(Bukan)Pernikahan Impian

(Bukan)Pernikahan Impian
Bab 93 Season 2 chap 26 Pertunangan Irene & Jerome


__ADS_3

Pagi ini Ashley dan suaminya datang menghadiri pesta pertunangan Irene dengan Jerome. Wanita hamil itu kini memakai heel rendah. Mereka dalam perjalanan menuju ke pantai, di mana pesta di adakan secara outdoor.



Turun dari mobil, pasangan suami istri itu bergegas memasuki area dan duduk di salah satu kursi yang di sediakan. Hanya tamu keluarga, sepupu dan sahabat yang banyak hadir di acara Irene dan Jerome.


Tuan Revan, selaku orang tua Jerome membuka acara. Setelah memberikan sepatah kata penyambutan bergantian dengan calon besannya.


Kini Irene dan Jerome telah bertukar cincin. Suara tepuk tangan memeriahkan acara pertunangan keduanya. Jerome memperhatikan raut wajah tunangannya.


"Bukankah kita sudah sepakat, kau harus tersenyum baby girl. " bisik Jerome pelan.


Irene menghela nafas panjang, dia langsung menunjukkan senyumnya di depan umum. Mereka membiarkan para tamu menikmati hidangan yang di sediakan. Pasangan kekasih itu menghampiri keluarga mereka.


Ashley memberikan selamat untuk Irene dan Jerome. Irene memeluk Ashley sekilas lalu mengusap perut sahabatnya itu. Keduanya mengobrol sambil duduk di kursi.


"Rene, sepertinya ada yang kamu pikirkan? " tanya Ashley.


"Eh enggak ada kok Ash. " elak Irene sambil tersenyum.


"Sudah lama ya kita tak berbincang seperti ini. " cetus Irene yang di angguki Ashley. Kini kedua wanita itu asyik bergosip ria. Keduanya lantas bangkit, memilih menyusuri pantai berdua.


Ashley juga sedikit memberikan nasehat untuk Irene. Wanita itu mengatakan jika Irene juga berhak bahagia. Tentu saja di tanggapi dengan senyuman oleh Irene.


Kini mereka duduk di kursi panjang, menikmati udara yang menerpa kulit mulus mereka berdua. Keduanya saling berbagi keluh kesah satu sama lainnya.


"Jangan lupa kalau kamu menikah dengan Jero, kamu undang aku dan Felix ya. " goda Ashley.


"Iya Ash! " jawab Irene singkat.


"Tapi aku masih ragu, masa laluku begitu kelam. " ungkap Irene yang mengatakan mengenai masa lalunya. Ashley tentu saja terkejut, matanya tampak berkaca kaca mendengar pengakuan Irene barusan.


"Ya Tuhan Rene, harusnya kamu bilang sama aku. " ucap Ashley dengan tatapan sendunya.Wanita hamil itu lantas memeluk sang sahabat.

__ADS_1


"Aku baik baik saja Ash, hanya perlu menata hidupku dengan hati hati. " ungkapnya sambil tersenyum. Mereka berdua memilih kembali ke tempat acara. Ashley menerima suapan kue dari sang suami.


Sementara mami Ivy memberikan selamat untuk putri dan calon menantunya itu. Irene tak banyak bicara seperti dulu, wanita itu lebih banyak diam.


"Sayang, mommy tak sabar menanti kamu memakai gaun pengantin nanti. " ungkap Mami Ivy.


"Tapi soal pernikahan itu masih terlalu jauh mami. Aku belum siap untuk kejenjang pernikahan. " ungkap Irene. Semua mata memandang kearahnya terutama Jerome dan orang tuanya.


Namun Irene tak menjelaskan apapun pada keluarga dan keluarga Jerome. Mami Ivy menghela nafas panjang, hatinya kembali terluka melihat putrinya yang enggan membuka lembaran baru.


"Maaf Tante, saya juga tak akan memaksa Irene menikah dengan saya. " sahut Jerome sambil tersenyum tipis.


"Terimakasih ya nak atas pengertiannya. " sahut nyonya Ivy. Jerome mengangguk kecilnya, fokusnya kini tertuju pada Irene.


Irene memilih memakan kue kemudian meneguk vodka dengan pandangan lurus ke depan. Dia menunduk, menatap cincin yang tersemat di jarinya.


