(Bukan)Pernikahan Impian

(Bukan)Pernikahan Impian
Bab 86 Season 2 Chap 19


__ADS_3

Dua hari kemudian Bunda Anna telah di perbolehkan pulang. Ashley tentu saja sangat senang melihat sang bunda yang tampak sehat sekarang.


Setelah menjenguk sang Bunda, Ashley dan suaminya memilih pulang.Saat ini keduanya berada si dalam kamar, tengah bercint4 dengan durasi tak terlalu lama.


Felix menciumi wajah istri tercintanya, Ashley memeluk sang suami dan menyandarkan tubuhnya di sofa.


"Padahal aku tak tahu tentang perasaan Ezra padaku, memangnya salahku jika Ezra menolak Starla? " tanya Ashley dengan nada lirihnya.


"Sst tenanglah, ini bukan salah


kamu baby. " gumam Felix menciumi kening wanitanya. Ashley membenamkan wajahnya di dada sang suami. Felix sendiri menghembuskan nafas panjang, sai hanya mampu membuat sang istri tenang dan tak berpikiran macam macam.



Felix membawa wanitanya ke dalam dekapan. Ashley tampak meringkuk dalam pelukan suami tercintanya. Pria tampan itu berulang kali mencium pucuk kepala sang istri dengan penuh kasih sayang.


"Semua orang menyayangi kamu sayang, please jangan pikirkan apapun yang membuat kamu stress. Kau harus ingat jika calon anak kita ada di dalam perut kamu. " bisik Felix dengan lembut.


"Terimakasih telah mengingatkan aku hubby. " gumam Ashley sambil mengusap perut ratanya. Wanita hamil itu tentu saja tak akan membiarkan siapapun menyakiti dirinya serta janin dalam perutnya.


Felix menyibak selimutnya, membawa istrinya menuju ke kamar mandi.



Ashley merilekskan tubuhnya di daam jakuzzi. Felix telah memberikan aroma terapy yang di campur dengan air. Pria tampan itu asyik memijit pundak sang istri dari belakang. "Gimana sayang, apa kamu masih merasakan pegal pada tubuh kamu? "


"Sudah lumayan ringan hubby, ya seperti yang kamu bilang,kan. aku harus tetap rileks dan fokus pada calon janin dalam perutku! " gumam Ashley sambil tersenyum manis


Setengah jam kemudian Ashley ke luar dari jakuzzi dan segera mengenakan jubah mandinya. Dia membiarkan sang suami mandi terlebih dahulu. Wanita hamil itu langsung mengenakan pakaian santainya.


Felix segera memakai celana panjang dan kaosnya. Dia langsung menghampiri sang istri lalu mengajaknya turun ke bawah. Ternyata orang tua Ashley datang berkunjung. Ashley langsung memeluk kehadiran mami dan papinya.


"Sayang ini mami bawakan jus apel dan puding untuk kamu semoga suka ya. " ujar mami Serena.


"Terimakasih mami. " jawab Ashley sambil tersenyum. Wanita hamil itu lekas meminum jusnya dengan santai.


Felix sendiri mengobrol dengan papi mertuanya. Ashley menanyakan keberadaan Alicia pada sang mami.


"Adik kamu lagi di rumah, belajar bareng sama temannya yang bernama Jarrel. " ucap Mami. Ashley hanya mengangguk setelah sang mami memberitahunya.

__ADS_1


Sementara di mansion



Visual Alicia, adik dari Ashley.


Gadis itu tampak terdiam mendengar penjelasan dari Jarrel. Dia diam diam begitu mengagumi sosok ketua tim basket di sekolahnya itu.


"Ehem, kau dengar tidak apa yang aku jelaskan mengenai soal nomor tujuh Cia? " tanya Jarrel dengan wajah datarnya.


"Eh iya kak, aku paham. " Alicia langsung mengerjakan soal nomor tujuh yang membuatnya kesulitan. Jarrel menghembuskan nafas panjang, dia mengeluarkan sebatang rokok.


Alicia menoleh, terkejut melihat aksi Jarrel. Gadis itu langsung merebut rokok yang hendak di hisap Jarrel.


"Di sini tak ada yang merokok kak, bila papi tahu papi akan marah sama aku. " tegur Alicia.


"Kau terlalu naif Alicia, kau gadis membosankan. Di luar sana banyak gadis seumuran kamu bisa pergi ke manapun termasuk clubbing dan making love. " ketus Jarrel.


