
Sore harinya Venia ke luar dari kamar. Dia mencari cari sosok suami tercintanya. Setelah beberapa menit berkeliling, wanita itu akhirnya menemukan sang suami tengah melamun di teras.
"Mas, aku panggil kamu sejak tadi lho. " ucap Venia duduk di sebelah sang suami.
"Iya sayang maaf aku tidak mendengarnya. " balas Sergio merasa bersalah pada sang istri.
"Kenapa sih kok melamun? "
"Sebenarnya tadi ada salah satu klien aku yang menghubungi. kemudian mengundang aku ke pestanya sayang. Pestanya di adakan di hotel pukul tujuh malam nanti. " Sergio juga membeberkan alasan nya yang tak ingin meninggalkan istrinya sendirian.
Venia terdiam, dia memperhatikan wajah suaminya yang terlihat gelisah. Wanita itu paham akan kekhawatiran yang di rasakan suaminya. Dia menghela nafas panjang, menggenggam tangan sang suami.
"Nanti malam pergilah mas, aku tahu klien ini sangat penting untuk kamu 'kan? " tanya Venia yang di angguki suaminya. Sergio langsung memeluk sang istri, dia beruntung memiliki istri yang pengertian.
Pria tampan itu meregangkan pelukannya. Keduanya mengobrol membicarakan rencana mereka kedepannya. Sergio kembali memastikan sang istri, Venia mengatakan dirinya baik baik saja.
Tepat pukul tujuh malam Sergio telah siap dengan pakaian formalnya. Pria itu telah selesai bersiap, dia langsung ke luar dari kamar dan menghampiri istrinya di ruang tamu. Venia lekas bangkit, menghampiri sang suami.
"Jangan ngebut ya mas. " tegur Venia sambil tersenyum.
"Iya sayang, aku berangkat dulu ya. " pamit Sergio. Pria itu mencium istrinya sebentar lalu ke luar dari Villa. Setelah kepergian sang suami, Venia kembali duduk di sofa sambil menonton televisi.
Venia POV
Entah kenapa sejak tadi sore feeling ku tak enak. Tapi aku tak mungkin mencegah mas Gio pergi, aku enggak ingin mengekang ruang geraknya. Semoga mas Gio selamat sampai tujuannya ke hotel hingga pulang nanti. Aku benar benar khawatir jika sesuatu terjadi pada sang suamiku itu.
Venia POV end
Venia langsung bangkit, lebih dulu mematikan televisi lalu beranjak dari ruang tamu. Wanita itu segera masuk ke dalam kamarnya. Dia segera naik ke atas ranjang, berbaring di sana dengan nyaman.
Namun perasaan gelisah itu kembali dia rasakan. Venia berusaha mengontrol dirinya agar terus tak memikirkan sesuatu yang belum pasti. Merasa belum mengantuk Venia langsung menyambar buku dan mulai membacanya.
__ADS_1
Lambat laun Venia merasa menguap. Dia langsung menaruh bukunya kemudian membaringkan tubuhnya sambil menarik selimutnya.
Hari berikutnya
Di Hotel
Sergio terbangun kala mentari pagi menyinarkan cahayanya membuatnya terusik. Pria itu langsung membuka kedua matanya, mengerutkan kening, melihat sekitarnya terasa berbeda. Terdengar suara isakan tangis membuat Sergio menoleh dan membulatkan mata.
"Sialan siapa kamu? " bentak Sergio dengan nada emosinya. Pria itu begitu syok saat dirinya berada di kamar hotel bersama seorang wanita. Wanita yang di tanya hanya menangis tanpa mengatakan apapun.
Sergio memperhatikan wanita yang duduk di sebelahnya tampak masih muda seumuran dengan Winna. Dia berusaha mengingat kegiatan kejadian semalam namun kepalanya justru sakit.
Pria itu segera turun dan memakai celananya kembali. Dia mengusap wajahnya kasar menatap sekitarnya sambil mengumpat.
"Katakan siapa nama kamu nona? " tanya Sergio dengan nada datarnya.