"Apa aku sanggup menjalani hidup baru bersama Jerome. Sementara aku trauma dekat dengan pria. " gumamnya dengan nada pelan nya.


Pesta usai pada sore harinya. Orang tua mereka telah pulang, kini dua pasangan itu mampir dulu ke sebuah restauran mewah.



Irene memesan strawberry waffle dan Strawberry Latte. Dia memang menyukai buah Strawberry. Wanita itu juga memesan untuk sang sahabat namun tak ada strawberry nya. Ashley hanya bisa menghela nafas pasrah, wanita hamil itu menginginkan latte yang di pesan Irene.


"Sayang ingat kamu enggak boleh minum kopi. " ujar Felix mengingatkan sang istri.


"Iya sayang aku tahu. " Ashley menyeruput teh hangatnya dengan pelan pelan. Irene terkekeh-kekeh pelan melihat wajah lesu Ashley.


Mereka makan siang bersama lebih dulu setelah itu baru mengobrol. Kedua wanita itu asyik mengobrol satu sama lain hingga mengabaikan pasangan masing masing.


Jerome menggenggam tangan tunangannya. Irene terkejut, refleks menarik tangannya. Ashley yang melihatnya menghela nafas panjang lagi.


"Rene, semua pria itu tak sama seperti apa yang kamu pikirkan. " ujar Ashley.

__ADS_1


"Cobalah berdamai dengan dirimu dan masa lalu. Justru kau akan tersiksa sendiri jika terus menerus terbelenggu masa lalu. " tegur Ashley dengan bijak.


Irene mengatupkan bibirnya. Dia mencerna nasehat yang di berikan Ashley padanya. Ashley kembali diam, dia memberikan ruang untuk Irene berpikir. Dia sangat paham bagaimana perasaan Irene saat ini yang masih dalam keraguan.


Para pria sendiri memilih diam, keduanya tak ingin menyela obrolan para istri mereka.


"Kau tahu Ash, setiap malam aku memimpikan kejadian buruk itu. " ungkap Irene dengan mata berkaca kaca.


"Aku benar benar belum siap menjalani hubungan dengan pria terutama dengan Jerome. " gumamnya lagi. Terdengar suara helaan nafas berat ke luar dari bibir Irene.


"Maaf jika ini terdengar kejam, suaranya selalu terbayang bayang dalam pikiran. *****, kata kata itu yang terngiang dalam kepalaku. " keluh Irene.


Wanita cantik itu mengungkapkan isi hatinya di depan Jerome dan lainnya. Selesai bicara Irene kembali terdiam sejenak dan meminum strawberry latte nya.Ashley sendiri tak kuasa menahan tangis melihat sang sahabat begitu menderita.


Jerome langsung memanggil pelayan dan menyerahkan selembar uang. Mereka ke luar dari sana, masuk ke mobil masing masing. Sepanjang perjalanan tak ada obrolan apapun di antara Irene dan Jerome.


Irene memejamkan mata, dia merasa lelah jiwa dan raga nya. Tanpa dia sadari dia jatuh terlelap. Beberapa menit berlalu Jerome menghentikan mobilnya tepat di halaman kediaman Wayne.


Pria tampan itu menoleh, memperhatikan tunangannya yang terlelap. Jerome lekas melepaskan sabuk pengamannya. Dia meraih tubuh Irene ke dalam dekapannya.


"Kau pasti sangat tersiksa hingga menutup hatimu begitu rapat. " gumam Jerome sambil mencium kening Irene. Pria itu membawa ke luar wanitanya dengan pelan pelan. Jerome langsung masuk ke dalam mansion milik keluarga calon mertuanya.


Setelah mendapatkan izin Jerome membawa Irene menuju ke kamar wanita itu. Dia membaringkan Irene di atas ranjang wanita itu.Jerome menggenggam tangan tunangannya, menciumnya berulang kali dengan lembut.


"Aku janji akan membantumu melupakan masa lalu kamu Rene. " gumam Jerome dengan sungguh sungguh.


"Setelah ini hanya ada kebahagiaan di antara kita. Aku pastikan kamu akan selalu bahagia bersamaku! " pungkasnya.


Cup


Dia kembali mencium kening Irene kemudian lekas bangkit dan ke luar dari kamar tunangannya. Setelah kepergian Jerome, Irene membuka matanya tanpa mengatakan apapun.


"Aku tak pantas untuk kamu Jero! " gumam Irene.

__ADS_1


__ADS_2