"Aku tak peduli pendapat kamu tentang diri aku, sebaiknya pulang dan terimakasih atas bantuannya. " ujar Alicia dengan nada ketusnya.


Gadis itu kembali melanjutkan menyelesaikan PRnya. Jarrel hanya tersenyum sinis melihat sikap munafik Alicia. Jarrel kembali menyimpan batang rokoknya ke dalam saku celana. Tak lama pelayan batang mengantarkan camilan untuk mereka.


"Sudah selesai kan, kita pergi jalan jalan sekarang. " ujar Jarrel. Keduanya ke luar dari mansion dan masuk ke mobil. Jarrel melajukan roda empatnya menuju ke pantai.




Diam diam Jarrel memotret Alicia. Gadis itu tampak asyik bermain air dengan senyuman manisnya. Segerombolan pemuda menghampirinya.


Alicia memundurkan langkahnya, dia tak menyangka akan bertemu dengan gengnya Jarrel.


"Kalian? " tanya Alicia dengan nada terkejutnya. Gadis itu menoleh, dengan cepat menghampiri Jarrel.


"Untuk apa kamu mengajak mereka Jarrel? "


"Tentu saja bersenang senang, lihatlah Cia! "


Alicia kembali menoleh, mendapati teman teman Jarrel membawa kekasih masing masing. Fokusnya kembali tertuju pada Jarrel yang memperhatikannya.

__ADS_1


"Lebih baik aku pulang saja Jarrel. " ujar Alicia dengan nada tak nyamannya. Dia langsung pergi dari sana, Jarrel tentu saja langsung mencekal tangannya dengan keras.


"Oh ayolah baby girl, ini masih terlalu sore. Kita bisa bersenang senang, selain itu kita juga bisa pergi ke


hotel. " ceplos Jarrel.


Plak


Alicia melayangkan tamparannya. Gadis itu langsung pergi meninggalkan Jarrel dengan teman teman pria itu. Dia hanya bisa merutuki kebodohannya yang mau menuruti perintah Jarrel.


Alice memilih memesan taksi meski dari belakang Jarrel menekan klaksonnya beberapa kali. Terdengar suara helaan nafas berat ke luar dari bibirnya.


"Aku terlalu bodoh hingga percaya begitu saja dengan Jarrel. Entah apa tujuannya mendekatiku namun aku perlu waspada. " gumam Alicia. Gadis itu telah berjanji pada Ashley, kakaknya untuk menjauhi pergaulan bebas.


Skip


Alicia telah kembali ke mansion, dia langsung pergi ke lantai atas. Gadis itu mengambil ponselnya, mendapati banyak pesan dari Jarrel. Dia memilih menghapus semuanya dan memblokir kontak Jarrel.


Huh


Di taruhnya benda canggih itu kembali ke atas meja. Alicia lantas membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Dia menatap langit langit kamarnya, entah apa yang dia pikirkan saat ini.


"Sekali brengshake Jarrel tetap akan brengshake. " gumam Alicia dengan nada jengkelnya. Dia tak terima jika Jarrel menganggapnya sebagai perempuan penghibur.


Tepat pukul tujuh malam, keluarga berkumpul di meja makan. Alicia begitu penasaran dengan apa yang ingin di sampaikan orang tuanya.


"Permisi, maaf kami terlambat. " ujar seseorang.


Alicia membulatkan mata melihat Jarrel datang bersama orang tua pria itu. Nyonya Serena menarik nafas dam dalam kemudian menghembuskan secara perlahan.


"Alicia sayang, mami dan papi sepakat dengan orang tua Jarrel jika kami ingin menjodohkan kalian berdua. " ujar mami Serena.


Duar


Alicia tentu saja terkejut mendengar pengakuan maminya. Gadis itu menjelaskan mengenai sikap Jarrel yang buruk namun dia justru mendapat teguran dari mami.


"Mami. " ucap Alicia.


"Diamlah Cia, ikuti saja perintah mami dan papi. ujar mami Serena. Kedua keluarga juga membicarakan persiapan pernikahan putra putri mereka. Alicia merasa semuanya sudah gila, gadis itu lantas bangkit dan meninggalkan meja makan.

__ADS_1


"Alicia tunggu sayang hei. " pekikan sang mami, dia abaikan. Jarrel sendiri menatap kepergian Alicia dengan senyuman sejuta makna.


__ADS_2