
Pagi ini Alicia dan Steven telah selesai bersiap. Rencananya mereka akan pergi honeymoon ke negara H. Gadis itu membiarkan suaminya menyeret koper hingga ke depan lalu menaruhnya ke dalam bagasi mobil.
Sebelum berangkat mereka berpamitan pada keluarga besar mereka terkecuali orang tua Alicia dan Ashley.
"Have fun di sana, jangan lupa berikan ponakan lucu untukku. " ujar Ashley menggoda adik dan iparnya. Suara tawa mewarnai obrolan keduanya.
"Kak Ashley ish malu tahu. " protes Alicia. Ashley terkekeh pelan melihat rona merah di pipi adiknya. Dia melambaikan tangan menatap kepergian pengantin baru itu.
Setelah kepergian adiknya, Ashley dan sang suami pamit pulang. Keduanya segera masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan kediaman Steven.
"Jalan jalan dulu hubby. " rengek Ashley dengan manja.
"Iya sayang, manja banget sih istri aku. " Felix mencubit hidung istrinya dengan gemas. Pria itu kembali fokus menyetir mobilnya.
Ashley mengeluarkan ponselnya yang berdering. Wanita hamil itu lantas mengangkatnya langsung.
"Iya Mi, ada apa? " tanya Ashley.
"Di mana pria asing itu membawa adik kamu Ash? " tanya Mami tanpa basa basi.
"Mereka honeymoon. " jawab Ashley singkat. Dia berbicara dengan sang mami sebentar lalu mengakhirinya. Dia menyimpan ponselnya ke dalam tas. Kini keduanya telah berada di taman, Felix dengan sigap menyuapi sang istri dengan es krim yang mereka beli.
"Aku bukan anak kecil mas. " protes Ashley pada suaminya.
"Aku cuma ingin memanjakan kamu baby. " sahut Felix sambil mengulum senyumnya. Ashley menggeleng, dia menerima suapan dari sang suami. Setelah menghabiskan es krimnya, Ashley menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.
Keduanya lekas bangkit, tanpa sengaja mereka bertemu dengan Starla dan Ezra. Starla yang terlanjur membenci sosok Ashley, langsung saja mendorongnya.
Bruk
"Aakh. " Felix segera menahan tubuh sang istri dengan cepat. Ashley memeluk suaminya dengan raut terkejut.
"Starla. " pekik Ezra dengan nada tingginya.
Felix memastikan keadaan sang istri. Ashley mengatakan dirinya begitu terkejut, fokus keduanya kini tertuju pada Starla dan Ezra. Ashley tentu saja marah akan perbuatan Starla barusan. Wanita hamil itu langsung mendekat.
Plak
Plak
"Ini balasan untuk kamu, kau tahu aku sedang hamil dan berani beraninya kamu mendorongku. " maki Ashley dengan emosi.
__ADS_1
Tatapannya tertuju kearah Ezra, wanita hamil itu juga begitu marah dengan teman lamanya.
"Karena perasaanmu padaku, aku dan calon anak dalam perutku jadi target kebencian Starla. Tolong Ezra hapus perasaan itu dari hatimu, sampai kapanpun aku tak akan bisa membalasnya. " ujar Ashley dengan tegas.
"Kenapa Ash, aku lebih dulu menyukai kamu. Kenapa kamu memilih Felix dari pada aku, aku juga tak kalah kayanya seperti Felix. " kekeh Ezra dengan tatapan dalamnya.
"Aku hanya mencintai suamiku. " ujar Ashley penuh penekanan.
"Dan kamu Starla, sekali lagi kamu memancing kemarahanku, aku pasti kan keluargamu hancur. " ujar Ashley dengan sungguh sungguh.
Felix langsung membawa pergi istrinya dari sana. Ezra menyalahkan semuanya pada Starla. Gadis itu menangis sambil memaki Ezra.
"Aku cinta kamu, tapi kenapa kamu mencintai istri orang Zra, kurang apa aku hingga kamu tak melirikku sedikitpun. " pekik Starla dengan emosi.
Starla langsung pergi dari sana membawa kemarahan dalam dirinya. Banyak orang yang membicarakan mereka semua. Ezra mengusap wajahnya kasar, dia memilih duduk di bangku taman. Saat ini perasaannya tengah campur aduk.
Skip
Di Mansion
Ashley pergi ke kamarnya tanpa mengatakan apapun pada sang suami. Dia terlampau kesal dengan sikap Starla yang begitu keterlaluan. Gadis itu hampir saja membahayakan dirinya serta janin dalam perutnya.
Cklek
"Maafin mommy sayang, mommy tadi berkata kasar. " gumam Ashley menyesal.
