
Hari berikutnya
Starla meminta bertemu dengan Ashley pagi ini. Saat ini keduanya berada di sebuah taman. Wanita hamil itu begitu penasaran dengan Starla yang mengajak bertemu dirinya.
"Apa kamu tahu kalau Ezra mencintai kamu Ashley? " tanya Starla tanpa basa basi.
Ashley tentu saja terkejut mendengar pengakuan Starla barusan. Wanita itu tentu saja menggeleng sebagai jawaban.
"Sampai saat ini Ezra masih cinta sama kamu, aku yang mencintainya tak bisa membuatnya berpaling darimu. " ungkap Starla dengan tatapan kecewanya.
"Ini semua karena kamu Ash, kalau saja kamu tak hadir. Ezra pasti akan menolak ku begitu saja." pekik Starla meluapkan kekesalannya.
"Kau menyalahkan aku atas apa yang aku perbuat Star, aku enggak nyangka kalau kamu sepicik itu. " ungkap Ashley dengan naxa terkejutnya.
Starla terus menyudutkan Ashley dan menyalahkannya. Ashley lekas bangkit, rasanya percuma berbicara dengan wanita yang keras kepalada. egois.
"Enyahlah Ashley, pergilah dan aku harap kamu tak hadir lagi dalam kehidupan Ezra. " tunjuk Starla dengan tatapan datarnya.
Plak
plak
Ashley menampar dua kali Starla, wanita hamil itu berusaha menyadarkan Starla. Starla tentu saja syok atas aksi Ashley barusan. Merasa hanya membuang buang waktu, Ashley langsung pergi dari taman begitu saja.
Ashley menangis di dalam mobil. Sopir yang menjemputnya merasa heran dan panik melihat sang majikan tampak menangis. Sopir berusaha menenangkan sang nyonya kemudian kembali fokus menyetir.
Skip
Sore harinya Ashley baru pulang. Wanita itu turun dari mobil setelah sang sopir memarkirkan mobilnya. Wanita hamil itu lantas masuk ke dalam mansion sang suami.
Awh Ashley menyentuh perutnya, kebetulan Felix baru ke luar dari dapur. Pria itu lantas berlari kearah istri tercintanya. Dia membantu Ashley duduk di sofa kemudian mencoba memenangkannya. Ashley menghela nafas panjang, berusaha tenang.
"Sayang ada apa, apa perut kamu kram? " tanya Felix yang di angguki Ashley. Wanita hamil itu membenamkan kepalanya di tubuh sang suami. Felix sendiri tampak panik, dia mengusap punggung wanitanya.
Pria tampan itu langsung menggendong istrinya, membawanya menuju ke kamar mereka. Di dalam kamar mereka berbaring di atas ranjang.
__ADS_1
Felix memeluk sang istri dari belakang sambil mengusap perut Ashley. Ashley berbalik, dia berbalik dan mengungkapkan apa yang terjadi padanya.
"Aku akan memberi pelajaran pada wanita itu nantinya. " geram Felix. Fokusnya kembali tertuju pada sang istri tercintanya. Dia begitu khawatir dengan keadaan istri dan calon anak mereka. Calon hot daddy itu mencium kening sang istri dengan penuh kelembutan.
Tak lama Ashley menutup matanya dan tertidur. Felix memperhatikan. sang istri yang telah tertidur, saat ini dia bisa tenang. Lagi lagi dia mendaratkan kecupan di kening wanitanya.
Dia lantas bangun, ke luar dari kamar. Felix meminta asistennya untuk mencari tahu keberadaan Ezra dan Starla saat ini. Tak lama dia telah mendapatkan informasi mengenai Ezra dan Starla.
"Cepat suruh klien menarik sahamnya dari keluarga Moores. Salah satu putrinya telah membuat istriku menangis. " titah Felix tak main main.
Tut
Felix menyimpan ponselnya dalam saku. Tangannya mencengkram besi di depannya ini. Dia tak akan membiarkan siapapun menyakiti sang istri sedikitpun.
"Seharusnya aku tak membiarkan Ashley ke luar tadi. " gumam Felix dengan nada penyesalan. Terdengar suara helaan nafas panjang, dia mengusap wajahnya kasar.
