dan dokter segera membawa Anna ke ruangan UGD. Mommy Amira tampak menangis, darah terus ke luar dari kepala Anna. Dia berharap keadaan sang menantu baik baik saja saat ini. Nyonya Amira segera menghubungi mantan besannya untuk menjaga baby Violet.


"Mom, sebaiknya segera hubungi Sergio. " ujar Daddy. Nyonya Amira segera menghubungi sang putra untuk segera datang ke rumah sakit.

__ADS_1


"Halo Mom. " sapa Sergio.


"Nak, datanglah ke rumah sakit istrimu jatuh dari tangga. " ujar mommy tanpa basa basi.


"Aku akan ke sana mom. " balas Sergio.


Tut


Mommy menyimpan ponselnya dalam tas. Wanita paruh baya itu tak henti hentinya berdoa, semoga Anna baik baik saja.


Beberapa jam berlalu dokter ke luar dari ruangan UGD, bertepatan dengan keadaan Sergio yang tampak berlari. Pria itu merasa ketakutan dengan penjelasan yang ingin di sampaikan dokter mengenai Anna.


"Bagaimana keadaan istri saya dokter? " tanya Sergio dengan wajah paniknya.


"Nyonya Anna mengalami pendarahan hebat di kepalanya. Keadaannya tadi juga sempat menurun dan kritis. " ungkap Sergio.


Deg


Tubuh Sergio tentu saja lemas mendengar keadaan mengenai istrinya. Dokter kembali menjelaskan keadaan sang pasien.


Dadanya terasa sesak mendapati sang istri mengalami amnesia saat ini. Tangisan nya luruh, pria itu terisak pelan sambil memukul dadanya. Mommy Amira kini menangis dalam pelukan sang suami.


Mereka menatap kosong kearah brangkar Anna yang di dorong para suster menuju ke ruangan lain. Sergio segera menuju ke ruangan sang istri di ikuti kedua orang tuanya.


Cklek


Sergio memasuki ruangan rawat Anna. Pria itu berjalan cintai menghampiri tubuh istrinya yang terbaring lemah di ranjang pasien. Pria itu tak berhenti menangis, dia meraih tangan Anna dan mengenggamnya dengan erat.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada kamu sayang, kenapa kamu bisa terjatuh dari tangga? " gumam Sergio dengan nada lirihnya. Pria tampan itu tak bisa menahan tangisnya melihat keadaan istrinya saat ini.


Mommy dan Daddy masuk ke dalam ruangan. Mereka menghampiri sang putra, memperhatikan keadaan menantu mereka yang belum sadarkan diri. Mommy Amira tentu merasa ikut menangis melihat putranya kembali rapuh.


"Berjuanglah nak, kita akan sama sama membantu Anna meraih ingatannya lagi. Setidaknya istri kamu masih bisa di selamatkan meski dalam keadaan amnesia. Mommy tahu ini sangat menyakitkan untuk kamu Gio. " ucap mommy dengan bijak.

__ADS_1


Wanita paruh baya itu hanya bisa mengusap kepala sang anak. Daddy mengajak istrinya duduk di sebuah sofa tak jauh dari ranjang Anna. Saat ini Daddy Daffa tengah menyelidiki penyebab menantunya jatuh dari tangga.


Sergio sendiri menciumi telapak tangan sang istri. Dia tak akan pernah rela jika harus kehilangan lagi untuk kedua kalinya. Pria itu terus memperhatikan istrinya yang masih memejamkan mata.


Siangnya Anna baru membuka kedua matanya. Wanita itu mengernyitkan dahi, mencium aroma bau obat obatan di sekelilingnya. Dia langsung menyentuh kepalanya yang di perban.


"Awh. " ringis Anna.


"Sayang kau sudah sadar? " Sergio baru ke luar dari kamar mandi. Dia langsung bergegas menghampiri sang istri. Dia langsung memeluk tubuh sang istri dengan erat. Anna yang amnesia langsung mendorongnya membuat pelukan Sergio terlepas.


"Kamu siapa, kenapa kamu begitu lancang memelukku? " tanya Anna dengan nada datar nya.


"Dengarkan ini aku Sergio Cullen, suami kamu. Kita telah menikah, selain itu kita juga memiliki tiga orang anak si kembar Felix dan Finn serta baby Violet. " ujar Sergio panjang lebar.


Anna kembali menyentuh kepalanya. Sergio meminta istrinya itu kembali istirahat. Wanita itu menurut namun dia menepis halus tangan pria yang mengaku suaminya. Sergio sendiri menghela nafas panjang, dia berusaha sabar menghadapi istrinya.


"Kenapa aku tak mengingat siapa kamu, atau jangan jangan kau mau menipuku ya? " cetus Anna dengan tatapan curiga nya. Sergio berdecak pelan, dia merasa gemas akan kelakuan istrinya yang amnesia ini.


"Coba lihat cincin di jari kamu. " protes Sergio. Pria itu menunjukkan cincinnya, Anna kini memperhatikan jemarinya. Wanita itu terdiam, ternyata dirinya benar benar telah menikah.


"Bener 'kan aku enggak bohong! "


"Mungkin saja ini cincin imitasi. " ceplosnya. Sergio tentu saja geram sekaligus gemas dengan sang istri. Pria itu langsung duduk di sebelahnya, menarik dagu sang istri.


Cup


Anna membulatkan mata kala pria di depannya ini menciumnya. Sergio mengakhiri ciumannya, terkekeh pelan melihat wajah terkejut istrinya. Dia kembali mendekap tubuh sang istri. Anna sendiri hanya diam membiarkan suaminya memeluk dirinya.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan aku? " tanya Anna.


"Kamu jatuh dari tangga, tapi aku tak tahu penyebabnya sayang. " gumam Sergio dengan lembut. Anna kembali terdiam, dia berusaha mengingat semuanya namun kepalanya justru sakit. Sergio menegur istrinya untuk tidak memaksakan diri mengingat semuanya.


Anna menghela nafas berat. Tak lama mommy dan daddy datang, mereka membawakan makanan untuk keduanya. Sergio pun mengenalkan orang tuanya pada sang istri. Diapun memilih menyingkir, membiarkan mommy menyuapi istrinya.

__ADS_1


"Mommy, di mana orang tua aku? " tanya Anna dengan polos. Mommy Amira terdiam, dia melirik kearah suami dan putranya secara bergantian.


"Mereka telah meninggal nak. " jawab mommy dengan jujur. Anna terdiam, kedua matanya tampak berkaca kaca. Mommy berusaha menenangkannya setelah itu kembali menyuapinya hingga makanan habis.


__ADS_2