"Rasanya aku menyesal bertemu dan mengenal Ezra. " sesal Ashley. Terdengar suara helaan nafas panjang ke luar dari bibirnya. Dia memilih pergi ke kamar mandi, berendam adalah solusi saat ini untuknya.
Selesai mandi dan berpakaian, Ashley memilih membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Beberapa menit berlalu Felix masuk ke dalam kamar, dia mendapati istrinya tertidur.
Pria tampan itu mendekati sang istri, mencium kening Ashley lalu menyentuh perut wanitanya. Dia begitu kaget dan khawatir dengan keadaan istrinya tadi.
"Syukurlah kamu baik baik saja sayang. Aku takut kamu dan calon anak kita kenapa kenapa. " gumam Felix. Dia kembali mencium istrinya sebentar setelah itu bangkit dan melesat ke kamar mandi.
Tepat pukul enam sore mereka berkumpul di ruang tengah. Keduanya asyik menonton televisi sambil memakan camilan. Ashley meyakinkan suaminya jika cintanya hanya untuk Felix. Felix tentu saja percaya dengan apa yang di katakan sang istri.
Dering ponselnya menyita perhatiannya. Ashley langsung mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja. Wanita itu membuka pesan masuk dari Irene.
"Irene mengundang kita ke pesta ulang tahunnya By! "
"Memangnya kapan? " tanya Felix.
__ADS_1
"Besok siang, pestanya di adakan outdoor di dekat pantai gitu. " jelas Ashley yang di angguki Felix.
"Ya kita akan datang ke sana. " ujar Felix dengan santai. Ashley segera membalas pesan Irene kemudian menaruh kembali ponselnya. Dia kembali menyandarkan tubuhnya di sofa dan fokus ke layar televisi.
Felix menciumi istrinya dengan gemas. Ashley jengkel dengan kelakuan sang suami yang suka mencium dirinya.
"Hubby, aku mau nonton dulu. " rengek Ashley yang di tanggapi tawa oleh suaminya. Felix pun melepaskan istrinya dan mereka kembali menonton televisi.
Malamnya keduanya lebih dulu makan malam di meja makan. Pasutri ini kian mesra dan tak canggung berciuman di tempat umum.
Felix langsung menggendong sang istri, membawanya menuju ke kamar. Ashley memekik kaget, mengalungkan tangannya ke leher suaminya.
"Makanan kita belum habis lho! " ucap Ashley.
"Aku lebih suka memakan kamu baby! "
Ashley menelan salivanya, dia sangat paham dengan maksud sang suami. Felix menendang pintu kamarnya kemudian masuk ke dalam dan menurunkan sang istri. Pria tampan itu lebih dulu mengunci pintu kamar mereka.
Felix mulai melepaskan pakaian mereka satu persatu. Pria itu menggiring istrinya hingga ke ranjang dan menjadi malam yang panjang untuk mereka.
Suara des4h4n dan er4ng4n memenuhi penjuru ruangan kamar. Gairah Felix semakin liar setelah mendengar suara merdu sang istri yang membangkitkan percikan api yang kian menggelora.
Felix menghujam istrinya dengan lembut, dia tak ingin membahayakan calon anak mereka. Ashley memeluk tubuh suaminya, menikmati sentuhan prianya yang membuatnya candu.
Satu jam berlalu Felix mengakhiri percintaan panas mereka. Pria tampan itu berguling ke samping, segera menarik selimut menutup tubuh mereka berdua. Dia juga mengusap peluh di dahi dan leher istrinya.
"Apa calon anak kita baik baik saja sayang? " tanya Felix memastikan.
"Baik baik saja hubby. " ungkap Ashley sambil tersenyum. Felix mencium lembut keningnya kemudian turun ke bibir sang istri tercinta.
"I love you baby! "
"Me too hubby. " balasnya seusai cuma mereka terlepas. Ashley membenamkan kepalanya di ceruk leher sang suami.
Keduanya melakukan pillow talk sebentar. Tangan mereka saling bertautan satu sama lain. Berulang kali Felix menciumi telapak tangan sang istri dengan penuh kasih sayang. Ashley mengulas senyumnya, dia sangat bahagia bisa di cintai suaminya dengan tulus.
"Beruntungnya aku bertemu dengan kamu sayang, terimakasih atas semua kebahagiaan ini. " ujar Ashley.
"Justru aku yang harusnya berterimakasih pada kamu. Kita bersama untuk saling melengkapi satu sama lain baby! "
"Rencana mau punya anak berapa By? " tanya Ashley.
__ADS_1
"Terserah kamu sayang. Yuk kita tidur, sudah malam ini. " serunya yang di angguki Ashley.