"Joana Larkin. "
Anna langsung segera turun dari ranjang. Lalu memunguti pakaiannya sambil mengeratkan selimut pada tubuhnya. Wanita itu segera masuk ke dalam kamar mandi, tak lama Anna langsung ke luar dengan pakaian rapinya.
Pria itu ke luar dari hotel, keduanya masuk ke dalam mobil. Sergio melajukan roda empat nya dengan kencang. Dia membawa Anna menuju ke salah satu butik. Tiba di sana keduanya langsung turun dan masuk ke dalam.
"Tuan tolong jalannya pelan pelan. " gumam Anna dengan takut. Sergio menoleh memperhatikan gerak jalan Anna yang tampak kesusahan.
"Hm. " Sergio segera meminta pelayan untuk memberikan pakaian untuk Anna. Anna di minta untuk mengikuti pelayan.
Sergio juga telah mengganti pakaiannya. Setelah bayar dia langsung mengajak Anna pergi dari sana menuju ke sebuah restauran.
"Jelaskan apa yang terjadi dengan semalam? " tanya Sergio dengan tatapan tajam nya. Anna meneguk salivanya kasar, mulai mengatakan apa yang terjadi semalam.
__ADS_1
Lagi lagi terdengar suara umpatan dari bibir Sergio. Anna sendiri memohon untuk di lepaskan, gadis itu harus segera pergi dari negara ini. Sergio menghela nafas berat, memanggil pelayan dan memesan makanan.
Anna tak lagi berani membuka suaranya. Tak lama pelayan datang membawakan pesanan. Keduanya langsung sarapan berdua dalam keadaan hening. Selesai sarapan Sergio langsung menarik Anna ke luar dan membawanya pergi.
Skip
Sergio langsung pulang menemui istri tercintanya. Dia terus menyalahkan kebodohannya yang ceroboh hingga terjebak semalam dengan Anna. Melihat kepulangan sang suami membuat Venia merasakan lega yang luar biasa. Kedua insan suami istri itu saling berpelukan.
Melihat kehadiran sosok Anna membuat pelukan Venia terlepas. Wanita itu mengerutkan kening, merasa curiga dengan kepulangan suaminya. Tiba tiba jantungnya berdebar sangat kencang, Venia menyentuh dadanya.
"Mas Gio, dia siapa? " tanya Venia penasaran.
"Kita masuk dulu sayang, nanti aku jelaskan. " ujar Sergio. Venus mengangguk, dia langsung mengajak Anna ke dalam. Ketiganya langsung pergi ke ruangan tengah.
Anna meremas dress yang dia pakai. Akibat kecerobohan dirinya, dia menghancurkan rumah tangga orang. Gadis itu tampak menunduk, merasa malu dengan pasangan suami istri di depannya ini.
"Kenapa diam saja mas? " cecar Venia.
Jangan bilang feeling aku benar jika kamu melakukan sesuatu pada wanita di depanku ini mas? " ujar Venia to the poin.
Sergio tak bisa menjawab pertanyaan dari istrinya. Dia tak sanggup melihat perasaan sang istri hancur berkeping keping. Venia sendiri terus mendesak suaminya agar mau berbicara.
"Iya! "
Deg
Satu kata yang kini mampu mengguncang jiwa Venia. Mampu membuat hatinya hancur berkeping keping. Dia merasa Dejavu saat beberapa waktu lalu berniat menjebak suaminya untuk tidur dengan Winna. Hatinya mencelos sakit mendapati suaminya tidur dengan perempuan lain.
"Jelaskan sejelas jelasnya, sebenarnya apa yang terjadi mas? " tanya Venia. Fokusnya beralih pada wanita di sebelahnya saat ini. Dia langsung menanyakan nama perempuan yang bersama suaminya semalam.
"Anna katakan saja sekujur jujur nya padaku? "
__ADS_1
Anna langsung menjelaskan semuanya yang terjadi tanpa ada yang di tutupi. Venia menghela nafas kasar, tangannya terkepal kuat mendapati kenyataan pahit mengenai sang suami.
Dia merasa menjadi istri yang tak berguna untuk sang suami. Sergio langsung mendekati istrinya, memohon maaf pada wanitanya atas kebodohan dan kecerobohan dirinya. Anna sendiri hanya diam, tak bisa berkata kata lagi.