Pria itu langsung turun ke bawah, bertepatan dengan ponselnya yang kembali berdering. Felix langsung mengeluarkan benda canggih itu.
"Iya Dad? "
"Perusahaan Moores kini menjadi trending topik akibat para klien yang menarik sahamnya. Apa kau sudah tahu hal ini son? " tanya Daddy Sergio pada putra sulungnya.
"Apa? " Daddy Sergio tentu saja terkejut dengan pengakuan sang anak.
"Salah satu putri mereka telah membuat istriku menangis. Aku tak akan membiarkan siapapun yang menyakiti Ashley hidup dengan tenang. " ungkap Felix dengan nada datarnya.
"Baiklah Daddy mengerti nak, sekarang tenangkan diri kamu. Daddy tutup dulu. " ujar Daddy Sergio.
Tut
Felix menyimpan kembali ponselnya dalam saku celana. Dia memilih duduk di ruang tamu. Pria itu mengusap wajahnya kasar, dia tak menyangka jika mantan rivalnya bukan pria sembarangan.
Di sisi lain
Plak
Starla mendapat tamparan dari sang papi tercinta. Gadis itu tentu saja sangat syok dengan apa yang di lakukan papinya.
__ADS_1
"Ini ulah kamu 'kan makanya CEO dari perusahaan Cullen grup mengamuk hingga perasaan kita yang kena imbasnya Star! " pekik Tuan Bima dengan tatapan tajam nya.
"Tapi Papi aku tak melakukan apapun! "
"Tuan Felix dan Nyonya Ashley, apa kau mengenal mereka Starla? " ujar Papi. Starla membulatkan mata mendengar nama Ashley di sebut. Ternyata dia melawan orang yang salah.
"Katakan apa yang terjadi hingga kamu membuat kesalahan fatal ini Starla. " bentak papi dengan keras.
Starla mau tak mau mengakui Kesalahannya. Gadis itu kembali mendapatkan tamparan dan makian. Hanya terdengar suara isakan tangis, dia meminta maaf pada sang papi. Papi Bima pergi begitu saja dengan membawa kemarahan.
Hiks
hiks
Starla mendekati sang mami, meminta maaf atas kebodohannya. Mami justru kembali menyalahkan nya, menganggap Starla sebagai pembawa sial.
Visual Starla
"Mami maafin Starla hiks. " sesal Starla sambil menangis meraung raung. Dia begitu menyesali perbuatan nya yang telah berani menantang keluarga Cullen. Dering ponselnya menyita perhatian Starla, gadis itu lantas mengeluarkan benda itu dari dalam tasnya.
"Ezra. " gumamnya. Starla memilih mematikan, dia sangat takut jika Ezra akan marah dan semakin membenci dirinya nanti. Tubuh gadis itu luruh ke atas lantai, hanya terdengar suara tangisan yang terdengar dari bibir Starla.
Mami lantas membantu putrinya bangun, kemudian membisikkan sesuatu. Starla segera menghapus air matanya dengan cepat.
"Hanya satu cara yaitu menyingkirkan nya Starla, dengan begitu kamu bisa menbujuk Ezra agar menerima kamu dengan perlahan. " ujar Mami dengan seringai miringnya.
Starla memikirkan ide yang di berikan sang mami padanya. Tak lama gadis itu mengangguk, dia langsung memeluk mami nya dengan erat. Seringai terbit di bibirnya, sepertinya untuk saat ini dia perlu bersikap tenang dan tak gegabah.
Tak lama Starla melepaskan Pelukannya. Dia berteriak memanggil pelayan untuk di buatkan minuman. Entah apa yang tengah keduanya rencanakan untuk membalas Ashley dan Felix.
"Mi, kita harus memiliki rencana lain sebagai cadangan jika rencana pertama kita gagal. " ujar Starla.
"Kau benar sayang. " sahut Mami dengan seringai miringnya. Keduanya tengah menyiapkan rencana besar yang akan menjadi bon waktu nantinya. Keduanya tak peduli dengan reputasi mereka yang tengah hancur saat ini.
"Well sepertinya permainan akan segera di mulai. " batin Starla. Dia perlu menyingkirkan benalu agar bisa memuluskan rencananya.
__ADS_1
"Sepertinya aku perlu partner tapi siapa ya?